
Bola.net - - Juventus menghadapi tugas berat di perempat final Liga Champions 2018/19. Mereka harus melawan Ajax Amsterdam, tim yang sudah menyingkirkan Real Madrid. Tentu Juve tidak boleh meremehkan tim sekelas Ajax.
Liga Champions musim ini memang penuh kejutan. Ajax mampu menyingkirkan sang juara bertahan, Real Madrid. Manchester United juga mampu mengeleminasi PSG. Kejutan-kejutan ini memang khas Liga Champions.
Di perempat final nanti, kejutan serupa diyakini tidak akan hilang. Tim-tim seperti Ajax atau Porto bisa saja membuat kejutan. Sebab itu Juventus harus berhati-hati ketika menghadapi Ajax nanti dalam format dua leg.
Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Kejutan Ajax
Mantan pemain timnas Prancis, Frank Leboeuf meyakini Ajax bisa jadi kuda hitam di Liga Champions musim ini. Dia percaya kekuatan Ajax yang sekarang sudah lebih dari cukup untuk menyingkirkan tim seperti Juventus.
"Saya kira Juventus memainkan leg kedua [16 besar] yang brilian saat melawan Atletico Madrid tetapi mereka dihajar di leg pertama oleh Atleti," ungkap Leboeuf kepada ESPN FC.
"Saya sangat menyukai Ajax dengan cara mereka bermain. Mereka sangat yakin pada gaya sepak bola yang mereka terapkan dan mereka sangat muda, jadi mereka bisa sedikit edan."
Menyingkirkan Juve
Pendapat Leboeuf itu bukan berarti Ajax bisa menyingkirkan Juve dengan mudah. Dia mengaki tugas itu sangat sulit, tapi dia yakin Ajax punya peluang melakukannya. Yang terpenting adalah keyakinan para pemain.
"Mereka sungguh berpikir bahwa mereka bisa melaju lebih jauh dan saya ingin memberikan kesempatan itu pada mereka. Mereka pernah melakukannya dahulu, dan saya pikir tim yang sekarang bisa mencapai sesuatu bersama-sama," imbuh dia.
"Mereka akan memberikan yang terbaik saat melawan tim-tim besar, seperti yang terjadi dahulu."
"Tentu saja itu akan sulit, tetapi saya hanya yakin mereka bisa mengalahkan Juventus," tandasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Selebrasi Tidak Senonoh, UEFA Akhirnya Hanya Denda Ronaldo
Liga Champions 21 Maret 2019, 23:27
-
Marchisio: Ronaldo Punya Tubuh yang Tidak Biasa
Liga Italia 21 Maret 2019, 18:17
-
Marchisio Jadi Sedih Lihat Nasib Dybala
Liga Italia 21 Maret 2019, 17:47
-
Marchisio: Akan Salah untuk Bertahan di Juventus
Liga Italia 21 Maret 2019, 17:15
-
Dua Kali Marchisio Tolak Pinangan Milan Demi Cintanya Pada Juventus
Liga Italia 21 Maret 2019, 16:46
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 19:59
-
9 Laga Tanpa Gol, Paceklik Mohamed Salah Warnai Kemenangan Tipis Liverpool
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:54
-
Proliga 2026: Jakarta Livin Mandiri Tersenyum di Sentul, Penentuan Terakhir Menanti
Voli 23 Februari 2026, 19:41
-
Dua Gol Viktor Gyokeres yang Menjawab Keraguan
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:24
-
Harry Maguire dan Taruhan Besar Manchester United di Era Baru
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:56
-
Prediksi Susunan Pemain Manchester United vs Everton: Mbeumo Starter, Sesko Disimpan?
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:30
-
Tak Banyak Bicara, Michael Carrick Bawa Ketenangan ke Manchester United
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:28
-
Jadi Salah Satu Favorit Juara, Alex Marquez Merasa Lebih Siap Buru Gelar Dunia MotoGP 2026
Otomotif 23 Februari 2026, 18:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR