
Bola.net - Bintang muda Eintracht Frankfurt, Can Uzun, tengah mencuri perhatian di awal musim Bundesliga 2025/2026. Ia tidak hanya tampil gemilang, tetapi juga punya seorang mentor yang sangat istimewa di dalam tim.
Setelah melewati musim debut yang cukup sulit, Uzun kini telah bertransformasi menjadi salah satu pemain kunci bagi timnya. Statistik impresifnya di laga-laga pembuka menjadi bukti nyata kebangkitannya.
Sang playmaker muda mengungkapkan bahwa kebangkitannya ini adalah buah dari kerja keras dan kepercayaan penuh dari sang pelatih. Namun lebih dari itu, ia juga berbagi cerita tentang pengalaman berharga belajar langsung dari seorang juara dunia.
Lantas, apa rahasia di balik ledakan performa Can Uzun di awal musim ini? Dan pelajaran apa saja yang ia petik dari sang mentor legendaris, Mario Gotze?
Awal Musim yang Sempurna
Can Uzun sepertinya tidak bisa meminta awal musim yang lebih baik lagi. Ia langsung menjadi motor serangan Eintracht Frankfurt dan membawa timnya menyapu bersih kemenangan di laga-laga awal.
Dengan kontribusi dua gol dan dua assist, ia menjelma menjadi idola baru bagi para pendukung. Uzun juga menyebut gaya main tim yang kini lebih mengandalkan penguasaan bola menjadi salah satu faktor kunci kesuksesan mereka.
"Ya, sejauh ini berjalan dengan sangat baik. Seperti yang Anda katakan, saat ini berjalan sangat baik, dan kami harus terus seperti ini," ujar Uzun.
"Kami sudah menunjukkan banyak hal, dan sepak bola kami berbeda dari tahun lalu; ada lebih banyak penguasaan bola. Kami kehilangan pemain-pemain penting tetapi juga mendapatkan beberapa. Sejauh ini kami bermain bagus dan akan terus melaju," sambungnya.
Kepercayaan Penuh dari Sang Pelatih
Performa gemilang Uzun musim ini sangat kontras dengan apa yang ia alami musim lalu. Setelah melewati periode adaptasi yang menantang, ia kini berhasil menyegel satu tempat di tim utama.
Ia mendedikasikan kebangkitannya ini untuk kerja keras dan hubungannya yang erat dengan pelatih Dino Toppmöller. Kepercayaan yang diberikan sang pelatih, terutama setelah ia pulih dari cedera singkat, menjadi suntikan motivasi yang luar biasa.
"Saya banyak berlatih dan banyak mendengarkannya. Persiapannya luar biasa. Sayangnya, saya sempat cedera singkat, tetapi dia mendukung saya untuk menjadi starter di piala," ungkap Uzun.
"Saya bisa membalas kepercayaannya untuk itu dan saya ingin melanjutkannya bersama. Semoga, saya bisa menunjukkan Can Uzun kepada semua orang," tambahnya.
Menebus Kekecewaan Musim Lalu
Secara terbuka, Uzun mengakui bahwa dirinya tidak puas dengan penampilannya sendiri musim lalu. Ia sadar betul bahwa ia punya potensi lebih besar dari apa yang ia tunjukkan.
Minimnya menit bermain akibat persiaingan ketat di dalam skuad menjadi salah satu alasannya. Kini, setelah mendapatkan lebih banyak kesempatan, ia yakin bisa menampilkan versi terbaik dari dirinya.
"Anda bisa lihat saya tidak sepenuhnya puas dengan diri saya sendiri, karena saya tahu saya bisa tampil lebih baik tahun lalu," akunya.
"Saya tidak banyak bermain, sebagian karena persaingan yang ketat tahun lalu. Meski begitu, ketika saya bermain, saya pikir saya tampil baik, tetapi seperti yang saya katakan, saya tidak bisa sepenuhnya menampilkan Can Uzun yang sebenarnya. Sekarang dengan lebih banyak waktu bermain, saya yakin bisa menunjukkan apa yang saya miliki," jelasnya.
Berguru pada Sang Legenda, Mario Gotze
Selain pelatih, ada satu sosok lain yang memegang peran kunci dalam perkembangan pesat Can Uzun. Ia beruntung bisa menimba ilmu secara langsung dari pahlawan Jerman di Piala Dunia 2014, Mario Gotze.
Uzun memandang Gotze lebih dari sekadar rekan setim. Ia menyebut sang senior sebagai mentor yang aktif memberinya masukan dan saran untuk memperbaiki permainannya.
"Mario adalah seorang legenda, dan ada banyak hal yang bisa Anda pelajari darinya. Dia membantu saya dan memberitahu saya apa yang bisa saya tingkatkan," kata Uzun.
"Seperti yang saya katakan, dia adalah seorang legenda dan Anda bisa belajar banyak darinya. Itulah mengapa merupakan suatu kehormatan bisa bermain bersamanya," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Bayern Munchen vs Hamburg 13 September 2025
Bundesliga 11 September 2025, 12:40
-
Tinggalkan MU, Christian Eriksen Akhirnya Dapat Klub Baru
Bundesliga 11 September 2025, 00:43
-
Nicolas Jackson Dapat Wejangan dari Sadio Mane Sebelum Gabung Bayern Munchen
Bundesliga 8 September 2025, 10:28
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR