
Bola.net - Real Madrid kini menghadapi sorotan luas setelah berpisah dengan Xabi Alonso. Keputusan ini ternyata bukan tiba-tiba, melainkan akumulasi dari masalah yang sudah muncul sejak awal.
Menurut laporan AS, Alonso merasa proyeknya terhambat karena satu kebutuhan penting yang tidak dipenuhi klub. Ia telah menegaskan prioritasnya sejak awal, namun manajemen tidak menindaklanjuti.
Alonso datang ke Santiago Bernabeu dengan dukungan penuh pada awalnya. Klub memberikan kepercayaan padanya untuk menerapkan ide-ide yang sukses di Bundesliga.
Beberapa pembelian seperti Trent Alexander-Arnold, Dean Huijsen, Alvaro Carreras, dan Franco Mastantuono menunjukkan visi jangka panjang. Namun, proyek jangka panjang Alonso membutuhkan satu elemen kunci yang tidak tersedia.
Janji Awal Alonso

Real Madrid terlihat memberi Alonso kebebasan taktis pada awal kepemimpinannya. Ia diperbolehkan mengimplementasikan sistem yang sudah membawanya sukses di Leverkusen.
Klub membutuhkan pembaruan dan evolusi taktik, dan Alonso dipandang sebagai figur yang tepat untuk membawa perubahan itu. Dukungan awal termasuk beberapa transfer strategis untuk membangun fondasi tim.
Namun, proyek itu mulai kehilangan arah karena satu posisi vital di lini tengah tidak terpenuhi. Alonso sadar bahwa tim memerlukan pengatur permainan yang bisa mengontrol tempo dan menjadi acuan saat penguasaan bola.
Masalah Tanpa Gelandang Jangkar

Alonso mengidentifikasi kebutuhan mendesak akan gelandang jangkar. Ia menilai Martin Zubimendi sebagai pemain yang paling cocok untuk peran tersebut.
Harga Zubimendi diperkirakan antara 60 juta euro hingga 70 juta euro, masih dalam jangkauan Real Madrid. Namun, Arsenal sudah lebih dulu melangkah dalam negosiasi, membuat klub terlambat menindaklanjuti saran Alonso.
Ketidakmampuan klub memenuhi permintaan ini menjadi sumber frustrasi Alonso. Ia tetap menghargai kualitas Aurelien Tchouameni, Eduardo Camavinga, Federico Valverde, dan Jude Bellingham, tetapi tim kekurangan keseimbangan fisik dan posisi yang dibutuhkan untuk menjadi jangkar.
Dampak pada Sistem Tim

Alonso mencoba berbagai solusi untuk menambal kekurangan ini. Namun, tidak ada yang benar-benar memberikan keseimbangan yang ia inginkan di lini tengah.
Secara bertahap, ide awalnya mulai kehilangan kejernihan. Bahkan keyakinannya pada strategi high pressing melemah karena sistem tidak berjalan optimal tanpa profil gelandang jangkar yang tepat.
Kegagalan ini menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat perpisahan Alonso dengan Real Madrid. Klub kehilangan kesempatan untuk mengeksekusi visi jangka panjang yang sudah dirancang oleh pelatih Spanyol itu.
Sumber: Madrid Universal
Klasemen La Liga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jejak Jose Mourinho di Balik Sosok Alvaro Arbeloa Sang Pelatih Real Madrid
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 22:48
-
Ucapan Joan Laporta Terbukti: Kekacauan di Real Madrid dan Akhir Xabi Alonso
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 15:44
-
Kesalahan 60 Juta Euro yang Mempercepat Akhir Proyek Xabi Alonso di Real Madrid
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 15:31
-
Mendieta Nilai Taktik Xabi Alonso Tak Sesuai di Real Madrid
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 15:20
LATEST UPDATE
-
Arsene Wenger Sebut Kylian Mbappe Jadi Kambing Hitam di Real Madrid
Piala Dunia 11 Juni 2026, 08:54
-
Raphinha Yakin Vinicius Junior Bisa Bawa Brasil Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Juni 2026, 08:36
-
Mari Bermimpi Besar, Portugal!
Piala Dunia 11 Juni 2026, 08:29
-
Inggris Tak Lagi Terganggu Cuaca Panas Jelang Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Juni 2026, 08:15
LATEST EDITORIAL
-
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
Editorial 10 Juni 2026, 13:24
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59






















KOMENTAR