
Bola.net - Kekalahan Real Madrid dari Albacete di babak 16 besar Copa del Rey langsung menjadi salah satu kejutan terbesar musim ini. Bukan hanya karena status lawan yang berasal dari kasta kedua, tetapi juga karena hasil itu datang pada momen pergantian pelatih yang sensitif.
Laga ini menandai awal era baru di bawah Alvaro Arbeloa, yang dipercaya menangani tim utama setelah pemecatan Xabi Alonso. Harapannya sederhana: stabilitas dan reaksi cepat. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Di Estadio Carlos Belmonte, Madrid tampil tanpa identitas kuat dan gagal mengendalikan momentum pertandingan. Kekalahan 2-3 tersebut membuka banyak pertanyaan, terutama soal arah taktik dan kesiapan skuad di tangan pelatih baru.
Debut Arbeloa dan Taruhan Besar pada Pemain Muda

Pertandingan melawan Albacete menjadi laga resmi pertama Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala Real Madrid. Ia memilih pendekatan berani dengan menurunkan banyak pemain muda dan pelapis sejak menit awal.
Keputusan itu membuat Madrid kehilangan figur pengontrol permainan di lapangan. Aliran bola sering terputus, sementara koordinasi antarlini terlihat rapuh, terutama saat transisi bertahan.
Meski sempat merespons ketertinggalan lewat gol Franco Mastantuono dan Gonzalo Garcia, Madrid gagal menjaga konsistensi. Dua gol Jefte Betancor di fase akhir laga menegaskan rapuhnya konsentrasi tim tamu.
Albacete, yang hanya berjuang di papan bawah Segunda Division, justru tampil lebih siap secara mental. Mereka disiplin, efektif, dan memanfaatkan setiap celah yang diberikan Madrid.
Masalah Taktik dan Minimnya Kontrol Permainan
Secara statistik, Real Madrid tidak sepenuhnya tertekan. Namun dominasi penguasaan bola tidak diiringi kualitas dalam menciptakan peluang bersih.
Struktur permainan Madrid terlihat belum matang dengan pendekatan baru Arbeloa. Jarak antarlini terlalu renggang, membuat Albacete leluasa menyerang balik dan memanfaatkan situasi bola mati.
Gol pembuka Javi Villar melalui sundulan dari sepak pojok menjadi sinyal awal lemahnya organisasi bertahan Madrid. Masalah itu terus berulang hingga menit akhir pertandingan.
Kekalahan ini menegaskan bahwa rotasi ekstrem tanpa keseimbangan pengalaman bisa menjadi bumerang. Terlebih di kompetisi sistem gugur seperti Copa del Rey, kesalahan kecil langsung berbuah fatal.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BRI Super League: Pemain Asing Baru Arema FC Adalah Teman Lama Vinicius Junior
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 18:54
-
Kualitas Akademi Real Madrid Terlihat: Kalah dari Albacete Tim Peringkat 17
Liga Spanyol 15 Januari 2026, 14:55
-
Debut Buruk Alvaro Arbeloa: Bisa-bisanya Real Madrid Disingkirkan Albacete
Liga Spanyol 15 Januari 2026, 14:40
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR