
Bola.net - Arsene Wenger memberikan pandangannya jelang leg kedua semifinal Liga Champions antara Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG). Menurut mantan pelatih The Gunners itu, Arsenal punya keunggulan mental dibanding PSG.
PSG memang unggul agregat 1-0 setelah menang di Emirates Stadium berkat gol cepat Ousmane Dembele. Meski demikian, Wenger menilai tekanan justru ada di kubu tuan rumah pada laga penentuan di Parc des Princes pada Kamis (8/5) nanti.
Arsenal sendiri tengah dalam tren negatif dengan tiga laga terakhir tanpa kemenangan. Namun, mereka diyakini akan tampil menyerang untuk membalikkan keadaan di Paris.
PSG pernah dikalahkan Arsenal 2-0 pada fase grup musim ini. Saat itu, Dembele absen karena alasan disiplin yang ditegakkan oleh pelatih Luis Enrique.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Keunggulan Mental Arsenal

Menurut Wenger, Arsenal memiliki keunggulan mental yang signifikan dalam leg kedua. Mereka tidak perlu memikirkan strategi rumit karena tujuannya jelas: mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Tekanan mental lebih besar ada di pihak PSG yang harus menentukan strategi yang tepat.
"Keuntungan bagi Arsenal adalah masalah mentalnya mudah. Mereka harus bermain dan menang," ujar Wenger.
Hal ini berbeda dengan PSG yang harus memilih antara bermain menyerang atau bertahan. Keputusan ini akan sangat menentukan, karena bermain bertahan bisa dianggap bertentangan dengan DNA tim PSG yang biasanya bermain menyerang.
Dilema Strategi PSG

Wenger memprediksi bahwa Luis Enrique akan menghadapi dilema dalam menentukan strategi PSG di leg kedua. Ia harus memutuskan apakah akan bermain menyerang untuk mengamankan kemenangan atau bermain bertahan untuk melindungi keunggulan tipis mereka.
"Masalah mental bagi PSG adalah: apakah kita bermain untuk memenangkan pertandingan ini atau kita bermain untuk melindungi keunggulan kita dan membuat mereka bermain dengan serangan balik, mengetahui bahwa Anda harus sangat jelas dalam pesan Anda kepada tim," ujar Wenger.
Keputusan untuk bermain bertahan, menurut Wenger, bisa berisiko karena bertentangan dengan gaya bermain PSG yang biasanya menyerang. Oleh karena itu, Luis Enrique harus memastikan semua pemainnya sejalan dengan strategi yang dipilih.
"Luis Enrique sudah mengatakan bahwa mereka masih punya satu pertandingan lagi untuk dimenangkan, dan saya percaya, dengan final di depan mata dan mereka bermain di kandang, akan sangat sulit bagi mereka untuk bersikap pasif," tambahnya.
Hasil dan Jadwal Semifinal Liga Champions

Leg 1
Rabu, 30 April 2025
02:00 WIB Arsenal 0-1 PSG
Kamis, 1 Mei 2025
02:00 WIB Barcelona 3-3 Inter Milan
Leg 2
Rabu, 7 Mei 2025
02:00 WIB Inter Milan vs Barcelona
Kamis, 8 Mei 2025
02:00 WIB PSG vs Arsenal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arsenal dan PSG Kompak Kalah Jelang Duel Liga Champions
Liga Champions 4 Mei 2025, 02:16
LATEST UPDATE
-
Ketika Ruben Amorim Merasa Dikhianati Manajemen MU Soal Transfer Pemain
Liga Inggris 5 Januari 2026, 08:05
-
Man of the Match Inter Milan vs Bologna: Lautaro Martinez
Liga Italia 5 Januari 2026, 05:25
-
Man of the Match Man City vs Chelsea: Enzo Fernandez
Liga Inggris 5 Januari 2026, 04:24
-
Man of the Match Fulham vs Liverpool: Harry Wilson
Liga Inggris 5 Januari 2026, 03:54
-
Man of the Match Real Madrid vs Real Betis: Gonzalo Garcia
Liga Spanyol 5 Januari 2026, 00:24
-
Man of the Match Leeds United vs Manchester United: Matheus Cunha
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:44
-
Hasil Leeds vs Man Utd: Saling Serang di Elland Road Berakhir Imbang 1-1
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:31
-
Hasil Bali United vs Arema FC: Kalah Lagi, Tren Negatif Singo Edan Berlanjut
Bola Indonesia 4 Januari 2026, 21:05
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43
























KOMENTAR