Bola.net - - Mantan pemain Arsenal Martin Keown mengkritik performa Romelu Lukaku saat Manchester United menyerah 0-1 dari Juventus di laga fase grup Liga Champions 2018/19, Rabu (24/10) kemarin. Dia menilai pergerakan Lukaku sangat buruk.
Keown memang tak bisa menyalahkan Lukaku seorang atas kekalahan MU. Sebab taktik Jose Mourinho memang terkadang tak bisa dinikmati oleh pemainnya.
Namun, Keown menilai pemain profesional harus siap melakukan perintah pelatih, meski perintah itu tidak dia sukai. Hal inilah yang belum tampak pada permainan Lukaku di laga tersebut.
Keown percaya Lukaku harus belajar dari Cristiano Ronaldo. Baca penjelasan selengkapnya di bawah ini:
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Berjuang
Menurut Keown, pemain profesional harus siap melakukan apa pun. Dia percaya Lukaku seharusnya membiasakan diri menerima perintah Mourinho meski terkadang tidak dia sukai.
"Saya merasa bersimpati pada Lukaku. Dia memang tak bisa disalahkan sendiri atas kekalahan MU. Jose Mourinho memilih taktik yang salah dan timnya sungguh tampak tak siap melawan juara Italia itu [Juventus]," buka Keown di Daily Mail.
"Namun pada masa seperti ini, sebagai pemain anda harus menyingsingkan lengan dan bersiap mati untuk alasan ini."
"Anda harus mengatakan pada diri anda sendiri 'saya mungkin tak percaya pada taktik ini tetapi saya akan bertarung, berjuang dan membuat lawan saya sangat tidak nyaman'," sambung dia.
Perbandingan dengan Ronaldo

Lebih lanjut, Keown juga menilai Lukaku seharusnya berani bergerak lebih bebas di lapangan, seperti yang dilakukan Cristiano Ronaldo. Lukaku terlalu terpaku pada posisinya dan hal ini membuat permainan MU kurang berkembang.
"Bandingkan pergerakan Lukaku dengan Cristiano Ronaldo. Penyerang Juventus itu memulai laga di sisi kiri tetapi dia sering berada di tengah. Dengan MU, semuanya tampak kaku dan terpaku. Semua pemain terisolasi."
"Lukaku terlihat seperti petugas lalu lintas ketika dia menunjuk rekan setimnya untuk memberi tahu mereka ke mana harus pergi tetapi dia tak mau bergerak sendiri," sambungnya.
"Ketika bek sayap MU menyerang, Lukaku tidak mendekati mereka untuk membuat kombinasi."
Berita Video
Berita video gol-gol Timnas Indonesia U-19 pada fase grup A di Piala AFC U-19 2018 yang mengantarkan mereka ke babak perempat final.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lippi Percaya Juventus Bisa Treble Musim Ini
Liga Champions 25 Oktober 2018, 23:00
-
Universitas Harvard Siap Sambut Kedatangan Chiellini dan Bonucci
Liga Champions 25 Oktober 2018, 22:30
-
Paulo Dybala Tolak Pinangan Real Madrid
Liga Italia 25 Oktober 2018, 19:00
-
Toni Kroos: Ronaldo Sudah Jadi Masa Lalu di Real Madrid
Liga Spanyol 25 Oktober 2018, 16:40
-
Manchester City Pertimbangkan Rekrut Alex Sandro
Liga Inggris 25 Oktober 2018, 15:00
LATEST UPDATE
-
Gol Dianulir, Penalti Dibatalkan, Napoli Murka: Ini Memalukan!
Liga Italia 23 Februari 2026, 08:27
-
Drama Mac Allister di Menit 90+7: Liverpool Pecahkan Rekor Gol Larut Premier League
Liga Inggris 23 Februari 2026, 08:15
-
Inspirasi Kemenangan Arsenal itu Bernama Victor Gyokeres
Liga Inggris 23 Februari 2026, 08:01
-
Nasib Sial AC Milan di San Siro
Liga Italia 23 Februari 2026, 06:12
-
Runtuhnya Rekor Unbeaten AC Milan di Tangan Parma
Liga Italia 23 Februari 2026, 06:09
-
Rapor Pemain Barcelona vs Levante: Cancelo Gemilang, De Jong Memukau
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 05:31
-
Marah-Marah Saat Diganti, Lamine Yamal Malah Dapat Pujian dari Hansi Flick
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 05:26
-
Liverpool Menang Sih, Tapi Memang Main Buruk Lawan Nottingham Forest
Liga Inggris 23 Februari 2026, 05:18
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR