Rayakan Laga ke-1.000 Piala Dunia, Bakal Ada yang Berbeda dari Wasit Duel Tunisia vs Jepang di Piala Dunia 2026

Bola.net - Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 antara Tunisia dan Jepang di Stadion Monterrey, Meksiko, Minggu (21/6/2026) nanti, bukan sekadar laga fase grup biasa. Duel ini tercatat sebagai pertandingan ke-1.000 dalam sejarah Piala Dunia sejak turnamen pertama digelar di Uruguay pada 1930.
FIFA menandai momen langka ini dengan cara yang cukup simbolis. Para wasit yang bertugas mengenakan atribut khusus beraksen emas sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan panjang turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
Sebagai bagian dari perayaan, FIFA juga menampilkan kembali deretan laga bersejarah yang menjadi penanda setiap kelipatan seratus pertandingan. Cara ini dipilih agar momen seribu laga ini tidak sekadar jadi angka, tetapi juga rangkaian cerita panjang yang pernah mewarnai Piala Dunia.
Di tengah atmosfer historis tersebut, laga di Monterrey tetap berjalan dengan tensi kompetitif. Tunisia dan Jepang datang dengan misi yang sama, meski kondisi keduanya jauh berbeda.
Atribut Emas Eksklusif untuk Wasit Istvan Kovacs

Wasit asal Rumania, István Kovács, mendapat kehormatan memimpin laga bersejarah ini. Ia juga mengenakan seragam khusus dengan detail warna emas yang hanya digunakan pada pertandingan ke-1.000 ini.
Seragam tersebut dilengkapi garis emas dan lencana bertuliskan angka 1.000. Atribut ini diserahkan langsung oleh Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, yang juga mantan wasit ternama dunia.
“Ini pertandingan yang sangat istimewa karena menjadi laga ke-1.000 dalam sejarah Piala Dunia. Bayangkan memimpin pertandingan seperti ini,” kata Pierluigi Collina dalam wawancara yang dikutip dari talkSPORT.
“Karena momen ini spesial, wasitnya juga harus mendapat sesuatu yang spesial. Ada detail emas di seragam, termasuk emblem dengan angka 1000,” lanjutnya.
Kilas Balik Pertandingan Ikonik Kelipatan Seratus
Sejarah Piala Dunia menyimpan banyak momen penting yang terjadi pada laga-laga kelipatan seratus. Semuanya menjadi penanda perjalanan panjang turnamen dari masa ke masa.
Salah satu yang paling awal tentu laga perdana Piala Dunia 1930, saat Lucien Laurent dari Prancis mencetak gol pertama turnamen ke gawang Meksiko. Momen itu menjadi awal dari ribuan pertandingan berikutnya.
Dari sekian banyak laga penanda, hanya dua final yang kebetulan terjadi tepat pada kelipatan seratus. Pertama adalah final 1966 antara Inggris dan Jerman Barat (laga ke-200), lalu final 2018 antara Prancis dan Kroasia (laga ke-900).
Ada juga beberapa momen unik ketika lebih dari satu pertandingan kelipatan seratus berlangsung di waktu yang sama, seperti pada 1930, 1978, dan 1994. Kondisi jadwal yang padat membuat sejarah tercipta secara bersamaan di beberapa tempat.
Sebelum edisi 2026 ini, laga ke-800 pada Piala Dunia 2014 di Brasil—saat Jerman menghadapi Ghana—menjadi penanda terakhir sebelum akhirnya angka 1.000 tercapai di Monterrey.
Jepang Diunggulkan di Tengah Situasi Limbung Tunisia
Dari sisi pertandingan, Jepang datang dengan status sedikit lebih diunggulkan. Tim asuhan Hajime Moriyasu itu tampil cukup solid setelah menahan imbang Belanda 2-2 pada laga pembuka.
Sebaliknya, Tunisia justru berada dalam situasi sulit. Kekalahan telak 1-5 dari Swedia membuat mereka harus bergerak cepat melakukan perubahan, termasuk mengganti pelatih dari Sabri Lamouchi ke Hervé Renard.
Jepang diperkirakan tetap memainkan komposisi terbaiknya demi mengamankan tiga poin penting. Namun mereka juga tidak dalam kondisi full team, karena beberapa pemain kunci seperti Wataru Endo dan Kaoru Mitoma sudah absen sejak sebelum turnamen dimulai.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2026: Tampilan Man of the Match Diubah untuk 8 Pemain Muslim
Piala Dunia 21 Juni 2026, 21:48
-
Piala Dunia 2026: Tiga Tim Tersingkir Lebih Cepat Akibat Aturan Baru FIFA
Piala Dunia 21 Juni 2026, 19:11
LATEST UPDATE
-
Desire Doue Bidik Semua Trofi usai Bawa PSG Juara Piala Super Eropa
Liga Champions 13 Agustus 2026, 08:16
-
Arsenal vs Como, 3 Catatan Penting Jelang Community Shield
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 07:45
-
Manchester United Juara Boyle Sports Cup, Mbeumo dan Zirkzee Tampil Menjanjikan
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 07:07
-
PSG Jadi Tim Ketiga yang Mampu Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
Liga Champions 13 Agustus 2026, 06:35
-
Real Madrid Menang Tipis atas Deportivo, Brahim Diaz Jadi Penentu
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 06:22
-
Tinggalkan Napoli, Romelu Lukaku Resmi Gabung Fenerbahce
Liga Eropa Lain 13 Agustus 2026, 05:35
-
Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030
Piala Dunia 13 Agustus 2026, 05:18
-
Selamat! PSG Juara Piala Super Eropa 2026
Liga Champions 13 Agustus 2026, 04:58
-
Man of the Match PSG vs Aston Villa: Desire Doue
Liga Champions 13 Agustus 2026, 04:29
-
Hasil Uji Coba: Manchester United Menang Adu Penalti atas Leeds United
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 04:07
-
Hasil PSG vs Aston Villa: Les Parisiens Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
Liga Champions 13 Agustus 2026, 04:02
-
Marcus Rashford Lebih Pilih Tinggalkan Manchester United? Ini Situasi Terbarunya
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 01:13
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59





















KOMENTAR