
Bola.net - Pelatih Timnas Uzbekistan, Fabio Cannavaro, memberikan klarifikasi setelah skuadnya dihentikan dan diperiksa petugas keamanan menjelang laga uji coba melawan Belanda awal pekan ini. Insiden yang terjadi sesaat setelah tim turun dari bus di area stadion itu sempat memicu berbagai spekulasi.
Rekaman pemeriksaan yang melibatkan anjing pelacak beredar luas setelah ditayangkan sebuah stasiun televisi Amerika Selatan. Namun, Cannavaro menegaskan bahwa seluruh proses tersebut merupakan prosedur keamanan standar yang berlaku bagi semua peserta, bukan karena adanya kecurigaan khusus terhadap timnya.
Ia merasa perlu memberikan penjelasan agar informasi yang beredar tidak semakin melenceng. Menurut mantan kapten Timnas Italia itu, sejumlah pemberitaan telah membangun kesan yang keliru mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Melalui pernyataan terbukanya, Cannavaro juga membantah anggapan bahwa Uzbekistan mendapat perlakuan diskriminatif. Baginya, apa yang dialami tim hanyalah bagian dari sistem pengamanan yang sudah ditetapkan selama turnamen berlangsung.
Meluruskan Berita Miring di Media
Sejumlah media sempat menyoroti insiden tersebut dengan tajuk yang memancing perhatian. Foto-foto para pemain Uzbekistan saat menjalani pemeriksaan di bandara dan stadion pun cepat menyebar di media sosial, memicu berbagai komentar dari publik.
😳🐕REGISTRO SUPER ESTRICTO HASTA CON PERROS
— ESPN Centroamérica (@ESPN_CENAM) June 8, 2026
Así fue el protocolo de seguridad con la Selección de Uzbekistán previo al amistoso contra Países Bajos en Estados Unidos.🇺🇿 pic.twitter.com/D1SzMEYZcP
Cannavaro khawatir narasi yang berkembang justru mengganggu fokus tim menjelang Piala Dunia. Karena itu, ia merasa penting menjelaskan bagaimana prosedur perjalanan yang berlaku bagi tim nasional selama turnamen.
"Saya melihat foto-foto di halaman depan surat kabar yang menunjukkan penggeledahan yang kami jalani di bandara, sebagai anggota tim nasional Uzbek. Saya juga melihat judul-judul berita yang menyesatkan, jadi saya ingin meluruskan fakta yang ada," tulis Cannavaro dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.
Mekanisme Pemeriksaan Khusus
Kontestan Piala Dunia memang menjalani prosedur perjalanan yang berbeda dari penumpang reguler. Saat berpindah lokasi, rombongan tim tidak melewati terminal bandara, melainkan langsung menuju area tarmak menggunakan transportasi khusus.
Karena itu, seluruh pemeriksaan yang biasanya dilakukan di terminal dipindahkan ke area tersebut. Sistem ini diterapkan untuk mempercepat mobilitas tim sekaligus menjaga keamanan dan privasi para pemain selama turnamen.
"Ini adalah pemeriksaan rutin yang standar. Orang-orang tidak menyadari satu hal: ketika tim nasional Piala Dunia bepergian, mereka tidak melalui terminal bandara seperti pelancong biasa, tetapi dibawa langsung ke tarmak dengan bus yang dipesan untuk tim," jelas pelatih berusia 52 tahun itu.
"Pemeriksaan yang dijalani pelancong biasa di terminal, kami jalani langsung di tarmak. Sama persis. Ini adalah prosedur standar," tambah Cannavaro mengenai kesamaan proses pemeriksaan.
Protokol Keamanan Berlapis Sebelum Masuk Stadion
Pemeriksaan serupa juga dilakukan sebelum tim memasuki stadion. Setiap peserta wajib menjalani pengecekan keamanan, baik di hotel sebelum keberangkatan maupun saat tiba di lokasi pertandingan.
Dalam laga melawan Belanda, Uzbekistan menjalani pemeriksaan di stadion, sedangkan tim lawan diperiksa lebih dulu di hotel. Cannavaro menegaskan tidak ada perlakuan berbeda dan seluruh prosedur diterapkan secara adil.
"Jadi tidak ada skandal. Tidak ada perlakuan yang tidak bermartabat atau tidak hormat. Hal yang sama berlaku untuk pertandingan. Sebelum pertandingan persahabatan melawan Belanda, kami diperiksa di stadion, dan ini juga sudah diperkirakan: sebelum setiap pertandingan, tim menjalani pemeriksaan baik di hotel sesaat sebelum berangkat (seperti yang terjadi pada Belanda) atau langsung di stadion, seperti yang terjadi pada kami," urainya panjang lebar.
"Kenyatannya adalah kami mendapati organisasinya tanpa cela," puji Cannavaro mengakhiri pernyataannya mengenai kualitas sistem pengamanan di Amerika Serikat.
Setelah penjelasan tersebut, fokus Uzbekistan kembali tertuju pada persiapan di lapangan. Berada satu grup dengan Portugal, Republik Demokratik Kongo, dan Kolombia, wakil Asia itu harus tampil maksimal untuk menghadapi tantangan besar di putaran final.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Live Streaming Meksiko vs Afrika Selatan di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Juni 2026, 23:55
-
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan
Piala Dunia 11 Juni 2026, 23:32
-
Link Live Streaming Meksiko vs Afrika Selatan di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Juni 2026, 22:22
-
Piala Dunia 2026 Kapan Dimulai?
Piala Dunia 11 Juni 2026, 21:20
LATEST UPDATE
-
Hasil BRI Super League: Dwigol Jose Enrique Bawa Persik Tenggelamkan Garudayaksa
Bola Indonesia 11 September 2026, 17:31
-
Prediksi BRI Super League: PSS Sleman vs Madura United 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 16:56
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Persib 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 16:36
-
Prediksi Liverpool vs Fulham 12 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 16:34
-
Nico Paz, Bertahan di Como Akhirnya Hadirkan Malam yang Selama Ini Ia Bayangkan
Liga Champions 11 September 2026, 15:50
-
Jadwal BRI Super League Pekan Ini di Indosiar, 11-13 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 15:47 -
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 12-15 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 15:39
-
Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:33
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33























KOMENTAR