PSG yang Sudah Tidak Menakutkan Lagi

PSG yang Sudah Tidak Menakutkan Lagi
Pemain PSG Bradley Barcola (kiri) merayakan gol kedua timnya bersama rekan-rekannya pada laga Ligue 1/Liga Prancis antara PSG vs Metz di Paris, Prancis, Sabtu, 21 Februari 2026 (c) AP Photo/Emma Da Silva

Bola.net - Krisis kepercayaan tengah melanda raksasa Prancis, PSG, menjelang duel krusial kontra Chelsea di Liga Champions. Sang juara bertahan Eropa baru saja menelan kekalahan memalukan 1-3 dari Monaco di kompetisi domestik.

Kekalahan di kandang sendiri itu memicu kritik tajam dari berbagai pihak. Legenda timnas Prancis, Christophe Dugarry, menjadi salah satu yang paling vokal menyuarakan kekecewaannya terhadap performa tim.

Ia menilai skuad asuhan Luis Enrique telah kehilangan identitas yang membuat mereka disegani pada awal musim. Perubahan drastis ini dianggap sebagai sinyal bahaya sebelum PSG menjamu Chelsea di Parc des Princes di 16 besar Liga Champions.

Situasi internal klub kini berada di titik nadir setelah rentetan hasil yang mengecewakan. Ekspektasi tinggi publik Paris pun mulai berubah menjadi kekhawatiran besar akan nasib tim di kancah Eropa.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 4 halaman

Batas Akhir Diplomasi Luis Enrique

Pelatih PSG, Luis Enrique. (c) AP Photo/Thibault Camus

Pelatih PSG, Luis Enrique. (c) AP Photo/Thibault Camus

Luis Enrique dikenal sebagai pelatih yang selalu mengedepankan pola pikir positif di depan awak media. Namun, Dugarry menilai pendekatan diplomatis sang pelatih kini sudah tak cukup untuk menutupi masalah di lapangan.

"PSG sudah ketinggalan zaman, tanpa ide. Ini cukup menyedihkan," ujar Dugarry.

Mantan pemenang Piala Dunia 1998 itu menegaskan bahwa kenyataan pahit kini mulai mengejar ambisi besar Enrique. Ia melihat skuad PSG saat ini sudah tak mampu lagi mengimbangi tuntutan permainan tingkat tinggi.

"Keyakinan diri atau pemikiran positif Luis Enrique ada batasnya. Pada titik tertentu, kenyataan akan mengejar Anda: tim Anda tidak bisa lagi mengimbangi," tegas Dugarry.

2 dari 4 halaman

Hilangnya Kekuatan Magis

Selebrasi pemain PSG merayakan gol dari Achraf Hakimi di laga playoff Liga Champions, 18 Februari 2026. (c) dok.PSG

Selebrasi pemain PSG merayakan gol dari Achraf Hakimi di laga playoff Liga Champions, 18 Februari 2026. (c) dok.PSG

Dominasi yang ditunjukkan PSG pada awal musim seolah lenyap dalam beberapa pekan terakhir. Dugarry berpendapat bahwa kekuatan yang membuat mereka tampak perkasa selama lima bulan kini telah sirna.

"Semua yang membuat mereka kuat selama lima bulan telah hilang," kata Dugarry.

Ia menyarankan agar para pemain dan jajaran manajemen berani menghadapi kenyataan pahit ini secara terbuka. Menurutnya, level permainan luar biasa yang pernah ditunjukkan PSG mungkin tidak akan kembali lagi musim ini.

"Kita tidak perlu takut untuk mengatakan yang sebenarnya. Dan tidak ada yang pasti tentang apa pun," tuturnya.

3 dari 4 halaman

Kegagalan Manajemen Melakukan Rotasi

Selebrasi skuad PSG dalam laga versus Marseille di Liga Prancis, Senin (9/2/2026). (c) AP Photo/Thibault Camus

Selebrasi skuad PSG dalam laga versus Marseille di Liga Prancis, Senin (9/2/2026). (c) AP Photo/Thibault Camus

Masalah kebugaran dan minimnya inovasi taktik juga menjadi sorotan utama dalam kemerosotan performa PSG. Dugarry mengkritik kebijakan klub yang tidak mendatangkan pemain baru untuk menyegarkan ruang ganti.

"Ada cara-cara yang bisa dilakukan: beristirahat di luar musim dan tidak ikut bermain di Piala Dunia Antarklub. Mendatangkan pemain baru yang bisa menyegarkan tim dan membawa sesuatu yang baru, itu belum dilakukan," ucap Dugarry.

Pihak klub dianggap terlalu percaya diri dengan kekuatan skuad yang ada sehingga mengabaikan kebutuhan akan tenaga baru. Akibatnya, tim kini terlihat kelelahan dan mudah dibaca lawan.

"Merekrut pemain baru yang akan mendinamisasi grup dan memberi Anda sesuatu yang baru, itu tidak dilakukan," jelasnya.

4 dari 4 halaman

PSG Bukan Lagi Momok Menakutkan

Dampak dari semua permasalahan ini adalah hilangnya rasa segan dari tim-tim lawan. Skuad yang musim lalu menyapu bersih gelar kini dianggap sebagai tim biasa yang bisa dikalahkan oleh siapa saja.

"Saat ini, tim tersebut tidak bisa dikenali lagi," ungkap Dugarry.

Kondisi ini tentu menjadi angin segar bagi Chelsea yang akan bertamu ke Paris dalam waktu dekat. Dugarry menutup kritiknya dengan peringatan keras:

"Ini telah menjadi tim yang tidak lagi menakuti siapa pun," pungkasnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL