
Bola.net - - Penantian Maurizio Sarri untuk meraih gelar juara berakhir pada Kamis (30/5) dini hari WIB di Stadion Olimpia Baku. Chelsea, klub yang dilatihnya, mampu mengalahkan Arsenal dengan skor 4-1 pada final Liga Europa musim 2018/19.
Juara Liga Europa menjadi trofi mayor pertama dalam karir kepelatihan Maurizio Sarri. Dia membutuhkan penantian selama 29 tahun sebelum merengkuh gelar pertama ini. Ya, 29 tahun!
Maurizio Sarri bukan pemain sepak bola yang cemerlang. Dia hanya pemain di level amatir. Sebelum akhirnya menjadi pelatih, dia juga sempat berkarir di perusahaan bank. Karir kepelatihannya dimulai secara merangkak pada tahun 1990, saat melatih Stia.
Perjalanan karir melatih Maurizio Sarri dimulai dari level paling rendah dan terus bergonta-ganti klub. Hingga dia kemudian melatih Pescara yang bermain di Serie B pada tahun 2006. Nama Sarri mulai dikenal, meski di level bawah.
Maurizio Sarri baru diperhitungkan setelah melatih Empoli pada tahun 2012. Dia mampu membawa Empoli promosi ke Serie A. Satu hal menonjol kala itu, gaya bermain Empoli selalu menyerang. Siapa pun lawan yang dihadapi.
Karakter permainan itu membuat Napoli melirik jasa Maurizio Sarri. Sejak tahun 2015, dia melatih Napoli, untuk menggantikan Rafael Benitez. Mulai dari sini, karir Maurizio Sarri sebagai salah satu manajer top di Italia dimulai.
Simak perjalanan karir Maurizio Sarri lebih lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Penantian Panjang Sarri
Maurizio Sarri mampu membawa Napoli menjadi klub papan atas Italia. Klub asal Kota Naples itu secara konsisten menghuni papan atas klasemen, dan beberapa kesempatan merepotkan Juventus yang menjadi penguasa di pentas Serie A.
Sayangnya, kiprah Sarri di Napoli, yang berakhir pada Mei 2018, tidak berakhir dengan raihan gelar juara. Jika ada gelar 'juara' yang diraih, itu adalah gelar Campioni d'Inverno atau gelar juara paruh musim pada 2015/16 yang lalu.
Sarri kemudian pindah ke Chelsea pada awal musim 2018/19, dia menggantikan manajer Antonio Conte, yang juga berasal dari Italia.
Kesempatan pertama Sarri meraih gelar juara datang saat Chelsea melaju ke final Carabao Cup pada Februari 2019 lalu. Hanya saja, The Blues kemudian kalah lewat babak adu penalti dari Manchester City pada laga final.
Dan, akhirnya, setelah menanti selama 29 tahun, Maurizio Sarri mengakhir dahaga raihan gelar juara. Pria berusia 61 tahun membawa Chelsea menjadi juara Liga Europa dengan mengalahkan Arsenal dengan skor 4-1 pada laga final.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sacchi: Sarri di Juventus Akan Jadi Revolusi Besar
Liga Italia 30 Mei 2019, 22:41
-
Skuat Juventus Dapat Bisikan Bakal Dilatih Maurizio Sarri
Liga Italia 30 Mei 2019, 22:05
-
Fabregas: Gabung Real Madrid, Eden Hazard Bisa Raih Ballon d'Or
Liga Inggris 30 Mei 2019, 20:20
-
Koleksi Trofi Pedro Rodriguez Bikin Pemain Mana Pun Iri
Liga Eropa UEFA 30 Mei 2019, 19:54
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Sassuolo vs Juventus - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 6 Januari 2026, 19:45
-
Daftar Pemain Voli Putra Surabaya Samator di Proliga 2026
Voli 6 Januari 2026, 19:31
-
IBL Indonesia 2026 Dimulai 10 Januari 2026, Total Gelar 137 Pertandingan
Basket 6 Januari 2026, 19:15
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 6 Januari 2026, 19:03
-
Menyala Bersama Kanada, John Herdman Dinilai Cocok Nahkodai Timnas Indonesia
Tim Nasional 6 Januari 2026, 18:07
-
Resmi! Chelsea Perkenalkan Liam Rosenior Sebagai Manajer Baru
Liga Inggris 6 Januari 2026, 17:42
-
Live Streaming Lecce vs Roma - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 6 Januari 2026, 17:00
-
AC Milan Cari Bek Baru, Nathan Ake Jadi Peluang atau Sekadar Mimpi?
Liga Italia 6 Januari 2026, 15:28
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
























KOMENTAR