
Bola.net - Manchester City gagal menemukan pelipur lara setelah kekalahan derby akhir pekan lalu. Bertandang ke Lingkar Arktik, pasukan Pep Guardiola justru dipermalukan tuan rumah Bodo/Glimt dengan skor 1-3.
Bagi City, ini bukan sekadar kekalahan tandang. Permainan terbuka, kartu merah Rodri, dan rapuhnya lini belakang menyingkap persoalan yang kian sulit disembunyikan.
Sementara bagi Bodo/Glimt, kemenangan ini menandai sejarah: kemenangan pertama klub Norwegia itu di panggung Champions League, diraih dengan gaya menyerang yang berani dan efektif.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Bodo/Glimt Tampil Tanpa Beban, City Terpukul Sejak Awal

Sejak peluit awal, Bodo/Glimt menunjukkan keberanian yang jarang terlihat dari tim debutan di Liga Champions. Tempo tinggi dan keberanian menyerang membuat City kesulitan mengontrol permainan di babak pertama yang berlangsung terbuka.
Tekanan itu berbuah dua gol cepat sebelum jeda. Penyerang Denmark Kasper Hogh memanfaatkan celah di lini belakang City untuk membawa tuan rumah unggul 2-0, skor yang mencerminkan jalannya laga.
Alih-alih menurunkan intensitas, Glimt justru terus menekan selepas turun minum. Gol ketiga lewat Jens Petter Hauge, sebuah penyelesaian berkelas dari situasi terbuka, semakin menegaskan dominasi mereka malam itu.
Malam Sulit Lini Belakang City dan Alasan Datangnya Marc Guehi

Dua laga terakhir menyoroti alasan City bergerak cepat mendatangkan Marc Guehi dari Crystal Palace. Bek muda Max Alleyne, yang sebelumnya sempat menuai pujian, menjalani dua pertandingan yang berat.
Di derby Manchester, Alleyne ditarik keluar saat jeda. Di Norwegia, ia kembali terlibat langsung dalam dua gol cepat Glimt di babak pertama, kesalahan yang datang beruntun dan sulit ditoleransi di level tertinggi.
Kehilangan Ruben Dias dan Josko Gvardiol secara bersamaan akibat cedera memperparah situasi. Guardiola mengakui ia terus memainkan Dias karena karakter kepemimpinannya, namun dengan beban belajar yang masih besar di sekelilingnya.
Guehi diharapkan segera membentuk duet solid bersama Abdukodir Khusanov, meski waktu adaptasi menjadi kemewahan yang tidak dimiliki City saat ini.
Rodri, Kartu Merah, dan Proses Comeback yang Belum Tuntas
Nama Rodri kembali menjadi sorotan, kali ini bukan karena dominasinya. City mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah sang gelandang menerima dua kartu kuning hanya dalam 58 detik di babak kedua.
Secara taktik, City terlalu bergantung pada Rodri untuk membersihkan serangan balik saat pemain lain didorong naik. Masalahnya, ia masih terlihat berkarat dalam proses comeback dari cedera ACL serius yang dialaminya awal musim lalu.
Guardiola sebelumnya menegaskan Rodri baru akan benar-benar pulih penuh mendekati World Cup pertengahan tahun. Hingga saat itu, performanya yang belum stabil menjadi salah satu faktor di balik rentetan hasil mengkhawatirkan City dalam beberapa hari terakhir.
Serangan Mandek dan Ketergantungan yang Kembali Terasa
Masalah City tidak berhenti di lini belakang. Penurunan ketajaman di lini depan terasa kontras dibandingkan progres akhir tahun lalu, ketika beban gol tak lagi sepenuhnya bertumpu pada Erling Haaland.
Dalam kekalahan ini, hanya Rayan Cherki yang memberi secercah harapan. Golnya pada menit ke-60, hasil kerja cerdas Nico O’Reilly, sempat membuka peluang kebangkitan sebelum kartu merah Rodri mematahkan momentum.
Di sisi lain, Phil Foden kembali melewati laga tanpa dampak berarti, sementara Tijjani Reijnders tampak kehilangan pengaruh yang sempat ia tunjukkan sebelum Natal.
Haaland sendiri menjalani malam yang frustrasi di tanah kelahirannya, melewatkan dua peluang emas di babak pertama dan terlihat kehabisan energi.
City dalam Tekanan, Glimt Menorehkan Sejarah
Kemenangan 3-1 ini sejatinya bisa lebih besar bagi Glimt. Dua gol dianulir karena offside, satu tembakan membentur mistar, dan dua penyelamatan gemilang Gianluigi Donnarumma menahan skor agar tidak semakin mencolok.
Bagi City, kekalahan ini mempertegas status mereka sebagai tim yang masih dalam proses. Saat gol-gol Haaland mengering dan kesalahan muncul di belakang, solusi belum juga ditemukan.
Sebaliknya, bagi Bodo/Glimt, malam di Lingkar Arktik ini akan dikenang lama. Tanpa rasa gentar, mereka membuktikan bahwa keberanian dan organisasi bisa meruntuhkan raksasa Eropa, bahkan di panggung terbesar.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Gagal Menang Lawan 10 Pemain, Conte Minta Napoli Rasakan Sakitnya Kegagalan
- Lawan 10 Pemain Cuma Bisa Seri, McTominay Semprot Skuad Napoli: Harusnya Menang Mudah!
- Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
- Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
- Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:34

-
Habis Dihajar MU, Terbitlah Bodo/Glimt: Apa Kata Pep Guardiola?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:19
-
Manchester City Kalah Lagi, Erling Haaland: Maaf, Ini karena Salah Saya!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:05
-
Manchester City Tersungkur di Norwegia: Bodo/Glimt Bongkar Masalah Besar Guardiola
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:15
LATEST UPDATE
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:34

-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Malam Gemilang Vinicius Junior, Bungkam Siulan Bernabeu
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:17
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
-
Bangkit dari Cemoohan Madridista, Kamu Luar Biasa Vini Jr!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:48
-
Selebrasi Unik Jude Bellingham: Gestur Minum di Bernabeu, Respons Kritik Fans?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:47
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:45
-
Sesumbar Alvaro Arbeloa: Real Madrid Favorit Juara Liga Champions Musim 2025/2026!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:29
-
Arsenal Tak Terbendung, Inter Terpuruk di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:24
-
Habis Dihajar MU, Terbitlah Bodo/Glimt: Apa Kata Pep Guardiola?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:19
-
Arsenal Kalahkan Inter Milan di San Siro, Mikel Merino: Mantap betul!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:16
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





















KOMENTAR