
Laju Inggris di Piala Dunia kali ini memang cukup menarik. Banyak pihak mengatakan mereka beruntung. Betapa tidak, bermodalkan skuat yang tak berpengalaman, Inggris berhasil melaju sampai semifinal. Memang beruntung, tetapi bukankah keberuntungan memang bagian penting dari sepak bola?
Mulai dari fase grup sampai fase gugur, Inggris selalu diuntungkan dengan lawan-lawan mudah. Tetapi mungkin kartu keberuntungan mereka sudah habis, Kroasia sudah menanti mereka di semifinal, jelas bukan lawan yang bisa dikalahkan hanya dengan modal beruntung.
Terbukti, permainan Inggris kalah kelas dari Kroasia. Inggris yang selama ini hanya mengandalkan situasi bola mati tak berkutik menghadapi dominasi Kroasia. Keberuntungan mereka habis, tak lagi manjur. (bola/dre)
Ilusi Semata

Tidak hanya itu, meski berhasil mencetak 12 gol di Piala Dunia, hanya sedikit di antaranya yang terlahir dari permainan ciamik dan penyelesaian manis. Inggris hanya mengandalkan situasi bola mati, memang sah-sah saja, tetapi itu saja tak cukup di Piala Dunia. Berikut catatannya:
Gol langsung dari situasi bola mati (tanpa Penalti): 4 gol
Gol tidak langsung yang dimulai dari situasi bola mati (tanpa penalti): 2 gol
Gol dari tendangan penalti: 3 gol
Sembilan dari 12 gol Inggris berawal dari bola mati, hanya tiga yang tidak. Tentunya ini tak cukup untuk jadi juara dunia.
It's Not Coming Home

Jordan Pickford di posisi kiper sudah cukup bagus. John Stones mulai berkembang. Dele Alli akan terus meningkatkan permainannya. Dan Harry Kane, sang kapten yang menjalin hubungan dekat dengan gawang lawan.
Masalah Inggris yang paling terlihat mungkin adalah ekspektasi yang terlalu tinggi. Memang bisa dipahami setiap publik Inggris antusias mendukung timnya, tetapi sikap optimistis harus diimbangi dengan realistis.
Betapa tidak, begitu Inggris menang atas Kolombia di 16 besar, seluruh publik Inggris langsung hilang kontrol dan percaya trofi Piala Dunia akan mereka raih. Nyanyian "it's coming home" terus disuarakan di mana-mana, media Inggris pun turut menuang minyak ke bara api ini.
Inggris sungguh optimistis. Sudah tiga kali edisi Piala Dunia mereka tak pernah menang di fase gugur, karena itulah kemenangan atas Kolombia melambungkan harapan setinggi-tingginya, menembus awan, menggapai langit.
Namun, Kroasia menghempaskan Inggris kembali ke bumi. Menyadarkan mereka dari ilusi semu. Inggris tersadar, it's not coming home! [initial]
Simak Video Menarik Berikut

TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal ke Final, Gary Cahill Buka Wacana Pensiun
Piala Dunia 12 Juli 2018, 23:31
-
Tribut Rashford untuk Gareth Southgate
Piala Dunia 12 Juli 2018, 22:51
-
Kroasia vs Inggris, Henderson Rasakan Kepedihan Mendalam
Piala Dunia 12 Juli 2018, 22:23
-
Henderson Cedera Hamstring di Laga Kroasia vs Inggris
Piala Dunia 12 Juli 2018, 21:54
-
Menawan di Piala Dunia 2018, Perisic Dipuji Mourinho
Piala Dunia 12 Juli 2018, 20:42
LATEST UPDATE
-
PSIM vs PSM Makassar: Menanti Ledakan Savio Sheva di Stadion Sultan Agung
Bola Indonesia 10 April 2026, 11:35
-
Layakkah Harry Maguire Masih Termasuk Jajaran Bek Terbaik Dunia?
Liga Inggris 10 April 2026, 11:34
-
Prediksi Liverpool vs Fulham 11 April 2026
Liga Inggris 10 April 2026, 11:33
-
Prediksi West Ham vs Wolves 11 April 2026
Liga Inggris 10 April 2026, 11:26
-
Prediksi Milan vs Udinese 11 April 2026
Liga Italia 10 April 2026, 11:22
-
Cerita Weston McKennie: Memuji Spalletti, Mengagumi Cristiano Ronaldo
Liga Italia 10 April 2026, 11:07
-
Prediksi Arsenal vs Bournemouth 11 April 2026
Liga Inggris 10 April 2026, 10:56
-
Kabar Gembira MU! Arsenal Siap Lepas Wonderkidnya ke Old Trafford
Liga Inggris 10 April 2026, 10:45
-
Juventus Siap Tikung Atletico Madrid Demi Amankan Jasa Ederson?
Liga Italia 10 April 2026, 10:44
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25

























KOMENTAR