Bola.net - Kekosongan pelatih kepala di tim nasional Indonesia U-14 dan U-16, membuat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Badan Tim Nasional (BTN) harus segera mencari pengisinya.
Pelatih kepala di Timnas Indonesia U-14 sebelumnya adalah Mundari Karya. Namun, Mundari lebih memilih menjadi klub Persisam Samarinda untuk tampil di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014.
Sedangkan untuk Timnas U-16, pelatih sebelumnya yakni Sutan Harhara. Besar kemungkinan, sebagai penggantinya adalah Daud Joko Ganafianto.
"Karena itu, PSSI dan BTN akan menggelar rapat untuk menentukan komponen pelatih pada Selasa (24/12). Selain U-14 dan U-16, Timnas U-23 juga ikut dibahas. Sebab, Rahmad Darmawan nantinya memilih menangani klub Persebaya Surabaya. Sejauh ini, soal nama-nama kandidat pelatih sudah ada," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Joko Driyono.
"Salah satu nominasi asisten pelatih di Timnas senior, adalah Widodo Cahyono Putro. Sedangkan Timnas U-19, tidak ikut dibahas karena sudah mengontrak Indra Sjafri sebagai pelatih," sambungnya.
Selain Timnas Indonesia U-19 yang sudah memiliki pelatih, dilanjutkan Joko Driyono, hal yang sama terjadi di Timnas Indonesia senior. Yakni, ditangani pelatih asal Austria, Alfred Riedl. [initial]
(esa/pra)
Pelatih kepala di Timnas Indonesia U-14 sebelumnya adalah Mundari Karya. Namun, Mundari lebih memilih menjadi klub Persisam Samarinda untuk tampil di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014.
Sedangkan untuk Timnas U-16, pelatih sebelumnya yakni Sutan Harhara. Besar kemungkinan, sebagai penggantinya adalah Daud Joko Ganafianto.
"Karena itu, PSSI dan BTN akan menggelar rapat untuk menentukan komponen pelatih pada Selasa (24/12). Selain U-14 dan U-16, Timnas U-23 juga ikut dibahas. Sebab, Rahmad Darmawan nantinya memilih menangani klub Persebaya Surabaya. Sejauh ini, soal nama-nama kandidat pelatih sudah ada," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Joko Driyono.
"Salah satu nominasi asisten pelatih di Timnas senior, adalah Widodo Cahyono Putro. Sedangkan Timnas U-19, tidak ikut dibahas karena sudah mengontrak Indra Sjafri sebagai pelatih," sambungnya.
Selain Timnas Indonesia U-19 yang sudah memiliki pelatih, dilanjutkan Joko Driyono, hal yang sama terjadi di Timnas Indonesia senior. Yakni, ditangani pelatih asal Austria, Alfred Riedl. [initial]
Baca juga:
- PSSI Proteksi dan Larang Klub Profesional Dzolimi Pemain
- PSSI Hanya Akui Klub Divisi Utama yang Valid dan Legal
- PSSI Terus Dorong Klub Untuk Lengkapi Berkas Verifikasi
- FIFA Dukung Penuh Program PSSI
- Verifikasi PSSI Dinilai Tak Lebih Dari Pembohongan Publik
- FIFA dan AFC Beri Saran Untuk Perkuat Organisasi PSSI
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ranking FIFA: Indonesia Naik Satu Tingkat
Tim Nasional 19 Desember 2013, 22:18
-
PSSI dan BTN Gelar Rapat Tentukan Komponen Pelatih Timnas
Tim Nasional 19 Desember 2013, 10:36
-
PSSI Proteksi dan Larang Klub Profesional Dzolimi Pemain
Bola Indonesia 18 Desember 2013, 20:45
-
PSSI Hanya Akui Klub Divisi Utama yang Valid dan Legal
Bola Indonesia 18 Desember 2013, 19:10
-
PSSI Terus Dorong Klub Untuk Lengkapi Berkas Verifikasi
Bola Indonesia 17 Desember 2013, 23:13
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR