
Bola.net - Leg pertama semifinal Copa del Rey 2022/2023 menghadirkan duel El Clasico Real Madrid vs Barcelona di Santiago Bernabeu, Jumat (3/3/2023) dini hari WIB. Madrid harus mengakui keunggulan Barca dengan skor 0-1.
Babak pertama sebenarnya jadi milik Madrid, tetapi Barcelona yang unggul lebih dulu. Eder Militao melakukan gol bunuh diri di menit ke-26 ketika salah mengantisipasi bola muntah hasil tepisan kiper Thibaut Courtois.
Babak kedua berjalan lebih ketat. Barcelona memilih bertahan rendah untuk menjaga keunggulan, sedangkan Madrid tak punya solusi untuk menyerang.
Hingga laga berakhir, tidak ada lagi gol yang tercipta. Barcelona mengambil keuntungan dengan unggul agregat di laga tandang. Leg kedua akan berlangsung di Camp Nou (6/4/2023).
Sejumlah pelajaran bisa diambil dari laga El Clasico Real Madrid vs Barcelona ini. Berikut ulasan selengkapnya.
Anomali Penguasaan Bola Barcelona

Barcelona mencatatkan anomali pengusaan bola pada laga ini. Barca asuhan Xavi memang datang ke kandang Real Madrid dengan membawa pendekatan permainan cenderung lebih defensif.
Barca mencatatkan pengusaan bola 35,6 persen di pertandingan ini. Angka ini merupakan yang terendah di Barcelona dalam laga resmi sejak era kepelatihan Pep Guardiola.
Sejak dibesut Guardiola pada 2008 silam, Barcelona tercatat sudah melakoni 861 pertandingan dengan pengusaan bola selalu di atas 35,6 persen.
0 Shot On Target Real Madrid

Pendekatan defensif yang dilakukan Barcelona pun sukses besar. Agresivitas para pemain Real Madrid berhasil diredam dengan baik.
Bahkan, rapatnya pertahanan Barcelona membuat Real Madrid tak mampu melepas shot on target sama sekali.
Dari 13 tembakan yang mereka lepaskan, enam tembakan di antaranya melenceng dari sasaran, dan tujuh tembakan lainnya bisa diblok lawan.
Ketajaman yang biasanya diperlihatkan Karim Benzema hingga Vinicius Junior pun di laga ini tak terlihat sama sekali.
Efektivitas Barcelona

Sebaliknya, Barcelona bermain sangat efektif. Tim asuhan Xavi tercatat hanya melepas empat tembakan di sepanjang pertandingan.
Dari empat tembakan tersebut, dua di antaranya tepat sasaran, dan salah satu di antaranya berbuah menjadi gol.
Menariknya, gol tunggal kemenangan Barcelona justru lahir dari bunuh diri Eder Militao yang tidak beruntung ketika bola rebound tembakan Franck Kessie mengenai kakinya.
Ketangguhan Lini Belakang dan Tengah Barcelona

Satu hal yang patut diacungi jempol dari performa Barcelona kali ini adalah tangguhnya para bek dan gelandang mereka.
Di lini belakang, Ronald Araujo, Jules Kounde, dan Marcos Alonso tampil impresif untuk menjinakkan para penyerang Real Madrid.
Sementara itu, tiga gelandang Barcelona, terutama Frenkie de Jong juga bermain apik, sedangkan Kessie berandil dalam proses terciptanya gol dan mendapat satu peluang emas.
Performa Spesial Marcos Alonso

Di antara pemain Barcelona, Marcos Alonso bisa dibilang menjadi sosok dengan performa terbaik di laga ini. Ia tercatat sebagai pemain yang paling banyak melepaskan umpan di kubu Barcelona (68). Akurasinya pun tinggi mencapai 87 persen.
Selain itu, pemain yang diplot jadi bek tengah itu memiliki statistik bertahan yang apik. Ia menjelma seperti tembok pertahann bagi Barcelona.
Alonso mencatatkan total sepuluh kali sapuan. Jumlah itu ditambah dengan jumlah sapuan kepala sebanyak delapan kali. Pemulihan yang dilakukan Alonso juga cukup banyak, mencapai delapan kali.
Jadwal Leg Kedua Semifinal Copa del Rey
Rabu, 5 April 2023
02:00 WIB - Athletic Bilbao vs Osasuna - RCTI, RCTI+
Kamis, 6 April 2023
02:00 WIB - Barcelona vs Real Madrid - RCTI, RCTI+
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Wow, Erling Haaland Minta Sang Agen Carikan Klub Baru?
Liga Inggris 3 Maret 2023, 22:59
-
Agen Khvicha Kvaratskhelia Beberkan Kliennya Adalah Fans Real Madrid!
Liga Italia 3 Maret 2023, 16:53
-
Belum Semusim di City, Agen Haaland Kirim Kode ke Real Madrid?
Liga Inggris 3 Maret 2023, 15:38
-
Barcelona Main Parkir Bus, Ancelotti: Mereka Gak Niat Main!
Lain Lain 3 Maret 2023, 15:29
-
4 Pemain yang Jadi Biang Kerok Kekalahan Real Madrid atas Barcelona
Liga Spanyol 3 Maret 2023, 14:47
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR