
Bola.net - Portugal meraih hasil sempurna ketika berjumpa Hungaria pada matchday 1 Grup F Euro 2020 di Puskas Arena, Budapest, Selasa (15/06/2021) malam WIB. Sang juara bertahan menang dengan skor 3-0.
Portugal tampil dengan kekuatan terbaik, kecuali Joao Cancelo yang dicoret dari skuad. Hungaria pun bermain dengan tim terbaiknya dan pasukan Marco Rossi tampil solid pada babak pertama.
Semua gol Portugal tercipta pada babak kedua. Gol-gol dari Portugal dicetak oleh Raphael Guerreiro dan Cristiano Ronaldo (2 gol).
Lantas, seperti apa performa dan rapor pemain Portugal di laga melawan Hungaria? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Rui Patricio
Rui Patricio tidak mendapatkan banyak ujian pada duel lawan Hungaria. Sebab, lawan hanya melepas tiga shots on target ke gawangnya. Sempat ada gol yang bersarang di gawangnya, tapi dianulir wasit.
Rapor: 7
Raphael Guerreiro
Guerreiro menunjukkan performa yang sangat bagus di sisi kiri, khususnya saat menyerang. Bek sayap Dortmund bermain sangat agresif. Namun, bukan berarti lalai bertahan. Guerreiro melepas empat tekel pada duel lawan Hungaria.
Aksi terbaik Guerreiro terjadi ketika dia mencetak gol pemecah kebuntuan Portugal pada menit ke-84.
Rapor: 7,5
Ruben Dias

Ruben Dias -juga Pepe- nyaris tidak mendapat ancaman pada babak pertama. Namun, pada babak kedua, ada beberapa momen penting yang mampu diantisipasi oleh bek tengah dari klub Man City tersebut.
Dias menjadi pemain paling sering melepas umpan di laga Hungaria vs Portugal (99). Dias juga melakukan empat tekel dan memenangkan delapan duel. Performa yang solid.
Rapor: 7
Pepe
Pepe menunjukkan pengalaman dan ketenangan yang luar biasa. Hungaria beberapa kali membuat serangan berbahaya, bahkan sempat mencetak gol tapi dianulir karena offside. Tapi, Pepe tetap tendang di lini belakang.
Akurasi umpan Pepe mencapai 92 persen. Kemampuan ini penting bagi Portugal dalam melakukan build-up.
Rapor: 8
Nelson Semedo
Semedo menggantikan peran Joao Cancelo yang dicoret dari skuad karena COVID-19. Semedo tampil cukup bagus, khusunya ketika harus membantu pertahanan. Eks pemain Barcelona melakukan tujuh tekel, paling banyak dibanding pemain lainnya.
Rapor: 7
Danilo Pereira
Pemain asal PSG memainkan tugas dengan baik. Danilo menjaga ritme permainan dan penguasaan bola dengan apik. Danilo punya akurasi umpan hingga 90 persen. Selain itu, Danilo juga membuat tiga tekel dan menang pada empat duel area.
Rapor: 7,5
William Carvalho
Carvalho memberi keseimbangan yang bagus di lini tengah Portugal. Dia bisa menjadi benteng ketika Hungaria melakukan serangan balik. Carvalho memenangkan empat duel dan melepas tiga tekel untuk menghentikan serangan lawan.
Rapor: 7
Bruno Fernandes

Fernandes tidak tampil layaknya ketika bermain untuk Manchester United. Fernandes bermain lebih dalam. Dia tidak cukup dekat dengan kotak penalti. Walau tidak istimewa, performa Fernandes juga tidak buruk.
Fernandes melepas tiga umpan kunci dan dua shots. Namun, dia tidak mampu mencetak satu pun gol maupun assist.
Rapor: 7
Bernardo Silva
Silva memainkan laga yang buruk saat Portugal berjumpa Hungaria. Silva kesulitan mendapat ruang. Tidak nampak pula dribel atau manuver berbahaya yang dilakukan. Silva bahkan tidak melepas satu pun shots pada duel ini.
Rapor: 6,5
Cristiano Ronaldo

