
Bola.net - Real Madrid memasuki babak baru setelah menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih, menyusul pemecatan mengejutkan Xabi Alonso. Keputusan ini langsung memantik diskusi luas, terutama soal identitas dan arah sepak bola yang akan dibawa pelatih muda tersebut.
Nama Arbeloa tidak asing di Santiago Bernabeu. Ia adalah sosok ikonik, mantan pemain yang memahami kultur klub, serta figur yang tumbuh dalam lingkungan kompetitif Real Madrid sejak usia muda.
Di tengah berbagai spekulasi, satu topik yang mencuat adalah pengaruh Jose Mourinho terhadap perjalanan karier Arbeloa. Mourinho pernah melatih Real Madrid, dan Arbeloa merupakan salah satu pemain yang berada langsung di bawah kepemimpinannya.
Arbeloa tidak mengelak dari fakta tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa inspirasi tidak berarti peniruan, terutama ketika kini ia mengemban tanggung jawab besar sebagai pelatih utama Los Blancos.
Hubungan dengan Xabi Alonso dan Transisi Sensitif

Penunjukan Arbeloa juga tak lepas dari kedekatannya dengan Xabi Alonso. Keduanya memiliki hubungan personal yang kuat, sehingga muncul spekulasi tentang potensi situasi canggung di ruang ganti maupun internal klub.
Arbeloa menjelaskan bahwa komunikasi dengan Alonso tetap terjaga setelah keputusan perpisahan itu diambil oleh klub. Ia menegaskan bahwa hubungan personal tidak tercampur dengan profesionalisme.
“Setelah saya mengetahui keputusan klub dan Xabi untuk mencapai kesepakatan bersama untuk berpisah, Anda semua tahu hubungan saya dengan Xabi, yang sangat dekat. Tentu saja saya berbicara dengannya setelah itu," ucap Arbeloa.
Pengaruh Mourinho dan Identitas Arbeloa

Jose Mourinho kerap disebut sebagai pengaruh terbesar dalam pembentukan karakter Arbeloa, terutama soal mentalitas, keberanian, dan sikap kompetitif. Arbeloa pun tidak membantah peran penting pelatih asal Portugal itu dalam kariernya.
“Saya belum berbicara dengannya. Bagi saya, merupakan suatu kehormatan untuk dilatih olehnya, seseorang yang memiliki pengaruh besar pada saya," kata Arbeloa.
Namun, Arbeloa dengan tegas menolak anggapan bahwa dirinya akan menjadi versi lain dari Mourinho. Ia menyadari bahwa meniru sepenuhnya sosok besar justru berpotensi menjadi bumerang.
"Saya akan seperti Arbeloa; saya tidak takut gagal, tetapi jika saya mencoba menjadi seperti Mourinho, saya akan gagal secara spektakuler," sambungnya.
Meramu Pengalaman, Membangun Jalan Sendiri

Arbeloa menekankan bahwa sepanjang kariernya, ia belajar dari banyak pelatih besar. Setiap sosok meninggalkan jejak, tetapi tidak ada satu pun yang ia tiru secara utuh.
“Saya telah memiliki banyak pelatih. Mereka sangat penting dalam karier saya, pengaruh yang besar. Anda memiliki cara Anda sendiri dan Anda mengambil yang terbaik dari masing-masing," kata Arbeloa.
Pendekatan ini menjadi fondasi filosofi kepelatihan Arbeloa. Ia ingin meramu pengalaman, bukan menyalin metode, apalagi sekadar membangun narasi kemiripan dengan figur besar masa lalu.
"Banyak yang merupakan legenda, mereka telah memenangkan segalanya dalam sepak bola. Saya berharap saya bisa melakukan setengah sebaik banyak dari mereka," kata pelatih 42 tahun.
Sumber: Football Espana
Baca Ini Juga:
- Ucapan Joan Laporta Terbukti: Kekacauan di Real Madrid dan Akhir Xabi Alonso
- Kesalahan 60 Juta Euro yang Mempercepat Akhir Proyek Xabi Alonso di Real Madrid
- Mendieta Nilai Taktik Xabi Alonso Tak Sesuai di Real Madrid
- 3 Pelajaran yang Bisa Diambil Alvaro Arbeloa dari Kekalahan Real Madrid di Piala Super Spanyol
- Tinggalkan Gaya Alonso, Arbeloa Akan Pakai Model Ancelotti di Real Madrid
- 3 Alasan Utama Real Madrid Berpisah dengan Xabi Alonso
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jejak Jose Mourinho di Balik Sosok Alvaro Arbeloa Sang Pelatih Real Madrid
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 22:48
-
Ucapan Joan Laporta Terbukti: Kekacauan di Real Madrid dan Akhir Xabi Alonso
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 15:44
-
Kesalahan 60 Juta Euro yang Mempercepat Akhir Proyek Xabi Alonso di Real Madrid
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 15:31
-
Mendieta Nilai Taktik Xabi Alonso Tak Sesuai di Real Madrid
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 15:20
LATEST UPDATE
-
Meski Sulit, Crystal Palace Ingin Jegal Manchester United di Old Trafford
Liga Inggris 28 Februari 2026, 22:25
-
Absen Lawan Everton, Lisandro Martinez Bisa Perkuat MU lawan Crystal Palace?
Liga Inggris 28 Februari 2026, 22:14
-
Nonton Live Streaming Barcelona vs Villarreal di Vidio - Liga Spanyol 2025/2026
Liga Spanyol 28 Februari 2026, 21:37
-
Prediksi BRI Super League: Persis Solo vs Persik Kediri 1 Maret 2026
Bola Indonesia 28 Februari 2026, 21:30
-
Nonton Live Streaming Liverpool vs West Ham di Vidio - Liga Inggris 2025/2026
Liga Inggris 28 Februari 2026, 21:19
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Bhayangkara FC 1 Maret 2026
Bola Indonesia 28 Februari 2026, 20:57
-
Assist Sudah, Gol Kapan? Ardon Jashari Bidik Momen Spesial di San Siro Bersama AC Milan
Liga Italia 28 Februari 2026, 20:50
-
Liverpool Diminta Beri Rio Ngumoha Lebih Banyak Menit Bermain
Liga Inggris 28 Februari 2026, 20:14
-
Prediksi Cremonese vs Milan 1 Maret 2026
Liga Italia 28 Februari 2026, 18:30
-
Tempat Menonton Inter vs Genoa: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Italia 28 Februari 2026, 17:31
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
























KOMENTAR