
Bola.net - Timnas Italia tengah berada dalam periode yang penuh tantangan. Penunjukan Gennaro Gattuso sebagai pelatih kepala menjadi sebuah harapan baru untuk membangkitkan kembali marwah Gli Azzurri.
Di tengah upaya membangun kembali tim, satu lagi legenda juara dunia 2006, Gianluca Zambrotta, ikut turun gunung. Ia tidak hanya memberikan dukungan penuh, tetapi juga mengambil peran baru yang sangat krusial.
Zambrotta membeberkan bahwa misi utama generasi emasnya saat ini adalah mengembalikan rasa bangga dan keterikatan pada seragam tim nasional. Sebuah nilai yang menurutnya mulai luntur dalam beberapa tahun terakhir.
Lantas, apa sebenarnya peran baru yang akan dijalani Zambrotta, dan bagaimana pandangannya terhadap era baru Italia di bawah komando Gattuso? Inilah sebuah kisah tentang harapan dan restorasi kebanggaan.
Proyek Eksperimental untuk Masa Depan Italia

Gianluca Zambrotta mengonfirmasi bahwa ia akan terlibat dalam sebuah proyek baru yang digagas oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Proyek ini memiliki tujuan mulia untuk memaksimalkan potensi para pemain muda Italia.
Dalam tugas barunya ini, ia tidak akan sendirian. Ia akan bekerja sama dengan mantan rekan setimnya di tahun 2006, Simone Perrotta, dan mantan pelatih timnas, Cesare Prandelli.
Zambrotta menjelaskan bahwa dalam beberapa minggu ke depan, mereka akan segera bertemu untuk meletakkan fondasi dari proyek tersebut.
"Saya akan bekerja dengan Cesare Prandelli dan Simone Perrotta. Bersama dengan Maurizio Viscidi, klub Italia, sektor teknis, serta sektor pemuda dan sekolah," ujar Zambrotta kepada Gazzetta.
"Tujuan kami adalah membantu para pemain muda untuk berkembang. Dalam beberapa minggu mendatang, kami akan bertemu untuk meletakkan dasar bagi sebuah proyek eksperimental yang akan mendapat manfaat dari masukan dan dukungan semua orang," sambungnya.
Kembalikan Rasa Bangga pada Seragam Azzurri

Zambrotta meyakini bahwa penunjukan Gennaro Gattuso sebagai pelatih adalah langkah yang tepat. Menurutnya, kehadiran para legenda seperti Gattuso, Buffon, dan Bonucci di lingkaran timnas memiliki tujuan strategis.
Langkah ini bertujuan untuk menyalakan kembali antusiasme, rasa keterikatan pada seragam, dan rasa memiliki. Ia menekankan betapa pentingnya untuk mengembalikan nilai sakral dari sebuah panggilan tim nasional.
"Menunjuk Gattuso sebagai pelatih kepala, memiliki Buffon dalam peran kepemimpinan, dan Bonucci di staf Rino adalah langkah-langkah yang bertujuan untuk menyalakan kembali antusiasme, keterikatan pada seragam, dan rasa memiliki," kata Zambrotta.
"Sangat penting untuk mengembalikan nilai dari sebuah panggilan tim nasional. Ketika saya bermain, bahkan jika saya cedera, saya akan tetap pergi ke Coverciano, dan jika saya bisa, saya akan menggertakkan gigi dan bermain," kenangnya.
Harapan untuk Italia yang Berbeda
Melihat ke depan, Zambrotta sangat berharap bisa menyaksikan "Italia yang berbeda" di bawah asuhan Gattuso. Ia mengakui bahwa situasi tim saat ini menjadi lebih sulit setelah kekalahan dari Norwegia di babak kualifikasi.
Meskipun Gattuso tidak akan memiliki banyak waktu, Zambrotta percaya bahwa lawan-lawan yang akan dihadapi masih bisa dijangkau. Kuncinya adalah memulihkan kembali antusiasme di dalam skuad.
Tujuan utama yang harus dicapai adalah membangun kembali sebuah grup yang solid dan menikmati kebersamaan mereka. Baginya, tidak ada target lain selain lolos ke Piala Dunia 2026.
"Saya harap kita akan melihat Italia yang berbeda di bulan September. Rino tidak akan punya banyak waktu, tetapi lawan-lawan masih dalam jangkauan, selama kita bisa memulihkan antusiasme," ujarnya.
"Kita perlu membangun kembali sebuah grup yang menikmati kebersamaan. Satu-satunya tujuan haruslah kualifikasi untuk Piala Dunia, jika memungkinkan secara langsung, karena babak playoff itu berat," tegasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Buffon Tolak Mourinho jadi Pelatih Timnas Italia, Ada Apa?
Piala Dunia 20 Juni 2025, 20:45
LATEST UPDATE
-
Ketika Ruben Amorim Merasa Dikhianati Manajemen MU Soal Transfer Pemain
Liga Inggris 5 Januari 2026, 08:05
-
Man of the Match Inter Milan vs Bologna: Lautaro Martinez
Liga Italia 5 Januari 2026, 05:25
-
Man of the Match Man City vs Chelsea: Enzo Fernandez
Liga Inggris 5 Januari 2026, 04:24
-
Man of the Match Fulham vs Liverpool: Harry Wilson
Liga Inggris 5 Januari 2026, 03:54
-
Man of the Match Real Madrid vs Real Betis: Gonzalo Garcia
Liga Spanyol 5 Januari 2026, 00:24
-
Man of the Match Leeds United vs Manchester United: Matheus Cunha
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:44
-
Hasil Leeds vs Man Utd: Saling Serang di Elland Road Berakhir Imbang 1-1
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:31
-
Hasil Bali United vs Arema FC: Kalah Lagi, Tren Negatif Singo Edan Berlanjut
Bola Indonesia 4 Januari 2026, 21:05
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43
























KOMENTAR