Ronaldo mengalami momen sulit pada babak pertama. Ronaldo melewatkan satu peluang emas karena sepakannya melambung tinggi. Namun, pada babak kedua, Ronaldo tampil menentukan bagi Portugal.
Ronaldo mencetak dua gol. Gol kedua patut mendapat pujian karena Ronaldo memamerkan teknik yang bagus. Kini, Ronaldo jadi top skor sepanjang masa Euro dengan 11 gol.
Rapor: 9
Diogo Jota

Diogo Jota gagal memberi dampak besar bagi Portugal. Pemain yang membela Liverpool itu nampak sangat bersemangat. Namun, hal itu justru membuatnya melewatkan banyak peluang emas.
Diogo Jota punya tiga peluang, tetapi tidak ada yang menjadi gol. Jota sempat membuat Ronaldo kecewa lantaran memaksakan diri menendang ke gawang padahal ada pemain lain lebih bebas.
Rapor: 6,5
Rafa Silva
Rafa Silva memang tidak mencetak gol. Namun, masuknya pemain 28 tahun itu mengubah dimensi serangan Portugal. Rafa Silva benar-benar membuat repot pemain belakang Hungaria dengan aksi impresifnya.
Rafa Silva menutup laga dengan sebuah assist untuk gol kedua Ronaldo.
Rapor: 8
Renato Sanches

Sanches memberi energi besar di lini tengah Portugal ketika dia dimainkan pada menit ke-81. Jika dibanding William Carvalho, Sanches punya naluri menyerang lebih bagus dan dia memainkan peran dengan baik.
Rapor: 6
Andre Silva
Andre Silva dimainkan pada menit ke-81, menggantikan Diogo Jota. Masuknya mantan pemain AC Milan ini membawa dampak besar. Walau tidak mencetak gol, Silva punya andil atas tajamnya lini depan Portugal setelah dia berada di lapangan.
Rapor: 6
Joao Moutinho
Moutinho baru dimainkan pada menit ke-89. Pemain senior ini menggantikan peran Bruno Fernandes. Tidak banyak waktu yang dimiliki Moutinho untuk bisa menunjukkan kualitas terbaiknya.
Rapor: N/A
Fernando Santos

Santos menunjukkan kapasitas sebagai pelatih berpengalaman. Santos memainkan Rafa Silva dan Renato Sancho pada babak kedua. Mereka mampu mengubah jalannya laga dan membuat Portugal menang dengan skor 3-0.
Keputusan Santos mengganti Diogo Jota juga sangat tepat. Sebab, dengan masuknya Andre Silva, Portugal punya lebih banyak pemain dengan tipe 'target man' di dalam kotak penalti.
Rapor: 8
Baca Ini Juga:
- Ronaldo Cuma Geser Botol, Saham Minuman Soda Anjlok Hingga Rp57 Triliun!
- Hasil dan Klasemen Fase Grup Euro 2020: Portugal Pimpin Grup F, Italia Perkasa di Grup A
- Battle Kickstox Saham Bola 2 Edisi Euro 2020 Hadir, Siapkan Portofoliomu dan Jadilah Juara!
- Gol Kedua Cristiano Ronaldo, Berbau Offside, tapi Sempurna!
- Suara Fans Usai Portugal Menang: Simpati untuk Hungaria, Pujian untuk Ronaldo, dan Tiga Gol Cantik!
- Jack Grealish Bagus, tapi Tidak Cocok untuk Tim Inggris?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Radja Nainggolan Tertawakan Aksi Ronaldo dan Pogba Pindahkan Botol
Bolatainment 16 Juni 2021, 23:58
-
Cristiano Ronaldo dari 2004 hingga 2020, 17 Tahun Menghiasi Piala Eropa
Piala Eropa 16 Juni 2021, 14:33
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR