
Bola.net - Harry Kane seolah tak pernah bosan mencetak sejarah di Bayern Munchen. Kapten Timnas Inggris ini baru saja menorehkan rekor pribadi yang sensasional jelang pergantian tahun.
Gol penalti larutnya ke gawang Mainz pada Matchday 14 tak hanya menyelamatkan Bayern dari kekalahan perdana di Bundesliga. Gol tersebut juga menggenapkan koleksinya menjadi 50 gol sepanjang tahun kalender 2025.
Ini adalah pertama kalinya striker berusia 32 tahun tersebut menyentuh angka 50 gol untuk klub dalam satu tahun kalender. Sebelumnya pada 2024, ia "hanya" mencetak 39 gol untuk Die Roten.
Capaian fantastis ini membuatnya sejajar dengan legenda klub, Robert Lewandowski. Bomber Polandia itu adalah pemain terakhir yang mencapai milestone tersebut dengan 58 gol pada tahun 2021 silam.
Dominasi Kane di Bundesliga dan Eropa

Dari total 50 gol tersebut, Kane menunjukkan produktivitas mengerikan di kompetisi domestik. Sebanyak 40 gol ia sarangkan di Bundesliga, menjadikannya mimpi buruk bagi pertahanan lawan.
Tak hanya jago kandang, Kane juga tajam di panggung internasional. Ia mencetak enam gol di Liga Champions, tiga di Piala Dunia Antarklub, dan satu di DFB Pokal.
Werder Bremen dan Hoffenheim menjadi korban favorit sang bomber dalam 12 bulan terakhir. Gawang kedua tim tersebut masing-masing dibobol empat kali oleh mantan bintang Tottenham Hotspur ini.
Musim ini saja, Kane sudah mengemas 18 gol hanya dalam 14 penampilan Bundesliga. Catatan ini menyamai rekornya sendiri pada tahap yang sama di musim debutnya 2023/24 lalu.
Lebih Cepat dari Gerd Muller

Statistik Kane semakin mencengangkan jika dibandingkan dengan legenda abadi Bayern, Gerd Muller. Gol ke gawang Mainz hari Minggu lalu adalah gol ke-80 Kane dalam 77 laga Bundesliga untuk klub.
Sebagai perbandingan, Gerd Muller membutuhkan 113 pertandingan untuk mencapai angka 80 gol bagi raksasa Bavaria tersebut. Kane benar-benar berada di level elit dalam urusan mencetak gol.
Dalam wawancara eksklusif, Kane mengaku bangga bisa konsisten di level tertinggi selama bertahun-tahun. Ia merasa berada di puncak kariernya meski sudah menginjak kepala tiga.
"Bagi saya, untuk dianggap elit Anda harus melakukannya dalam jangka waktu yang lama. Hal yang paling membanggakan bagi saya adalah saya mampu melakukannya dalam waktu yang lama," ujar Kane.
Rahasia Konsistensi Kane
Kane mengungkapkan bahwa ia selalu menetapkan target-target kecil dalam setiap blok pertandingan. Hal ini membantunya tetap fokus dan termotivasi untuk terus menjebol gawang lawan.
Meski demikian, ia tidak terobsesi berlebihan pada angka statistik semata. Baginya, kontribusi nyata terhadap permainan tim jauh lebih penting daripada sekadar jumlah gol.
"Musim ini secara konsisten cukup bagus dari sudut pandang mencetak gol. Namun pada akhirnya, ini tentang mengetahui di mana posisi Anda sebagai pemain daripada sekadar angka," jelas Kane.
Sang striker juga menegaskan fisiknya masih sangat prima. Data lari musim ini bahkan menunjukkan ia berlari lebih banyak dari sebelumnya, menepis anggapan bahwa ia mulai melambat karena usia.
Peran Baru yang Dinikmati
Menariknya, Kane musim ini tidak hanya berperan sebagai ujung tombak klasik nomor sembilan. Ia menikmati peran hibrida yang memungkinkannya turun jauh ke lini tengah bahkan membantu pertahanan.
Sistem yang diterapkan pelatih Vincent Kompany memberinya kebebasan lebih. Kane sering terlihat melakukan tekel, blok, dan sapuan layaknya seorang gelandang bertahan di momen-momen tertentu.
"Saya tidak bisa mengatakan apa perannya karena mungkin ini adalah peran hibrida baru yang kita lihat, tapi saya menyukainya. Secara defensif, saya merasa bisa banyak membantu tim," pungkas Kane.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tembus 50 Gol Setahun, Harry Kane Bongkar Rahasia Menggila di Usia 32 Tahun
Bundesliga 18 Desember 2025, 13:47
-
Nyaris Dipermalukan Juru Kunci! Penalti Harry Kane Selamatkan Bayern Munchen
Bundesliga 15 Desember 2025, 10:48
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
-
Club Brugge yang Kuat di Kandang, Atletico Madrid yang Berpengalaman di Fase Gugur
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:29
-
Inter Milan Punya Nama Besar, tapi Bodo/Glimt Bukan Sekadar Penggembira
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:01
-
Rekor Buruk Qarabag FK, Performa Stabil Newcastle
Liga Champions 17 Februari 2026, 15:34
-
Jose Mourinho Siapkan 'Kejutan' untuk Real Madrid
Liga Champions 17 Februari 2026, 14:52
-
'Kami Ingin Menang Karena Kami Juventus'
Liga Champions 17 Februari 2026, 13:22
-
Tekad Juventus untuk Main Berani dan Mengejar Kemenangan di Markas Galatasaray
Liga Champions 17 Februari 2026, 13:15
-
Galatasaray Sudah Siap untuk Laga yang Sangat Sulit Kontra Juventus
Liga Champions 17 Februari 2026, 13:05
-
Prediksi Wolves vs Arsenal 19 Februari 2026
Liga Inggris 17 Februari 2026, 12:16
-
Prediksi Milan vs Como 19 Februari 2026
Liga Italia 17 Februari 2026, 11:34
-
Prediksi Olympiacos vs Leverkusen 19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 11:16
-
Prediksi Club Brugge vs Atletico Madrid 19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 11:02
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
























KOMENTAR