
Bola.net - Kemenangan Jerman atas Brasil dengan skor telak 7-1 pada Piala Dunia 2014 silam merupakan salah satu pertandingan yang sulit dilupakan sampai kapan pun. Sekarang, Sami Khedira mencoba mengenang momen tersebut.
Pertandingan itu membuktikan kekuatan Jerman yang akhirnya jadi juara. Mereka tampil trengginas di babak pertama dan berhasil unggul 5-0, Khedira terlibat langsung dengan mencetak gol kelima.
Bagi tim mana pun, unggul 5-0 di babak pertama berarti pertandingan sudah selesai. Jerman seharusnya sudah menang, kemungkinan Brasil bangkit membalikkan kedudukan sangatlah kecil.
Kendati demikian, Joachim Loew yang menangani Jerman saat itu ternyata tetap bersikap keras pada pemainnya di ruang ganti. Seperti apa? Baca kesaksian Khedira di bawah ini ya, Bolaneters!
Belum selesai!
Melihat timnya unggul 5-0, pelatih mana pun mungkin bakal menyampaikan pujian di jeda paruh waktu. Namun, Loew justru bersikap keras pada skuad Jerman, bahkan mengancam menarik pemain yang tampil buruk.
"Jogi [Loew] berkata pada kami: 'Hebat! Tapi pertandingan belum selesai. Jika saya melihat siapa pun bermain-main, saya akan langsung menariknya!'," ujar Khedira kepada Sport Bild.
"Dia langsung mengyingkirkan euforia kami dan berkata: 'Kita mulai lagi dalam kondisi 0-0 dan saya ingin kita pun memenangkan babak kedua'. Itu adalah pesan yang luar biasa darinya."
Kerendahan hati
Pesan Loew itulah yang membuat pemain-pemain Jerman tetap fokus memberikan yang terbaik di babak kedua. Mereka bermain dengan sikap rendah hati, padahal membantai tuan rumah Piala Dunia di kandangnya sendiri.
"Kami saling merangkul, bahkan mereka yang tidak punya akses ke ruang ganti pada jeda paruh waktu. Semua bersama-sama dan pesan dari para petinggi sangat jelas: 'Nikmatilah, tapi tetap rendah hati'," lanjut Khedira.
Pada akhirnya, Jerman pun memenangi babak kedua. Andre Schurrle mencetak dua gol, Brasil hanya bisa membalas satu gol lewat Oscar di ujung laga.
Kini, enam tahun sudah berlalu, tapi hasil akhir 7-1 itu masih sulit dipercaya.
Sumber: Bild
Baca ini juga ya!
- Para 'New Lionel Messi' dalam 5 Tahun Terakhir, Bagaimana Nasibnya Kini?
- Wesley Sneijder, Real Madrid, dan Teman Bernama Vodka
- Membandingkan Torehan Arsenal Bersama dan Tanpa David Luiz, Mana yang Lebih Baik?
- Bicara Rivalitas Messi vs Ronaldo, Ini Komentar Balotelli hingga Jose Mourinho
- Didominasi Fergie Babes, Ini Dream Team Manchester United ala Joko Susilo
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pemain Jerman Terbaik di Premier League
Editorial 11 Juni 2020, 14:20
-
Lukas Podolski dan Keunikannya Sebagai 'Nomor 3' Jerman
Piala Dunia 5 Juni 2020, 14:36
LATEST UPDATE
-
Ketika Ruben Amorim Merasa Dikhianati Manajemen MU Soal Transfer Pemain
Liga Inggris 5 Januari 2026, 08:05
-
Man of the Match Inter Milan vs Bologna: Lautaro Martinez
Liga Italia 5 Januari 2026, 05:25
-
Man of the Match Man City vs Chelsea: Enzo Fernandez
Liga Inggris 5 Januari 2026, 04:24
-
Man of the Match Fulham vs Liverpool: Harry Wilson
Liga Inggris 5 Januari 2026, 03:54
-
Man of the Match Real Madrid vs Real Betis: Gonzalo Garcia
Liga Spanyol 5 Januari 2026, 00:24
-
Man of the Match Leeds United vs Manchester United: Matheus Cunha
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:44
-
Hasil Leeds vs Man Utd: Saling Serang di Elland Road Berakhir Imbang 1-1
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:31
-
Hasil Bali United vs Arema FC: Kalah Lagi, Tren Negatif Singo Edan Berlanjut
Bola Indonesia 4 Januari 2026, 21:05
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43
























KOMENTAR