Mempertanyakan Starting XI Real Madrid vs Barcelona di Final Piala Super Spanyol, Apa yang Dipikirkan Alonso?

Mempertanyakan Starting XI Real Madrid vs Barcelona di Final Piala Super Spanyol, Apa yang Dipikirkan Alonso?
Perebutan bola antara bek Barcelona, Alejandro Balde dengan gelandang Real Madrid, Jude Bellingham di Supercopa de Espana, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Bola.net - Kekalahan Real Madrid dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026, Senin (12/1/2026) dini hari WIB, menyisakan banyak pertanyaan terkait susunan pemain. Xabi Alonso membuat keputusan berani dengan tidak menurunkan Kylian Mbappe sejak menit awal.

Di laga yang berakhir 3-2 untuk kemenangan Barcelona itu, kondisi fisik pemain menjadi sorotan utama. Badai cedera yang menghantam Los Blancos sangat mempengaruhi stabilitas permainan tim.

Vinicius Junior yang mencetak gol indah pun harus ditarik keluar sebelum laga usai. Penyerang asal Brasil itu tidak sanggup melanjutkan pertandingan karena masalah fisik.

Alonso akhirnya buka suara mengenai strategi dan kondisi skuadnya usai laga. Ia menjelaskan mengapa bintang-bintang utamanya tidak bisa tampil penuh di Jeddah.

1 dari 4 halaman

Badai Cedera Ganggu Stabilitas Tim

Ekspresi kecewa Kylian Mbappe setelah kalah dalam laga final Piala Super Spanyol, Barcelona vs Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, 12 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Ekspresi kecewa Kylian Mbappe setelah kalah dalam laga final Piala Super Spanyol, Barcelona vs Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, 12 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Alonso mengakui bahwa cedera pemain sangat membatasi pilihan strateginya di lapangan. Situasi ini memaksa manajemen menit bermain yang ketat demi menjaga kebugaran skuad yang tersisa.

Pergantian pemain seperti Federico Valverde dan Dean Huijsen dilakukan karena kebutuhan fisik, bukan sekadar taktik. Cedera benar-benar menjadi musuh utama Madrid dalam persiapan final ini.

"Kami memiliki peluang. Cedera mengondisikan Anda. Pergantian Fede karena cedera," ungkap Alonso.

"Itu bukan kondisi fisik, tetapi cedera, yang memengaruhi distribusi menit bermain kami dan stabilitas kami. Beberapa pemain melakukan upaya besar dan itu terlihat," tambahnya.

2 dari 4 halaman

Kondisi Fisik Vinicius Junior

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga Liga Champions melawan Liverpool di Anfield, Rabu, 5 November 2025. (c) AP Photo/Jon Super

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga Liga Champions melawan Liverpool di Anfield, Rabu, 5 November 2025. (c) AP Photo/Jon Super

Vinicius Junior tampil gemilang dengan mencetak gol solo run yang melewati Jules Kounde. Namun, ia harus diganti pada menit ke-85 meski sedang menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Barca.

Alonso menjelaskan bahwa sang pemain sendiri yang meminta pergantian tersebut. Faktor kelembapan udara dan kram membuat Vini tidak bisa memaksakan diri lebih lama lagi.

"Dia masuk dan melakukannya dengan sangat baik hingga menit ke-85. Dia memiliki dampak besar dan dia tidak tahan lagi karena kelembapan dan kram yang dia alami," terang Alonso.

"Dia meminta untuk diganti. Dia memiliki permainan yang hebat. Dia luar biasa dan golnya spektakuler. Dia adalah ancaman besar," puji sang pelatih.

3 dari 4 halaman

Alasan Mbappe Jadi Cadangan

Keputusan paling mencolok adalah menempatkan Kylian Mbappe di bangku cadangan pada laga sekelas El Clasico. Bintang Prancis itu baru dimasukkan di babak kedua saat tim membutuhkan gol.

Alonso menegaskan bahwa Mbappe belum siap untuk bermain dengan intensitas tinggi sejak awal laga. Rencananya adalah menggunakan Mbappe sebagai "senjata pamungkas" di sisa waktu pertandingan.

"Dia tidak siap untuk memulai pertandingan dari awal dengan intensitas yang akan dia miliki dan lebih baik menggunakannya untuk membuat dampak," jelas Alonso.

"Itulah idenya dan itulah yang kami putuskan," tegas juru taktik asal Spanyol tersebut.

4 dari 4 halaman

Upaya Terakhir yang Gagal

Strategi Alonso sebenarnya hampir berhasil ketika Mbappe dimasukkan untuk mengejar ketertinggalan. Kehadiran eks pemain PSG itu diharapkan bisa mengeksploitasi ruang antar lini Barcelona.

Sayangnya, meski Barcelona bermain dengan 10 orang setelah kartu merah Frenkie de Jong, gol penyeimbang tak kunjung datang. Rencana 20 menit terakhir Madrid tidak berjalan mulus sesuai harapan.

"Dia akan masuk sebelum kami kebobolan untuk skor 3-2. Masih ada 15 atau 20 menit tersisa dan bersamanya kami ingin menciptakan ancaman, mengancam, dan bermain di antara lini atau di ruang kosong," kata Alonso.

"Kami ingin menekan selama 15 atau 20 menit itu dengan perubahan dan energi baru," tutupnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL