
Bola.net - Final Liga Champions 2025/2026 antara PSG dan Arsenal di Puskas Arena berlangsung penuh drama. Salah satu momen yang paling banyak dibahas terjadi pada babak extra time.
Cristhian Mosquera menjatuhkan Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak penalti Arsenal. Wasit Daniel Siebert langsung menunjuk titik putih untuk PSG.
Keputusan itu memicu perdebatan karena Mosquera sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning. Banyak pihak menilai bek Arsenal tersebut seharusnya menerima kartu kuning kedua.
Namun, wasit memilih tidak mengusir Mosquera dari lapangan. Keputusan itu ternyata memiliki dasar yang kuat dalam aturan sepak bola modern.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Mengapa Mosquera Tidak Mendapat Kartu Kuning Kedua?

Insiden terjadi saat Kvaratskhelia melakukan penetrasi ke area penalti Arsenal. Mosquera terlambat melakukan antisipasi dan membuat pemain PSG itu terjatuh.
PSG kemudian mendapatkan penalti dan berhasil memanfaatkannya menjadi gol. Namun, perhatian publik lebih banyak tertuju pada keputusan wasit yang tidak memberikan kartu kedua kepada Mosquera.
Mantan wasit Premier League, Graham Scott, menjelaskan bahwa pelanggaran tersebut memang layak menghasilkan penalti. Akan tetapi, tindakan Mosquera dinilai tidak cukup keras untuk dianggap sebagai pelanggaran sembrono.
“Itu jelas penalti untuk PSG dan mereka punya alasan kuat untuk memberikan kartu kuning kedua kepada Mosquera. Namun, itu lebih ceroboh dan tidak hati-hati daripada sembrono, dan masih ada serangan menjanjikan berupa penalti,” jelas Scott pada The Athletic.
Aturan Double Jeopardy Jadi Faktor Penting

Dalam sepak bola modern terdapat aturan yang dikenal sebagai "double jeopardy". Aturan ini dibuat untuk menghindari hukuman berlapis yang dianggap terlalu berat bagi pemain bertahan.
Jika seorang pemain bertahan melakukan upaya yang wajar untuk memainkan bola di dalam kotak penalti, maka hukuman penalti sering kali dianggap sudah cukup. Dalam kondisi seperti itu, kartu tambahan tidak selalu diberikan.
Mosquera dinilai masih berusaha merebut bola ketika melakukan pelanggaran terhadap Kvaratskhelia. Karena pelanggaran tersebut dianggap ceroboh dan bukan tindakan berbahaya, ia terhindar dari kartu kuning kedua.
Mikel Arteta tampaknya tidak ingin mengambil risiko lebih jauh. Hanya satu menit setelah insiden itu, Mosquera langsung ditarik keluar untuk menghindari kemungkinan kartu merah pada sisa pertandingan.
Baca Ini Juga
- Kontroversi Final Liga Champions: Arsenal Tak Dapat Penalti, Arteta dan Rice Mengamuk
- Momen Final Liga Champions: Noni Madueke Dijatuhkan Nuno Mendes, Haruskah Arsenal Dapat Penalti?
- Kontroversi Final Liga Champions: Arsenal Kehilangan Peluang Emas karena Peluit Wasit
- Fans PSG di Final Liga Champions: Gelut dan Rayakan Gol Ousmane Dembele Pakai Flare
- Gol Spesial Kai Havertz di Final Liga Champions
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match PSG vs Arsenal: Vitinha
Liga Champions 31 Mei 2026, 02:27
-
Selamat, PSG Juara Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 31 Mei 2026, 02:14
-
Gol Spesial Kai Havertz di Final Liga Champions
Liga Champions 31 Mei 2026, 00:35
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04


















KOMENTAR