
Bola.net - Legenda sepak bola Italia, Fabio Capello, menjadi saksi perubahan yang kini diusung Barcelona. Fabio Capello mengaku tidak pernah melihat Lionel Messi berlari lebih jauh dari saat melawan Juventus.
Barcelona menang saat berjumpa Juventus di matchday kedua Grup G Liga Champions, Kamis (29/10/2020) dini hari WIB. Pada laga di Allianz Stadium, klub asal Catalan menang dengan skor 0-2.
Ousmane Dembele mencetak gol pertama Barcelona pada menit ke-14. Sedangkan, gol kedua lahir dari aksi Lionel Messi pada menit 90+1. La Pulga mencetak gol dari eksekusi penalti.
Juventus sejatinya memberikan perlawanan sengit sebagai tuan rumah. Pasukan Andrea Pirlo, yang tidak diperkuat Cristiano Ronaldo, mencetak tiga gol lewat Alvaro Morata. Namun, semuanya harus dianulir wasit.
Semua Pemain Barcelona Bekerja Keras
Ronald Koeman datang ke Barcelona membawa ide baru. Koeman ingin Blaugrana bekerja lebih keras di sesi latihan dan pertandingan. Koeman juga meminta semua pemain punya tanggung jawab yang sama, termasuk Lionel Messi.
Fabio Capello menjadi saksi bahwa perubahan di tubuh Barcelona itu mulai nampak. Messi dianggap mulai bekerja lebih keras dari yang bisa dilakukan, di luar tugas utamanya untuk membangun serangan.
"Saya melihat Barca yang super dinamis dan agresif, di atas kualitas yang selama ini kita tahu. Saya belum pernah melihat Lionel Messi berlari sejauh ini," kata Fabio Capello dikutip dari Sport.
"Koeman tentu ingin timnya bekerja keras dan tak terkecuali Messi," sambung mantan pelatih timnas Inggris tersebut.
Juventus Beruntung Hanya Kalah 0-2

Fabio Capello memberikan pujian pada aksi Barcelona. Di sisi lain, Fabio Capello justru memberi kritik tajam pada klub yang pernah dilatihnya, Juventus. Dia menilai Juventus beruntung hanya kebobolan dua gol.
"Juventus sangat menderita dan beruntung hasil akhirnya hanya 2-0, meski dua gol itu tidak adil, terutama yang pertama, sebuah bola pantul," kata Fabio Capello.
Bagi Juventus, kekalahan melawan Barcelona menjadi pukulan telak. Sebab, ini adalah kekalahan pertama di era kepelatihan Andrea Pirlo. Sebelum kalah, performa Juventus juga diragukan usai hanya bermain imbang melawan Hellas Verona.
Sumber: Sport
Baca Ini Juga:
- Mengenal 'Koeman Kids': Virgil van Dijk, Zlatan Ibrahimovic, hingga Pedri
- Jadwal Liga Spanyol Pekan ke-8: Real Madrid Jumpa Tim Spesialis Hasil Imbang
- Ambisi Calon Presiden Barcelona: Mempertahankan Messi, Memulangkan Guardiola
- Kabar Baik untuk Barcelona, Marc-Andre Ter Stegen sudah Kembali Berlatih!
- Jejak Emas Line-up La Masia di Barcelona 2012: Ke Mana Mereka Sekarang?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
10 Bek Terbaik Serie A Sepanjang Masa (Bagian 2)
Liga Italia 30 Oktober 2020, 18:24
-
Nganggur di Real Madrid, Juventus Siap Comot Isco
Liga Italia 30 Oktober 2020, 17:00
-
5 Pemain Juventus dengan Nilai Pasar Tertinggi, Nomor 1 Bukan Ronaldo
Editorial 30 Oktober 2020, 15:43
-
Dipecat Juventus, Maurizio Sarri 'Berkhianat' ke Fiorentina?
Liga Italia 30 Oktober 2020, 13:50
LATEST UPDATE
-
AC Milan Cari Bek Baru, Nathan Ake Jadi Peluang atau Sekadar Mimpi?
Liga Italia 6 Januari 2026, 15:28
-
Prediksi West Ham vs Nottingham Forest 7 Januari 2026
Liga Inggris 6 Januari 2026, 15:19
-
Luapan Emosi Gonzalo Garcia Usai Cetak Hattrick di Laga Madrid vs Betis
Liga Spanyol 6 Januari 2026, 14:57
-
Prediksi Pisa vs Como 6 Januari 2026
Liga Italia 6 Januari 2026, 14:43
-
Sebut Wasit Mafia, Fabio Capello Buru-buru Beri Klarifikasi Penting
Liga Italia 6 Januari 2026, 14:13
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
























KOMENTAR