Kepergian Toni Kroos Jadi Masalah Besar bagi Real Madrid

Kepergian Toni Kroos Jadi Masalah Besar bagi Real Madrid
Pelatih Real Madrid Jose Mourinho berbicara dengan para pemainnya dalam laga La Liga Spanyol antara Betis vs Madrid di Sevilla, Spanyol, Jumat, 4 September 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Davide Ancelotti menilai kepergian Toni Kroos menjadi salah satu perubahan terbesar dalam perjalanan Real Madrid menuju periode sulit. Mantan asisten Carlo Ancelotti itu menyebut Los Blancos kehilangan sesuatu yang tidak mungkin mereka dapatkan kembali setelah Kroos pensiun.

Kroos mengakhiri kariernya pada musim panas 2024 setelah membantu Real Madrid memenangkan Liga Champions dan La Liga pada musim terakhirnya. Sejak saat itu, Madrid hanya menambah satu trofi, yakni Piala Interkontinental FIFA 2025.

Davide yang kini menangani Lille sebelumnya mendampingi Carlo di Real Madrid pada periode 2021 hingga 2025. Dalam masa tersebut, mereka membawa Madrid meraih dua gelar Liga Champions.

Menurut Davide, Madrid belum benar-benar menemukan sosok yang mampu menggantikan fungsi Kroos di lini tengah. Ia juga menilai kebutuhan tersebut semakin terlihat karena Madrid belum melakukan perombakan besar di sektor tengah dalam beberapa tahun terakhir.

1 dari 5 halaman

Davide Sebut Kroos Tidak Bisa Digantikan

Mantan pesepak bola asal Jerman, Toni Kroos, berpose saat tiba di ajang Laureus World Sports Awards 2026 di Madrid. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Mantan pesepak bola asal Jerman, Toni Kroos, berpose saat tiba di ajang Laureus World Sports Awards 2026 di Madrid. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Davide memahami bahwa kehilangan pemain sekaliber Kroos pasti memberikan dampak besar bagi Madrid. Menurutnya, gelandang asal Jerman tersebut memiliki kemampuan yang terlalu spesifik sehingga tidak mungkin sekadar digantikan dengan pemain lain yang memiliki posisi serupa.

Kroos bukan hanya bertugas mengalirkan bola, tetapi juga menentukan bagaimana sebuah pertandingan dimainkan. Ia mampu mengontrol tempo sekaligus memberikan keseimbangan ketika Madrid harus bertahan.

"Anda bisa bertahan, tetapi mereka kehilangan sesuatu yang tidak akan pernah mereka dapatkan kembali. Anda kehilangan pemain terbaik di dunia di posisinya. Anda tidak bisa berkata, 'Saya membutuhkan Kroos yang lain,' karena tidak ada pemain seperti itu," kata Davide.

"Dia menguasai pertandingan. Dia menguasai ritme. Permainan berlangsung sesuai keinginannya, jika dia ingin penguasaan bola dimainkan ke samping atau secara vertikal, dia yang menentukan. Dia sangat fundamental karena dia mengatur ritme pertandingan," lanjutnya.

2 dari 5 halaman

Kroos Punya Peran Besar dalam Permainan Madrid

Toni Kroos berpose dengan penghargaan Laureus Sporting Inspiration Award dalam ajang Laureus World Sports Awards 2026 di Madrid, Senin, 20 April 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Toni Kroos berpose dengan penghargaan Laureus Sporting Inspiration Award dalam ajang Laureus World Sports Awards 2026 di Madrid, Senin, 20 April 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Selain kemampuan mengatur tempo, Kroos juga memberikan kontribusi dalam aspek lain yang membuatnya sulit digantikan. Davide menyoroti kemampuan sang gelandang untuk menjangkau area luas sekaligus memahami tugas taktisnya.

Kroos bahkan mampu menjalankan peran sebagai gelandang bertahan dengan baik. Bagi Davide, kemampuan tersebut menjadi salah satu kualitas yang membuatnya sangat menikmati permainan Kroos ketika ditempatkan sebagai nomor enam.

"Dan dia juga mampu menjangkau banyak area. Toni adalah pemain yang berlari 11 kilometer setiap pertandingan. Dia juga bertahan dan memiliki pemahaman taktis. Saya sangat menyukainya ketika dia bermain sebagai nomor 6," ujar Davide.

3 dari 5 halaman

Davide Soroti Kebutuhan Madrid di Lini Tengah

Aksi Aurelien Tchouameni di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Prancis (c) AP Photo/Steven Senne

Aksi Aurelien Tchouameni di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Prancis (c) AP Photo/Steven Senne

Davide kemudian menyinggung cara Real Madrid membangun permainan setelah kehilangan Kroos. Ia menilai keberadaan Luka Modric dan Kroos sebelumnya membuat Madrid memiliki pemain yang mampu mengirim bola kepada rekan setim yang bergerak ke ruang kosong.

Menurutnya, permainan vertikal tidak cukup hanya mengandalkan pemain cepat. Madrid juga membutuhkan gelandang yang mampu membaca pergerakan dan memberikan umpan pada waktu yang tepat.

"Saya tidak ingin semua yang saya katakan tentang Madrid dianggap sebagai kritik. Tetapi ketika Anda memiliki Modric dan Kroos, bola akan selalu sampai ketika seseorang berlari ke ruang kosong," kata Davide.

"Saya tidak mengatakan para pemain yang mereka miliki sekarang tidak memiliki kemampuan tersebut. Yang saya katakan adalah bahwa untuk bermain secara vertikal, Anda membutuhkan seseorang yang tahu bagaimana menempatkan bola. Bermain vertikal bukan berarti Anda membutuhkan delapan pemain cepat, tetapi juga membutuhkan seseorang yang mampu melepaskan bola kepada mereka. Itu adalah sebuah gagasan tentang bagaimana bermain," tegasnya.

4 dari 5 halaman

Kehilangan Kroos Ubah Dinamika Real Madrid

Davide menilai kehilangan Kroos akhirnya berdampak terhadap keseluruhan gaya bermain Madrid. Situasi tersebut semakin rumit karena klub belum menemukan pemain dengan karakteristik yang benar-benar dapat mengisi peran yang ditinggalkan sang gelandang.

Madrid memiliki sejumlah pilihan di lini tengah seperti Aurelien Tchouameni, Federico Valverde, Eduardo Camavinga, serta Bernardo Silva yang bergabung pada musim panas. Namun, Davide menilai sosok seperti Kroos tetap memiliki karakteristik yang sulit ditemukan di pasar transfer.

"Secara tidak terelakkan, untuk gaya dinamis Real Madrid, kehilangan Toni menjadi sesuatu yang sangat rumit, karena tiba-tiba begitu banyak hal ikut hilang," ujar Davide.

"Ya, Rodri cocok untuk setiap tim di dunia. Namun, dengan atau tanpa Rodri, Real Madrid akan selalu bersaing hingga akhir seperti biasanya," lanjutnya.

Sumber: FotMob

5 dari 5 halaman

Klasemen La Liga


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL