Pemain Bukan Mesin, Raphinha Adalah Korban dari Padatnya Kalender Sepak Bola

Pemain Bukan Mesin, Raphinha Adalah Korban dari Padatnya Kalender Sepak Bola
Ekspresi Raphinha usai mencetak gol pertama Barcelona ke gawang Feyenoord, Kamis (10/9/2026) (c) AP Photo/Emilio Morenatti

Bola.net - Raphinha kembali menjadi perhatian setelah mengalami masalah pada paha kanan saat membela Timnas Brasil. Penyerang Barcelona itu mengalami edema otot dan dipulangkan lebih awal untuk menjalani pemulihan di klub.

Cedera tersebut datang ketika Raphinha sedang menjalani awal musim luar biasa bersama Barcelona. Ia mencetak 14 gol dalam delapan pertandingan, termasuk 12 gol di La Liga, setelah Hansi Flick menggesernya ke posisi penyerang tengah.

Masalah Raphinha juga menjadi bagian dari persoalan yang lebih besar. Padatnya kalender, perjalanan internasional, dan bertambahnya pertandingan membuat pemain semakin sering berada dalam situasi yang menguji batas fisik mereka.

1 dari 5 halaman

Raphinha Kembali Terkendala di Jeda Internasional

Raphinha mengalami masalah ketika Brasil menang 4-2 atas Australia pada 29 September 2026. Ia mencetak gol melalui penalti sebelum digantikan pada babak pertama karena merasakan gangguan pada paha kanan.

Pemeriksaan Timnas Brasil menemukan edema otot ringan di bagian belakang paha kanan. Oleh karena itu, Raphinha dilepas dari skuad dan tidak akan tampil dalam pertandingan persahabatan melawan India.

Barcelona kini menunggu pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi pemainnya secara lebih rinci. Situasi tersebut cukup mengkhawatirkan karena Raphinha memiliki riwayat masalah pada area yang sama ketika menjalani tugas internasional sebelumnya.

2 dari 5 halaman

Awal Musim Barcelona Sedang Istimewa

Cedera itu terasa lebih berat bagi Barcelona karena Raphinha sedang menjadi pusat permainan tim. Perubahan posisi menjadi penyerang tengah membuat produktivitasnya meningkat drastis dan membantu Barcelona mengawali musim dengan delapan kemenangan beruntun di semua kompetisi.

Flick menemukan peran baru bagi Raphinha setelah Barcelona kehilangan Robert Lewandowski dan Ferran Torres. Pemain Brasil itu langsung menjawab kepercayaan tersebut dengan catatan 14 gol dari delapan laga resmi.

Barcelona menikmati sepak bola yang mengandalkan kreativitas dan kualitas pemain di lapangan. Para pemain menjadi sumber utama hiburan bagi suporter, sementara tuntutan terhadap mereka terus meningkat seiring bertambahnya pertandingan dalam satu musim.

3 dari 5 halaman

Masalahnya Lebih Besar dari Barcelona

Raphinha bukan satu-satunya pemain yang mengalami masalah kebugaran selama jeda internasional. Kylian Mbappe, Kai Havertz, Cody Gakpo, Alexander Isak, Jamal Musiala, dan sejumlah pemain lain juga mengalami cedera atau gangguan kebugaran dalam periode yang sama.

Liverpool misalnya harus menangani kondisi Isak dan Gakpo setelah keduanya mengalami masalah ketika memperkuat Timnas Swedia dan Belanda. Arsenal juga kehilangan Havertz dari tugas internasional setelah penyerang tersebut mengalami masalah hamstring.

Rangkaian kejadian ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai beban pertandingan pemain. Semakin panjang kalender kompetisi, semakin kecil ruang pemulihan yang tersedia di antara pertandingan klub dan tugas internasional.

4 dari 5 halaman

Pemain Bukan Mesin

Sepak bola memang membutuhkan pemasukan besar untuk menjaga klub, kompetisi, dan pemain tetap berjalan. Akan tetapi, nilai komersial olahraga tidak bisa dipisahkan dari kondisi manusia yang menjadi pusat pertunjukan tersebut.

Mereka bukan mesin yang tak kenal kata lelah.

Kualitas pertandingan juga bergantung pada kemampuan pemain untuk tampil dalam kondisi terbaik. Jika kelelahan dan cedera terus meningkat, kualitas permainan berisiko ikut menurun ketika musim memasuki fase yang lebih padat.

Barcelona akan menghadapi bulan yang menuntut setelah jeda internasional. Flick harus mengatur skuad di tengah kalender yang rapat, sementara Raphinha perlu memastikan proses pemulihannya berjalan tanpa terburu-buru sebelum kembali memperkuat klub.

Sumber: Barca Blaugranes

5 dari 5 halaman

Klasemen


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL