Armenia mencetak gol melalui aksi Yura Movsisyan (5') dan satu gol disumbangkan bintang mereka Henrikh Mkhitaryan (70'). Sedangkan Azzurri membalas lewat Alessandro Florenzi dan Mario Balotelli (24' 76').
Adanya beberapa pilar Azzurri yang bermasalah dengan kebugaran sepertinya berhasil dimanfaatkan Armenia di awal laga. Pertandingan baru berjalan lima menit tim tamu mampu mencuri gol terlebih dulu melalui Movsisyan.
Kesalahan Alberto Aquilani mampu dimanfaatkan oleh Henrikh Mkhitaryan sebelum akhirnya bintang Borussia Dortmund tersebut memberikan bola kepada Movsisyan. Tanpa kesalahan, Movsisyan memperdayai Marchetti.
Tertinggal satu gol, tuan rumah mulai menyusun serangan balasan. Namun tim tamu memberikan perlawanan alot. Keinginan untuk membawa pulang tiga poin tampaknya cukup kuat mempengaruhi permainan Armenia.
Namun akhirnya Azzurri mampu menyamakan kedudukan. Sundulan jarak dekat Florenzi berhasil membuat tim tamu harus kembali berjuang memburu gol. Hingga jeda babak pertama, kedudukan 1-1 masih bertahan.
Memasuki babak kedua, kedua tim masih menunjukkan permainan atraktif. Italia yang telah memastikan lolos ke Brasil sebenarnya tak terlalu memiliki kepentingan di laga ini. Namun menjaga kehormatan di depan pendukung sendiri menjadi motivasi bagi Andrea Pirlo dan kawan-kawan.
Tim tamu tak mengenal menyerah dalam laga kali ini. Mereka terus menerus memaksa tuan rumah mengeluarkan tenaga ekstra. Hasilnya, gol yang mereka tunggu-tunggu kembali hadir. Kali ini Mkhitaryan yang menjadi pencetak gol. Aksinya mampu membuat Marchetti kembali memungut bola dari jalanya.
Bukan Italia jika menyerah begitu saja. Masuk sebagai pemain pengganti, Balotelli menjadi pahlawan di menit ke 76. Pemain yang terkenal bengal tersebut sukses menjebol gawang tim tamu sekaligus menyamakan kedudukan.
Pertandingan sampai di sepuluh menit akhir. Kedua tim masih belum menyerah dalam memburu gol. Di menit rawan seperti ini, siapapun berpeluang tentunya menambah keunggulan atau bahkan mengunci kemenangan. Namun hingga injury time diberikan wasit, tak ada gol tercipta. Dan kedudukan tersebut tak berubah hingga pertandingan usai.
Starting line-up kedua tim:
ITALIA (4-1-4-1): Marchetti; Abate, Astori, Bonucci, Pasqual; Pirlo; Florenzi (Candreva 60), Aquilani (Rossi 73'), Montolivo, Insigne; Osvaldo (Balotelli 54').
ARMENIA (4-4-2): Berezovski; Arzumanyan, Hayrapetyan (Hovhannisyan 63'), Mkoyan, Haroyan; Mkrtchyan, Ozbiliz (Sarkisov 78'), Ghazaryan, Mkhitaryan; Yedigaryan (Pizzelli 90'), Movsisyan. (bola/gag)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
El Shaarawy Enggan Dihakimi Dari Model Rambut Mohawk
Liga Italia 16 Oktober 2013, 23:51
-
ANALISIS: Italia 2-2 Armenia, Azzurri Hampir Dipaksa Harakiri
Editorial 16 Oktober 2013, 14:40
-
Piala Dunia 16 Oktober 2013, 10:35

-
Highlights WCQ 2014: Italia 2-2 Armenia
Open Play 16 Oktober 2013, 04:34
-
Piala Dunia 16 Oktober 2013, 03:43

LATEST UPDATE
-
Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan Saat Persita Tumbang di Bandung
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:23
-
Kode Fabio Quartararo Pindah Tim, Alex Rins: Waktunya Yamaha Dengarkan Saya dan Jack Miller
Otomotif 24 Februari 2026, 12:02
-
Unbeaten, Ini 5 Perubahan Michael Carrick yang Langsung Bangkitkan Manchester United
Liga Inggris 24 Februari 2026, 11:48
-
Lawan Bodo/Glimt, Cristian Chivu Tegaskan Inter Harus Tetap Tenang
Liga Champions 24 Februari 2026, 11:43
-
Benjamin Sesko Jadi Supersub Mematikan Manchester United
Liga Inggris 24 Februari 2026, 11:29
-
Tanpa Lautaro, Cristian Chivu Yakin Inter Bisa Balikkan Keadaan Lawan Bodo/Glimt
Liga Italia 24 Februari 2026, 11:17
-
Toprak Razgatlioglu Ngaku Tunggu Kecelakaan Pertama di MotoGP demi Pahami Limit Performanya
Otomotif 24 Februari 2026, 10:52
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09





















KOMENTAR