4 Masalah Taktik Jose Mourinho yang Harus Segera Diselesaikan di Real Madrid

4 Masalah Taktik Jose Mourinho yang Harus Segera Diselesaikan di Real Madrid
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho memberikan instruksi di laga Real Madrid vs Inter Milan (c) AP Photo/Bernad Armangue

Bola.net - Jose Mourinho belum sepenuhnya menemukan formula terbaik untuk Real Madrid pada awal musim ini. Los Blancos menunjukkan beberapa penampilan solid, tetapi inkonsistensi masih terlihat dalam sejumlah pertandingan.

Kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid dalam derby Madrid sebelum jeda internasional menjadi salah satu hasil yang perlu diperbaiki. Mourinho membutuhkan tim yang lebih stabil ketika kompetisi kembali bergulir setelah jeda.

Pelatih asal Portugal itu mulai memiliki gambaran mengenai susunan pemain utama Real Madrid. Namun, masih ada beberapa keputusan penting yang belum sepenuhnya terjawab dan dapat memengaruhi perjalanan tim sepanjang Oktober.

Menurut Diario SPORT, Mourinho menghadapi empat persoalan taktik utama. Keputusan tersebut berkaitan dengan posisi bek kanan, pasangan bek tengah, komposisi gelandang tengah, serta cara memainkan Arda Guler dan Yan Diomande secara bersamaan.

1 dari 5 halaman

Dumfries atau Trent di Bek Kanan?

Bek kanan Real Madrid, Trent Alexander-Arnold dalam laga Liga Champions melawan Benfica, 26 Februari 2026 lalu. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bek kanan Real Madrid, Trent Alexander-Arnold dalam laga Liga Champions melawan Benfica, 26 Februari 2026 lalu. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Denzel Dumfries saat ini dinilai memiliki keunggulan atas Trent Alexander-Arnold untuk mengisi posisi bek kanan. Karakter permainan bek asal Belanda tersebut dianggap lebih sesuai dengan pendekatan Mourinho.

Dumfries memberikan kekuatan fisik dan intensitas yang dibutuhkan Madrid. Kemampuannya dalam bertahan juga memberikan rasa aman lebih besar ketika tim harus menghadapi tekanan lawan.

Alexander-Arnold memiliki kelebihan dalam membantu serangan. Namun, kelemahan dalam bertahan membuat persaingannya dengan Dumfries menjadi lebih sulit dalam sistem yang membutuhkan keseimbangan.

Mourinho harus menentukan prioritas yang ingin diberikan pada posisi tersebut. Pilihan antara kemampuan menyerang Alexander-Arnold dan stabilitas Dumfries dapat menjadi salah satu keputusan penting setelah jeda internasional.

2 dari 5 halaman

Konate, Huijsen, atau Militao?

Bek Real Madrid, Dean Huijsen di laga melawan Sevilla pada lanjutan Liga Spanyol, 21 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bek Real Madrid, Dean Huijsen di laga melawan Sevilla pada lanjutan Liga Spanyol, 21 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Di jantung pertahanan, Ibrahima Konate dan Dean Huijsen sejauh ini terlihat sebagai pasangan yang lebih dipercaya Mourinho. Keduanya menjadi pilihan utama ketika pelatih asal Portugal tersebut mulai membentuk hierarki di lini belakang.

Namun, situasinya dapat berubah ketika Eder Militao kembali tersedia. Bek asal Brasil itu mulai mendekati masa comeback setelah mengalami masalah cedera.

Jika Militao mampu kembali ke level terbaiknya, Mourinho akan memiliki opsi tambahan yang tidak mudah diabaikan. Pengalaman dan kemampuan bertahannya dapat membuat persaingan di posisi bek tengah semakin ketat.

Mourinho kemudian harus menentukan siapa yang paling cocok untuk menjadi pasangan utama. Keputusan tersebut bukan hanya mengenai kualitas individu, tetapi juga konsistensi dan kecocokan dengan sistem pertahanan yang ingin diterapkan.

3 dari 5 halaman

Tchouameni-Valverde atau Tambah Kreativitas?

Aksi Aurelien Tchouameni di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Prancis (c) AP Photo/Steven Senne

Aksi Aurelien Tchouameni di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Prancis (c) AP Photo/Steven Senne

Persoalan berikutnya berada di lini tengah, khususnya mengenai kombinasi Aurelien Tchouameni dan Fede Valverde. Keduanya memberikan tenaga, kemampuan bertahan, serta etos kerja tinggi dalam permainan Madrid.

Namun, kombinasi tersebut belum memberikan kreativitas yang cukup dari area tengah. Madrid membutuhkan pemain yang mampu mengontrol permainan sekaligus menghasilkan ide ketika menghadapi pertahanan lawan yang rapat.

Situasi itu membuat Bernardo Silva menjadi opsi yang menarik. Gelandang asal Portugal tersebut dapat memberikan kontrol dan kreativitas yang selama ini belum terlalu terlihat dari duet Tchouameni dan Valverde.

Masalahnya, keterlibatan Bernardo sejauh musim ini justru cukup terbatas. Mourinho perlu menemukan cara untuk memaksimalkan perannya jika ingin meningkatkan variasi permainan Madrid dari lini tengah.

4 dari 5 halaman

Guler, Diomande, dan Masalah Vinicius

Pemain Real Madrid Arda Guler (kiri) melakukan selebrasi dengan Kylian Mbappe dalam pertandingan La Liga melawan Elche, Rabu (16/9/2026). (c) AP Photo/Alberto Saiz

Pemain Real Madrid Arda Guler (kiri) melakukan selebrasi dengan Kylian Mbappe dalam pertandingan La Liga melawan Elche, Rabu (16/9/2026). (c) AP Photo/Alberto Saiz

Persoalan paling rumit mungkin justru muncul di lini depan. Arda Guler semakin sulit ditepikan karena kreativitasnya, sementara Yan Diomande menawarkan kecepatan dan permainan langsung yang dapat mengubah karakter serangan Madrid.

Memainkan keduanya secara bersamaan tentu membutuhkan penyesuaian dalam susunan pemain. Salah satu pemain utama yang berpotensi kehilangan tempat adalah Vinicius Junior.

Vinicius belum berada dalam performa terbaiknya pada awal musim ini. Mourinho tetap memberikan dukungan kepada pemain asal Brasil tersebut dan berharap ia segera menemukan kembali level permainan terbaiknya.

Namun, kesempatan untuk terus memberikan menit bermain kepada Vinicius tidak akan terbuka tanpa batas jika performanya tidak kunjung membaik. Oktober dapat menjadi periode penting bagi Mourinho untuk menentukan bagaimana Guler, Diomande, dan Vinicius ditempatkan dalam rencana serangannya.

Sumber: Madrid Universal

5 dari 5 halaman

Klasemen La Liga


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL