
Bola.net - Brasil berhasil meraih gelar juara di Piala Dunia 1994. Keberhasilan Selecao di Amerika Serikat ini tidak terlepas dari magis seorang Romario.
Setelah mampu tampil gemilang bersama PSV Eindhoven dengan mengantarkan juara tiga kali Liga Belanda dan tampil menggila bersama Barcelona, legenda sepak bola Brasil, Romario, menjelma menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di Eropa.
Berbekal dengan catatan mentereng itu, ia dipanggil oleh Carlos Alberto Parreira untuk bergabung ke skuat Brasil di Piala Dunia 1994. Publik Selecao pun, begitu berharap banyak pada pemain kelahiran 29 Januari 1966 ini untuk membawa Brasil berjaya di ajang tersebut.
Karena, pada saat itu Brasil telah paceklik gelar Piala Dunia selam 24 tahun. Beruntungnya, perjalanan Brasil di gelaran Piala Dunia 1994 begitu mulus hingga sanggup melaju di babak final bertemu Italia.
Hasilnya? Brasil keluar juara lewat adu tendangan penalti, dengan Romario sebagai penendang algojo terakhir yang sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Romario juga menyabet gelar top skor di Piala Dunia 1994 kala itu dengan torehan lima gol.
Menjadi Pemain Terbaik
Berkat kontribusinya selama di gelaran Piala Dunia 1994, Romario pun ditahbiskan sebagai pemain terbaik turnamen yang diselenggaran di Amerika Serikat itu. Ia berhasil mengungguli nama-nama seperti Hristo Stoichkov dari Bulgaria dan maestro asal Italia, Roberto Baggio.
Uniknya, Romario menjadi satu-satunya pemain yang mampu menggabungkan gelar pemain terbaik turnamen dan juga gelar juara dunia.
Sempat tak Dipanggil
Pelatih Brasil, Carlos Alberto Parreira sempat tak memanggil Romario dari babak kualifikasi Piala Dunia lantaran kesal karena ucapannya. Perkataan Romario membuat kesal Parreira usai Brasil melawan Jerman pada akhir tahun 1992.
Dalam laga itu, Romario dicadangkan. Padahal dia datang dengan prestasi mengkilap bersama PSV Eindhoven. Romario pun mengatakan, jika tahu akan dicadangkan, dirinya tak akan terbang dari Belanda.
Parreira tak memanggil Romario dari tahun 1992. Namun, partai kualifikasi Piala Dunia, melawan Uruguay menjadi momentum. Parreira akhirnya memanggil Romario lantaran Brasil butuh menang.
Mengalami Insiden Penculikan
Romario pernah melontarkan ucapan tak mengenakkan kepada legenda Brasil Pele, dengan mengutarakan "cacat mental". Aksinya itu menimbulkan kejadian tak diduga yakni ayahnya Edevair di culik dari sebuah bar kota di distrik Penha provinsi Santa Catarina oleh para mafia yang tergila-gila pada Pele.
Mereka mengancam Romario untuk meminta maaf dan menebus sang ayah dengan dana fantastis 7 juta dollar. Romario yang kala itu membela Barcelona bahkan rela pulang ke Brasil demi mencari sang ayah.
Namun saat digrebek, sang ayah ternyata sedang asyik menikmati bir, steak dan rokok sambil berleha-leha diatas matras. Tak lupa sang ayah sedang asyik menyaksikan anaknya bertarung dalam El Classico lewat televisi yang disediakan si penculik.
(Bola.net/Yoga Radyan)
Baca Juga:
- Kala Lilian Thuram Buyarkan Mimpi Kroasia di Piala Dunia 1998
- Mario Gotze dan Mats Hummels Masih Mungkin Dipanggil ke Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2022
- Cakep! Bertemakan Jaguar, Ini Jersey Brasil di Piala Dunia 2022 Qatar
- Polemik Skuad Terbaru Timnas Inggris, Jadon Sancho Lebih Baik dari Jack Grealish!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengenang Magis Romario, Pemain Terbaik di Piala Dunia 1994
Piala Dunia 16 September 2022, 18:01
-
Cakep! Bertemakan Jaguar, Ini Jersey Brasil di Piala Dunia 2022 Qatar
Piala Dunia 16 September 2022, 16:54
-
Kilas Balik Perjalanan Brasil Selaku Tuan Rumah Piala Dunia 2014
Piala Dunia 14 September 2022, 17:45
-
Sedang Bagus-Bagusnya, Trio 'Gabriel' Arsenal Malah Dicampakkan Timnas Brasil
Piala Dunia 10 September 2022, 01:44
-
Luiz Felipe Scolari, Otak di Balik Keberhasilan Brasil Jadi Juara Piala Dunia 2002
Piala Dunia 8 September 2022, 17:46
LATEST UPDATE
-
Aroma Revolusi di Lini Belakang Real Madrid Bersama Jose Mourinho
Liga Spanyol 5 Juli 2026, 22:05
-
RESMI: Real Madrid Boyong Denzel Dumfries, Dikontrak 4 Tahun
Liga Spanyol 5 Juli 2026, 21:41
-
Mesir Itu Tentang Chemistry dan Mentalitas, Bukan Cuma Mohamed Salah
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:31
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR