
Bola.net - Raphinha kembali menjadi perhatian setelah mengalami masalah pada paha kanan saat membela Timnas Brasil. Penyerang Barcelona itu mengalami edema otot dan dipulangkan lebih awal untuk menjalani pemulihan di klub.
Cedera tersebut datang ketika Raphinha sedang menjalani awal musim luar biasa bersama Barcelona. Ia mencetak 14 gol dalam delapan pertandingan, termasuk 12 gol di La Liga, setelah Hansi Flick menggesernya ke posisi penyerang tengah.
Masalah Raphinha juga menjadi bagian dari persoalan yang lebih besar. Padatnya kalender, perjalanan internasional, dan bertambahnya pertandingan membuat pemain semakin sering berada dalam situasi yang menguji batas fisik mereka.
Raphinha Kembali Terkendala di Jeda Internasional
Raphinha mengalami masalah ketika Brasil menang 4-2 atas Australia pada 29 September 2026. Ia mencetak gol melalui penalti sebelum digantikan pada babak pertama karena merasakan gangguan pada paha kanan.
Pemeriksaan Timnas Brasil menemukan edema otot ringan di bagian belakang paha kanan. Oleh karena itu, Raphinha dilepas dari skuad dan tidak akan tampil dalam pertandingan persahabatan melawan India.
Barcelona kini menunggu pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi pemainnya secara lebih rinci. Situasi tersebut cukup mengkhawatirkan karena Raphinha memiliki riwayat masalah pada area yang sama ketika menjalani tugas internasional sebelumnya.
Awal Musim Barcelona Sedang Istimewa
Cedera itu terasa lebih berat bagi Barcelona karena Raphinha sedang menjadi pusat permainan tim. Perubahan posisi menjadi penyerang tengah membuat produktivitasnya meningkat drastis dan membantu Barcelona mengawali musim dengan delapan kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Flick menemukan peran baru bagi Raphinha setelah Barcelona kehilangan Robert Lewandowski dan Ferran Torres. Pemain Brasil itu langsung menjawab kepercayaan tersebut dengan catatan 14 gol dari delapan laga resmi.
Barcelona menikmati sepak bola yang mengandalkan kreativitas dan kualitas pemain di lapangan. Para pemain menjadi sumber utama hiburan bagi suporter, sementara tuntutan terhadap mereka terus meningkat seiring bertambahnya pertandingan dalam satu musim.
Masalahnya Lebih Besar dari Barcelona
Raphinha bukan satu-satunya pemain yang mengalami masalah kebugaran selama jeda internasional. Kylian Mbappe, Kai Havertz, Cody Gakpo, Alexander Isak, Jamal Musiala, dan sejumlah pemain lain juga mengalami cedera atau gangguan kebugaran dalam periode yang sama.
Liverpool misalnya harus menangani kondisi Isak dan Gakpo setelah keduanya mengalami masalah ketika memperkuat Timnas Swedia dan Belanda. Arsenal juga kehilangan Havertz dari tugas internasional setelah penyerang tersebut mengalami masalah hamstring.
Rangkaian kejadian ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai beban pertandingan pemain. Semakin panjang kalender kompetisi, semakin kecil ruang pemulihan yang tersedia di antara pertandingan klub dan tugas internasional.
Pemain Bukan Mesin
Sepak bola memang membutuhkan pemasukan besar untuk menjaga klub, kompetisi, dan pemain tetap berjalan. Akan tetapi, nilai komersial olahraga tidak bisa dipisahkan dari kondisi manusia yang menjadi pusat pertunjukan tersebut.
Mereka bukan mesin yang tak kenal kata lelah.
Kualitas pertandingan juga bergantung pada kemampuan pemain untuk tampil dalam kondisi terbaik. Jika kelelahan dan cedera terus meningkat, kualitas permainan berisiko ikut menurun ketika musim memasuki fase yang lebih padat.
Barcelona akan menghadapi bulan yang menuntut setelah jeda internasional. Flick harus mengatur skuad di tengah kalender yang rapat, sementara Raphinha perlu memastikan proses pemulihannya berjalan tanpa terburu-buru sebelum kembali memperkuat klub.
Sumber: Barca Blaugranes
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gabriel Jesus Manfaatkan Jeda Internasional untuk Beradaptasi di Barcelona
Liga Spanyol 1 Oktober 2026, 12:59
-
Opsi-opsi Barcelona Jika Raphinha Harus Menepi
Liga Spanyol 1 Oktober 2026, 12:54
-
Pemain Bukan Mesin, Raphinha Adalah Korban dari Padatnya Kalender Sepak Bola
Liga Spanyol 1 Oktober 2026, 12:20
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR