Penalti untuk PSG Tepat, Tapi Mengapa Cristhian Mosquera Tidak Dapat Kartu Kuning Kedua?

Penalti untuk PSG Tepat, Tapi Mengapa Cristhian Mosquera Tidak Dapat Kartu Kuning Kedua?
Cristhian Mosquera melanggar Khvicha Kvaratskhelia pada laga final Liga Champions 2025/2025 antara PSG vs Arsenal (c) AP Photo/Vadim Ghirda

Bola.net - Final Liga Champions 2025/2026 antara PSG dan Arsenal di Puskas Arena berlangsung penuh drama. Salah satu momen yang paling banyak dibahas terjadi pada babak extra time.

Cristhian Mosquera menjatuhkan Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak penalti Arsenal. Wasit Daniel Siebert langsung menunjuk titik putih untuk PSG.

Keputusan itu memicu perdebatan karena Mosquera sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning. Banyak pihak menilai bek Arsenal tersebut seharusnya menerima kartu kuning kedua.

Namun, wasit memilih tidak mengusir Mosquera dari lapangan. Keputusan itu ternyata memiliki dasar yang kuat dalam aturan sepak bola modern.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 2 halaman

Mengapa Mosquera Tidak Mendapat Kartu Kuning Kedua?

Laga PSG vs Arsenal di final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Vadim Ghirda

Laga PSG vs Arsenal di final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Vadim Ghirda

Insiden terjadi saat Kvaratskhelia melakukan penetrasi ke area penalti Arsenal. Mosquera terlambat melakukan antisipasi dan membuat pemain PSG itu terjatuh.

PSG kemudian mendapatkan penalti dan berhasil memanfaatkannya menjadi gol. Namun, perhatian publik lebih banyak tertuju pada keputusan wasit yang tidak memberikan kartu kedua kepada Mosquera.

Mantan wasit Premier League, Graham Scott, menjelaskan bahwa pelanggaran tersebut memang layak menghasilkan penalti. Akan tetapi, tindakan Mosquera dinilai tidak cukup keras untuk dianggap sebagai pelanggaran sembrono.

“Itu jelas penalti untuk PSG dan mereka punya alasan kuat untuk memberikan kartu kuning kedua kepada Mosquera. Namun, itu lebih ceroboh dan tidak hati-hati daripada sembrono, dan masih ada serangan menjanjikan berupa penalti,” jelas Scott pada The Athletic.

2 dari 2 halaman

Aturan Double Jeopardy Jadi Faktor Penting

Ousmane Dembele mengeksekusi penalti pada laga final Liga Champions 2025/2026 antara PSG vs Arsenal (c) AP Photo/Andreea Alexandru

Ousmane Dembele mengeksekusi penalti pada laga final Liga Champions 2025/2026 antara PSG vs Arsenal (c) AP Photo/Andreea Alexandru

Dalam sepak bola modern terdapat aturan yang dikenal sebagai "double jeopardy". Aturan ini dibuat untuk menghindari hukuman berlapis yang dianggap terlalu berat bagi pemain bertahan.

Jika seorang pemain bertahan melakukan upaya yang wajar untuk memainkan bola di dalam kotak penalti, maka hukuman penalti sering kali dianggap sudah cukup. Dalam kondisi seperti itu, kartu tambahan tidak selalu diberikan.

Mosquera dinilai masih berusaha merebut bola ketika melakukan pelanggaran terhadap Kvaratskhelia. Karena pelanggaran tersebut dianggap ceroboh dan bukan tindakan berbahaya, ia terhindar dari kartu kuning kedua.

Mikel Arteta tampaknya tidak ingin mengambil risiko lebih jauh. Hanya satu menit setelah insiden itu, Mosquera langsung ditarik keluar untuk menghindari kemungkinan kartu merah pada sisa pertandingan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL