Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya

Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Reaksi kecewa kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma usai gawangnya dibobol pemain Bodo Glimt di Liga Champions. (c) Fredrik Varfjell/NTB via AP

Bola.net - Manchester City kembali menelan hasil mengecewakan setelah kalah 1-3 dari Bodo/Glimt di Liga Champions. Kekalahan di Lingkar Arktik itu memperpanjang periode sulit tim asuhan Pep Guardiola.

Hasil ini datang di tengah penurunan performa domestik City. Harapan mempertahankan gelar Premier League ikut terpukul setelah empat laga beruntun tanpa kemenangan, termasuk kekalahan derby dari Manchester United.

Situasi tersebut membuat posisi City di Eropa kian genting. Peluang lolos otomatis ke babak 16 besar kini bergantung pada laga terakhir fase liga melawan Galatasaray pekan depan.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

Kekalahan yang Memperdalam Masalah City

Rodri mendapat kartu merah dari wasit Sven Jablonski dalam laga Liga Champions antara Bodo/Glimt vs Manchester City di Norwegia, 21 Januari 2026 (c) Fredrik Varfjell/NTB via AP

Rodri mendapat kartu merah dari wasit Sven Jablonski dalam laga Liga Champions antara Bodo/Glimt vs Manchester City di Norwegia, 21 Januari 2026 (c) Fredrik Varfjell/NTB via AP

City datang ke Norwegia dengan kondisi pincang. Banyak pemain absen, sementara Rodri harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah dalam pertandingan tersebut.

Guardiola menegaskan bahwa sejak pergantian tahun, banyak hal berjalan tidak menguntungkan bagi timnya. Ia juga menolak anggapan bahwa City meremehkan kekuatan tuan rumah.

“Semuanya mulai berjalan melawan kami sejak tahun baru, dalam banyak hal. Saya tahu betapa bagusnya Bodo. Saya tidak meremehkan mereka. Mereka mencapai semifinal Liga Europa musim lalu dan itu masih segar dalam ingatan saya.”

Ia menyoroti ketidakhadiran pemain-pemain penting yang biasanya memberi stabilitas. Menurutnya, kondisi itu membuat tim kembali terlihat rapuh seperti pada periode tertentu musim lalu.

“Kami tiba di beberapa sektor tanpa pemain penting yang memberi konsistensi kepada tim. Mereka sedikit rapuh, seperti musim lalu pada periode tertentu.”

2 dari 3 halaman

Guardiola Desak Perubahan Cepat

Penyerang Manchester City, Erling Haaland saat beraksi melawan Bodo/Glimt di Liga Champions, 21 Januari 2026. (c) Fredrik Varfjell/NTB via AP

Penyerang Manchester City, Erling Haaland saat beraksi melawan Bodo/Glimt di Liga Champions, 21 Januari 2026. (c) Fredrik Varfjell/NTB via AP

Meski kalah, Guardiola menilai perjuangan para pemain tetap terlihat, termasuk saat City bermain dengan 10 orang. Namun, ia menekankan urgensi untuk segera bangkit.

“Bagaimana mereka bertarung dengan 10 melawan 11, banyak pemain melangkah maju, tetapi kami harus mengubah dinamika dengan cepat untuk pertandingan berikutnya melawan Wolves dan setelah itu laga terakhir melawan Galatasaray.”

Sepanjang 2026, kemenangan City baru datang dari ajang piala domestik melawan Exeter dan Newcastle. Di Norwegia, mereka bahkan harus tampil tanpa 11 pemain senior karena cedera, sakit, skorsing, dan status tidak memenuhi syarat.

Guardiola mengakui laga melawan Bodo/Glimt sejatinya menjadi peluang besar yang terbuang.

“Itu adalah kesempatan luar biasa bagi kami dan perasaannya adalah bahwa segala sesuatu yang bisa berjalan salah, memang berjalan salah dalam banyak detail. Itu fakta dan Anda harus mencoba mengubahnya.”

3 dari 3 halaman

Jalannya Laga dan Sikap pada Rodri

Guardiola menolak anggapan bahwa City tampil datar. Ia justru memberi kredit penuh kepada permainan lawan.

“Saya tidak setuju. Bodo benar-benar bagus dan kami memberi selamat kepada mereka. Kami tidak bisa mengatakan hal lain.”

Skor akhir bahkan dinilai lebih menguntungkan City. Dua gol cepat Kasper Hogh di babak pertama dan gol indah Jens Petter Hauge setelah jeda membuat tuan rumah dominan. Rayan Cherki sempat memperkecil skor, tetapi kartu merah Rodri mengakhiri peluang kebangkitan.

City beruntung tidak kebobolan lagi setelah satu gol Hogh dianulir dan tendangan Hauge membentur mistar. Meski demikian, Guardiola memilih tidak mengkritik Rodri yang masih berjuang kembali ke performa terbaik usai cedera lutut serius musim lalu.

“Itu situasi yang sulit. Kami kehilangan bola. Kami membuat transisi, tetapi mereka cepat dan terkadang Anda bereaksi.”


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL