Ayah Thiago, Mazinho mengaku bahwa ia masih kecewa dengan keputusan sang anak untuk lebih memilih La Furia Roja alih-alih Selecao. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat Mazinho sendiri merupakan mantan pemain tim nasional Brasil yang turut ambil bagian di putaran final Piala Dunia 1990 dan 1994.
"Saya sangat sedih dan kecewa mengetahui pilihan Thiago. Saya mewakili Brasil selama beberapa tahun dan berharap anak-anak saya akan melakukan hal yang sama," keluh Mazinho kepada O Globo.
"Saya orang Brasil dan sangat bangga dengan negara saya."
Berbeda dengan sang kakak, Rafael Alcantara yang merupakan putra kedua Mazinho memilih untuk meneruskan jejak ayahnya dengan membela Timnas Brasil. Thiago sendiri sejauh ini telah mencatatkan 4 caps bersama tim nasional Spanyol. (og/mri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sergio Ramos Dukung Costa di Timnas Spanyol
Piala Dunia 3 Maret 2014, 20:46
-
Ayah Thiago Masih Kecewa Anaknya Pilih Bela Spanyol
Piala Dunia 3 Maret 2014, 11:02
-
Pelatih Valencia Nilai Xavi Seharusnya Menang Ballon d'Or
Liga Spanyol 3 Maret 2014, 10:41
-
Skuat Lengkap Italia Untuk Hadapi Spanyol, Tiga Debutan Masuk
Piala Dunia 3 Maret 2014, 08:29
-
AVB Berharap Soldado Bisa Bermain di Piala Dunia
Piala Dunia 1 Maret 2014, 05:28
LATEST UPDATE
-
Barcelona Siapkan Skenario Permanen untuk Joao Cancelo: Transfer Gratis Jadi Kunci?
Liga Spanyol 25 Februari 2026, 00:56
-
Ketenangan Senne Lammens Jadi Kunci Kemenangan Man United atas Everton
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:50
-
Benjamin Sesko Bongkar 'Rahasia' di Balik Ketajamannya Bersama Man United, Apa Itu?
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:17
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35





















KOMENTAR