
Bola.net - Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, memaparkan catatan usai ditahan tim PON Jawa Barat 1-1 di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (27/6) lalu.
Dikatakan Indra, gaya permainan PON Jawa Barat hampir sama dengan Pra PON Jatim dan Timnas Oman. Misalnya saja, seputar motivasi yang dimiliki.
Bahkan Indra menegaskan, para pemainnya mendapatkan pressing ketat mulai dari lini pertahanan hingga barisan depan.
"Meski begitu, kami berhasil keluar dari tekanan. Tim lawan memang menutup lini belakang kita dengan cepat. Itu menyulitkan untuk build up serangan dari bawah. Karena itu, sering terlihat bola-bola panjang ke depan," ungkap Indra Sjafri.
Menurut Indra, skuat Garuda Jaya kerap salah dalam memainkan operan bola. Alhasil, gaya khas mereka terlihat mengalami penurunan dibanding laga-laga sebelumnya.
Lebih jauh dikatakan Indra, jumlah passing pemainnya mengalami penurunan dibanding dalam pertandingan lainnya. Yakni, mencapai 600-700 kali passing setiap laga.
"Karena lawan cepat pressing bola, banyak langsung ke depan. Ini akan menjadi evaluasi kita, banyak passing salah juga. Kami mulai terbiasa mendapatkan lawan yang ngotot, motivasi tinggi, terus menekan dan agresif dari lini pertahanan sendiri. Para pemain harus diharapkan harus bisa improvisasi, cari inisiatif untuk bisa cetak gol," pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Dikatakan Indra, gaya permainan PON Jawa Barat hampir sama dengan Pra PON Jatim dan Timnas Oman. Misalnya saja, seputar motivasi yang dimiliki.
Bahkan Indra menegaskan, para pemainnya mendapatkan pressing ketat mulai dari lini pertahanan hingga barisan depan.
"Meski begitu, kami berhasil keluar dari tekanan. Tim lawan memang menutup lini belakang kita dengan cepat. Itu menyulitkan untuk build up serangan dari bawah. Karena itu, sering terlihat bola-bola panjang ke depan," ungkap Indra Sjafri.
Menurut Indra, skuat Garuda Jaya kerap salah dalam memainkan operan bola. Alhasil, gaya khas mereka terlihat mengalami penurunan dibanding laga-laga sebelumnya.
Lebih jauh dikatakan Indra, jumlah passing pemainnya mengalami penurunan dibanding dalam pertandingan lainnya. Yakni, mencapai 600-700 kali passing setiap laga.
"Karena lawan cepat pressing bola, banyak langsung ke depan. Ini akan menjadi evaluasi kita, banyak passing salah juga. Kami mulai terbiasa mendapatkan lawan yang ngotot, motivasi tinggi, terus menekan dan agresif dari lini pertahanan sendiri. Para pemain harus diharapkan harus bisa improvisasi, cari inisiatif untuk bisa cetak gol," pungkasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
- Ilham Udin dan Al Qomar Liburan di Bandung
- Tur Nusantara Timnas U-19 Berlanjut Hadapi Persik Kediri U-21
- Indra Sjafri Berharap Lawan Uji Coba Bermain Mengandalkan Taktik
- Mizan Berharap Film Garuda 19 Menyamai Sukses Garuda Jaya
- Mathias Muchus Nyaman Dengan Kumis Indra Sjafri
- 'Indra Sjafri' Prediksi Timnas U-19 Ungguli Pra-PON Jabar 3-1
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Indra Sjafri Tak Tertarik Panggil Pemain PON Jabar
Tim Nasional 30 Juni 2014, 17:41
-
Timnas U-19 Ditahan Imbang, Ini Evaluasi Indra Sjafri
Tim Nasional 30 Juni 2014, 17:35
-
Ilham Udin dan Al Qomar Liburan di Bandung
Bolatainment 29 Juni 2014, 17:15
-
Indra Sjafri Berharap Lawan Uji Coba Bermain Mengandalkan Taktik
Tim Nasional 28 Juni 2014, 19:59
-
Tur Nusantara Timnas U-19 Berlanjut Hadapi Persik Kediri U-21
Tim Nasional 28 Juni 2014, 19:40
LATEST UPDATE
-
Eksklusif Match: Persebaya vs Persik Live Streaming di Vidio
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 19:31
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR