
Bola.net - Piala Dunia 2022 di Qatar nanti akan menjadi momen bagi pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps untuk mengukir rekor. Eks pelatih Juventus ini memiliki kans menyamai torehan pelatih lengendaris Italia, Vittorio Pozzo yang merupakan satu-satunya pelatih yang pernah Back to Back juara Piala Dunia di tahun 1934 dan 1938.
Sebelum meraih rekor tersebut, Didier Dechamps tentunya harus menyiapkan pasukan terbaiknya di ajang setiap digelar empat tahun sekali itu. Di Piala Dunia 2022 nanti, Prancis tergabung di Grup D bersama dengan Australia, Denmark, dan Tunisia.
Dengan peluang lolos dari fase grup yang teramat begitu besar, kans sang juara bertahan untuk meraih gelar ketiga kalinya di Qatar terbuka lebar. Terlebih Prancis saat ini dibekali dengan skuat yang cukup kompetitif bahkan bertabur bintang.
Timnas Prancis akan mengawali kiprahnya mempertahankan gelar menghadapi Australia di matchday pertama di November nanti. Mampukah Didier Deschamps menyamai torehan Vittorio Pozzo? Simak selengkapnya profil Didier Deschamps di bawah ini, Bolaneters.
Awal Karier

Didier Deschamps muda mengawali dunia sepak bolanya dengan bergabung ke akademi Nantes di tahun 1983. Kemudian ia dipromosikan di tim utama pada tahun 1985 dan menjadi pemain profesional.
Lalu setelah memperkuat Nantes selama empat musim, ia kemudian pindah ke Marseille dengan transfer 500 ribu euro. Bersama Marseille, nama Deschamps kemudian muncul ke permukaan berkat kontribusinya sanggup menghadirkan gelar juara Liga Prancis di tahun 1991 dan 1992 serta menjadi bagian dari tim yang menjuarai Liga Champions pada 1993.
Dalam catatan sejarah, baru Marseille satu-satunya tim Prancis yang merebut gelar itu hingga kini. Lebih hebat lagi, Deschamps adalah kapten termuda yang mengangkat trofi Si Kuping Lebar.
Gemilang Bersama Juventus

Setelah moncer bersama tim yang bermarkas di Stade Velodrome itu, pada tahun 1994 raksasa asal Italia, Juventus, berhasil meminangnya dengan transfer mencapai 5 juta euro. Bersama klub asal Turin itu karier seorang Didier Deschamps makin meroket.
Pemain yang semasa aktif bermain di posisi gelandang bertahan itu hampir meraih trofi major yang diikuti Juventus pada saat itu. Bermain selama lima musim dan mengemas 178 pertandingan serta mencetak empat gol maupun 13 assist merupakan torehan impresif seorang Deschamps saat bersama Bianconeri.
Trofi yang pernah dipersembahkan Deschamps saat memperkuat Juventus mulai dari tiga gelar Serie A, satu Coppa Italia, dua Piala Super Italia, satu trofi Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Intercontinental pada 1996. Bisa dibilang, disinilah masa keemasan dalam karier profesionalnya sebagai pemain.
Karier Pelatih

Sukses di jalur pemain, Deschamps memutuskan untuk menjajal profesi pelatih seusai gantung sepatu. Dia mengakhiri kariernya bersama Valencia di tahun 2001.
Setelahnya, Deschamps mengawali karier sebagai pelatih pada tahun 2001 bersama klub Prancis, AS Monaco. Prestasi yang bagus dan cara main yang menarik membuat Didier Deschamps diminta melatih Juventus, yang ketika itu baru saja tersangkut kasus Calciopoli 2006.
Usai membawa Juventus promosi ke Serie A, Deschamps memutuskan mundur dan sempat menganggur sebelum kembali ke klub lama lainnya, yakni Marseille di tahun 2009. Hanya tiga musim saja Dechamps membesut Marseille sebelum memutuskan angkat kaki pada tahun 2012.
Karier Bersama Timnas Prancis

Usai melatih Marseille, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) menunjuk dirinya sebagai pelatih tim nasional. Penunjukkan itu dilakukan menyusul mundurnya Laurent Blanc. Lalu, turnamen Piala Dunia 2014 menjadi ajang pertama Deschamps meramu skuat timnas Prancis.
Hasilnya? Tidak buruk-buruk amat dengan ia sanggup membawa Les Blues hingga melaju ke babak delapan besar sebelum disingkirkan Jerman. Selang dua tahun kemudian, ia memimpin timnas Prancis di ajang Euro 2016 dengan predikat sebagai tuan rumah.
Tintah emas hampir dipersembahkan Deschamps ketika itu, sayangnya Les Blues harus kalah oleh Portugal di partai final. Meskipun meraih hasil menyakitkan, Deschamps tetap dipertahankan memimpin Prancis hingga saat ini dan sudah mencatat 132 laga dengan rincian 84 menang, 26 imbang, dan 22 kali kalah.
Torehan Prestasi

Sebagai pelatih, Didier Deschamps punya sederet prestasi mengkilap. Prestasi pertamanya adalah membawa AS Monaco menjuarai Piala Liga Prancis 2002/03. Dia juga membawa Juventus kembali ke Serie A setelah menjuarai Serie B 2006/2007.
Bersama Marseille, Deschamps mampu mempersembahkan gelar Liga Prancis, Piala liga, hingga Piala Super Prancis. Puncaknya, bersama skuat Les Blues, pelatih berusia 54 tahun itu meraih gelar di Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League 2020/2021.
(Bola.net/Yoga Radyan)
Baca Juga:
- Top Skor Timnas Inggris di Piala Dunia: Ada yang Lebih Tajam dari Harry Kane?
- Tunisia Terancam tak Bisa Ikut Piala Dunia 2022, Kenapa Ini?
- Bikin Semangat! Nih Daftar Enam Lagu yang Bakal Menyemarakkan Piala Dunia 2022
- Nex Parabola Ultimatum 315 TV Kabel terkait Tayangan Premier League dan Piala Dunia 2022
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pulih dari Cedera Saja Tidak Cukup untuk Bisa Bela Prancis di Piala Dunia 2022
Piala Dunia 28 Oktober 2022, 09:52
-
Base Camp Tim-tim Grup D di Piala Dunia 2022
Piala Dunia 20 Oktober 2022, 20:59
-
Mike Maignan Cedera Lagi, Partisipasi ke Piala Dunia 2022 Diragukan
Piala Dunia 20 Oktober 2022, 08:21
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Everton vs Man Utd: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 23 Februari 2026, 22:15
-
Permainan Mental Guardiola Bisa Jadi Petaka untuk Arsenal!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 21:58
-
Shayne Pattynama Siap Hadapi Laga Emosional Persija vs Malut United
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 21:19
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 19:59
-
9 Laga Tanpa Gol, Paceklik Mohamed Salah Warnai Kemenangan Tipis Liverpool
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:54
-
Proliga 2026: Jakarta Livin Mandiri Tersenyum di Sentul, Penentuan Terakhir Menanti
Voli 23 Februari 2026, 19:41
-
Dua Gol Viktor Gyokeres yang Menjawab Keraguan
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR