Debut Buruk Alvaro Arbeloa: Bisa-bisanya Real Madrid Disingkirkan Albacete

Debut Buruk Alvaro Arbeloa: Bisa-bisanya Real Madrid Disingkirkan Albacete
Vinicius Junior dan pelatih kepala Real Madrid Alvaro Arbeloa dalam laga kontra Albacete di babak 16 besar Copa del Rey, 15 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Kekalahan Real Madrid dari Albacete di babak 16 besar Copa del Rey langsung menjadi salah satu kejutan terbesar musim ini. Bukan hanya karena status lawan yang berasal dari kasta kedua, tetapi juga karena hasil itu datang pada momen pergantian pelatih yang sensitif.

Laga ini menandai awal era baru di bawah Alvaro Arbeloa, yang dipercaya menangani tim utama setelah pemecatan Xabi Alonso. Harapannya sederhana: stabilitas dan reaksi cepat. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Di Estadio Carlos Belmonte, Madrid tampil tanpa identitas kuat dan gagal mengendalikan momentum pertandingan. Kekalahan 2-3 tersebut membuka banyak pertanyaan, terutama soal arah taktik dan kesiapan skuad di tangan pelatih baru.

1 dari 2 halaman

Debut Arbeloa dan Taruhan Besar pada Pemain Muda

Reaksi pemain Real Madrid setelah Albacete mencetak gol di laga 16 besar Copa del Rey, 15 Januari 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Reaksi pemain Real Madrid setelah Albacete mencetak gol di laga 16 besar Copa del Rey, 15 Januari 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Pertandingan melawan Albacete menjadi laga resmi pertama Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala Real Madrid. Ia memilih pendekatan berani dengan menurunkan banyak pemain muda dan pelapis sejak menit awal.

Keputusan itu membuat Madrid kehilangan figur pengontrol permainan di lapangan. Aliran bola sering terputus, sementara koordinasi antarlini terlihat rapuh, terutama saat transisi bertahan.

Meski sempat merespons ketertinggalan lewat gol Franco Mastantuono dan Gonzalo Garcia, Madrid gagal menjaga konsistensi. Dua gol Jefte Betancor di fase akhir laga menegaskan rapuhnya konsentrasi tim tamu.

Albacete, yang hanya berjuang di papan bawah Segunda Division, justru tampil lebih siap secara mental. Mereka disiplin, efektif, dan memanfaatkan setiap celah yang diberikan Madrid.

2 dari 2 halaman

Masalah Taktik dan Minimnya Kontrol Permainan

Secara statistik, Real Madrid tidak sepenuhnya tertekan. Namun dominasi penguasaan bola tidak diiringi kualitas dalam menciptakan peluang bersih.

Struktur permainan Madrid terlihat belum matang dengan pendekatan baru Arbeloa. Jarak antarlini terlalu renggang, membuat Albacete leluasa menyerang balik dan memanfaatkan situasi bola mati.

Gol pembuka Javi Villar melalui sundulan dari sepak pojok menjadi sinyal awal lemahnya organisasi bertahan Madrid. Masalah itu terus berulang hingga menit akhir pertandingan.

Kekalahan ini menegaskan bahwa rotasi ekstrem tanpa keseimbangan pengalaman bisa menjadi bumerang. Terlebih di kompetisi sistem gugur seperti Copa del Rey, kesalahan kecil langsung berbuah fatal.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL