
Bola.net - Situasi di ruang ganti Real Madrid disebut sedang jauh dari ideal menjelang laga penentuan melawan Barcelona akhir pekan ini. Kekalahan dari Bayern Munchen di Liga Champions bulan lalu disebut memicu meningkatnya tensi di internal tim.
Sejumlah insiden yang melibatkan pemain senior seperti Kylian Mbappe dan Antonio Rudiger ikut memperburuk suasana. Kondisi tersebut kini menjadi sorotan karena datang di tengah persaingan sengit perebutan gelar La Liga.
Menurut laporan The Athletic, atmosfer yang menaungi skuad utama Madrid sedang dipenuhi ketidakpastian, konflik internal, dan kegelisahan menjelang El Clasico di Camp Nou.
Konflik Rudiger Jadi Awal Ketegangan

Insiden pertama terjadi pada April lalu saat Antonio Rudiger terlibat pertengkaran panas dengan salah satu pemain tim utama di pusat latihan Real Madrid. Beberapa sumber menyebut bek asal Jerman itu menjadi pihak yang memulai konfrontasi.
Situasi tersebut sempat memanaskan ruang ganti sebelum Rudiger akhirnya meminta maaf kepada rekan-rekan setimnya. Pada Jumat lalu, ia bahkan mengundang para pemain beserta keluarga mereka makan siang bersama sebagai bentuk peredaan situasi.
Meski tidak ada hukuman internal yang diberikan kepada Rudiger, insiden tersebut dianggap memperlihatkan kondisi emosional skuad yang sedang tidak stabil. Madrid sendiri memang sedang berada dalam tekanan besar setelah tersingkir dari Liga Champions.
Masalah itu belum sepenuhnya reda ketika konflik lain muncul melibatkan Mbappe beberapa hari kemudian.
Mbappe Berselisih dengan Staf Pelatih

Mbappe disebut terlibat adu mulut dengan salah satu anggota staf pelatih sebelum pertandingan melawan Real Betis pada 24 April. Perselisihan itu terjadi saat sesi latihan internal.
Dalam latihan tersebut, staf pelatih yang bertugas sebagai asisten wasit menyatakan Mbappe berada dalam posisi offside. Penyerang asal Prancis itu kemudian bereaksi dengan marah dan melontarkan kata-kata yang dianggap menghina.
Beberapa pihak di sekitar klub dikabarkan kecewa dengan sikap Mbappe. Tidak sedikit yang mempertanyakan mengapa Madrid dinilai tidak mengambil tindakan lebih tegas terhadap sang pemain.
Kritik terhadap Mbappe juga muncul setelah ia diketahui pergi ke Italia bersama pasangannya ketika sedang menjalani pemulihan cedera hamstring. Di tengah situasi tim yang sedang sulit, keputusan itu memancing reaksi negatif dari sebagian suporter.
Arbeloa Berusaha Redam Polemik

Pelatih Alvaro Arbeloa mencoba mengambil jarak dari polemik yang berkembang. Dalam konferensi pers usai kemenangan atas Espanyol, ia menegaskan bahwa urusan pemain di luar lapangan bukan tanggung jawabnya.
“Di waktu senggang mereka, setiap pemain melakukan apa yang mereka anggap tepat dan saya tidak ikut campur,” ujar Arbeloa.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh program pemulihan pemain cedera berada di bawah pengawasan tim medis klub.
“Semua perencanaan terkait pemain cedera diawasi dan dikelola oleh staf medis Madrid. Mereka yang menentukan kapan pemain harus berada di Valdebebas dan kapan tidak,” lanjutnya.
Meski begitu, laporan yang sama menyebut Arbeloa sebenarnya tidak puas dengan cara klub menangani situasi Mbappe. Pada Selasa pagi, perwakilan Mbappe juga memberikan klarifikasi kepada The Athletic.
“Mengatakan sebagian kritik didasarkan pada interpretasi berlebihan terhadap proses pemulihan yang sepenuhnya diawasi klub, dan itu tidak mencerminkan komitmen serta kerja harian Kylian untuk tim,” demikian pernyataan pihak Mbappe.
Kini perhatian tertuju pada kondisi sang striker jelang El Clasico. Mbappe masih menjalani pemulihan cedera hamstring dan akan kembali diperiksa pada Rabu waktu setempat.
Suasana Ruang Ganti Disebut Tidak Sehat
Sumber-sumber di sekitar klub menggambarkan suasana ruang ganti Madrid saat ini cukup buruk. Konflik yang melibatkan Rudiger dan Mbappe disebut hanya bagian kecil dari masalah yang lebih besar.
Beberapa pemain utama dikabarkan tidak puas dengan situasi internal tim. Selain itu, masa depan sejumlah pemain dan ketidakjelasan posisi Arbeloa musim depan ikut menambah tekanan di dalam skuad.
Arbeloa sendiri disebut bekerja di bawah asumsi bahwa dirinya kemungkinan tidak akan melatih Madrid musim depan. Kondisi itu membuat stabilitas tim semakin terganggu menjelang laga penting melawan Barcelona.
Barcelona hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan gelar juara La Liga. Situasi tersebut membuat tekanan kepada Madrid semakin besar.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Paraguay vs Prancis 5 Juli 2026
Piala Dunia 3 Juli 2026, 20:54
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko 5 Juli 2026
Piala Dunia 3 Juli 2026, 20:49
-
Testimoni Cristiano Ronaldo untuk Luka Modric: Dia Legenda!
Piala Dunia 3 Juli 2026, 20:23
-
Rekap Transfer Persib Hari Ini: 3 Pemain Baru, 9 Resmi Dilepas
Bola Indonesia 3 Juli 2026, 20:12
-
RESMI: Real Madrid Bantah Rumor Transfer Enzo Fernandez dari Chelsea
Liga Spanyol 3 Juli 2026, 20:01
-
Granit Xhaka Pamer Levelnya di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 3 Juli 2026, 19:19
-
Mengintip Tren Social Run, Saat Lari Tak Lagi Sekadar Olahraga
Olahraga Lain-Lain 3 Juli 2026, 19:05
-
Akhir Perjalanan Riyad Mahrez Bersama Aljazair
Piala Dunia 3 Juli 2026, 18:08
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55



















KOMENTAR