Bola.net - Piala Dunia selalu menjadi panggung yang tepat bagi seorang pemain profesional untuk membuktikan kemampuannya di mata dunia. Tak jarang, even empat tahunan tersebut identik dengan satu nama atau sosok yang tampil sebagai bintang di sepanjang turnamen.
Pemain terbaik tak selalu didominasi oleh seorang striker atau bagian dari tim yang akhirnya menjadi juara. Skill apik yang ditampilkan pemain bersangkutan di atas lapangan akan mendapat apresiasi positif dari penikmat sepakbola dan dengan sendirinya membuatnya menjadi bintang selama kompetisi digelar.
Menjelang Piala Dunia 2014 di Brasil, sudah ada banyak nama yang pernah mendapat sebutan penampil terbaik. Siapa sajakah mereka? Apa keistimewaan mereka dibanding pemain lainnya? Berikut Bolanet menyusun daftar 10 orang pemain terbaik di sepanjang sejarah Piala Dunia.
Mari kita simak satu-persatu Bolaneters. (bola/rer)
Pele

Empat tahun kemudian, ia kembali menang meski hanya bermain satu kali karena mengalami cedera. Karir Pele kemudian memasuki masa puncak ketika ia membantu Brasil menjadi juara di tahun 1970. Ia menjadi satu-satunya pemain yang sudah mengoleksi tiga gelar hingga saat ini.
Diego Maradona

Dan bahkan mungkin rakyat di negaranya sendiri, tidak pernah akan memaafkan dirinya usai menjadi pelatih tim nasional yang buruk saat memimpin negaranya di Afrika Selatan.
Namun sebagai seorang pemain, Maradona tidak terlalu banyak terlibat hal kontroversial, meski di penghujung perjalanan ia banyak ditimpa masalah terkait penggunaan obat-obatan terlarang.
Ronaldo

Ronaldo masih menjadi seorang pemain muda di skuat Brasil ketika menjadi juara dunia di tahun 1994, sebelum akhirnya membantu Brasil mencapai final di tahun 1998 dan 2002.
Ia mengalami sedikit masalah menjelang final di tahun 1998 melawan Prancis dan tidak bermain dengan baik hingga kemudian negaranya kalah 3-0, namun empat tahun kemudian di Yokohama ia mencetak dua gol di final untuk memberikan Brasil gelar juara mereka yang ke-5. Piala Dunia terakhir Ronaldo dimainkan di tahun 2006.
Zinedine Zidane

Pemain keturunan Aljazair ini dianugerahi kemampuan teknik dan skill yang luar biasa, selain itu ia juga piawai mencetak gol di pertandingan penting. Tiga kali dinobatkan menjadi pemain terbaik dunia, ia juga ikut memainkan peran penting saat Prancis menjadi juara di tahun 1998 di kandang sendiri - mencetak dua gol sundulan di final - dan menjadi juara Eropa di tahun 2000.
Setelah itu, ia dijual oleh Juventus ke Real Madrid dengan nilai transfer yang memecahkan rekor dunia.
Just Fontaine

Fontaine hanya butuh enam pertandingan untuk mencapai catatan tersebut di tahun 1958 di Swedia, di mana ia baru dipastikan masuk ke skuat final Prancis di menit-menit akhir.
Bermain di turnamen besar, pemain keturunan Maroko itu tidak begitu dikenal di luar negeri. Namun ia tetap mampu menunjukkan kemampuan yang luar biasa di kotak penalti lawan - dan bahkan pernah mencetak gol dengan sepatu milik orang lain. Ia sempat meminjam sepatu rekan setimnya usai merusak miliknya sendiri di sesi latihan.
Franz Beckenbauer

Beckenbauer adalah satu-satunya sosok yang pernah menjadi kapten (1974) dan pelatih (1990) tim yang menjadi juara Piala Dunia. Beckenbauer total membuat 103 penampilan bersama Jeman dan kerap disebut sebagai salah satu pemain terbaik di dalam sejarah sepakbola dunia.
Ia juga sempat menjadi pelatih dan presiden Bayern Munich, di mana ia pernah memenangkan semua trofi yang tersedia untuk seorang pemain.
Di usia 68 tahun, ia hanya menjadi presiden kehormatan untuk Die Roten dan sesekali bekerja di televisi dan masih amat populer di Jerman.
Johan Cruyff

Pada tahun 1974 di turnamen yang digelar di Jerman Barat, Cruyff membantu timnya untuk mengalahkan Uruguay, Argentina, dan Brasil dengan filosofi sepakbola bebas nan indah yang disebut dengan 'Total Football', sebelum akhirnya mencapai laga final melawan tim tuan rumah.
Sedang berada di penampilan terbaik, Cruyff melakukan manuver indah di kotak penalti lawan yang memaksa wasit memberikan hadiah penalti dan membuat Belanda unggul lebih dulu. Namun sayang, mereka akhirnya gagal menjadi juara kala itu.
Eusebio

Lahir di tengah kemiskinan di Afrika, Eusebio kemudian dijuluki Black Panther karena kecepatan dan kemampuannya untuk melepas serangan dengan cepat. Ia kemudian mendapat anugrah Ballon d'Or di tahun 1965, dan memenangkan Sepatu Emas dua kali - di tahun 1968 dan 1973- karena menjadi top skorer di Eropa. Ia meninggal dunia di bulan Januari lalu.
Lev Yashin

Usai namanya mencuat di dunia Internasional dengan penyelamatan gemilang melawan Brasil di tahun 1958, ia membantu Uni Soviet mengamankan tempat keempat di tahun 1966, sebuah prestasi yang hingga saat ini masih belum bisa dilewati.
Selama 20 tahun karir profesionalnya, refleks luar biasa Yashin membuatnya menjadi pemenang di cabang olahraga di luar sepakbola. Ia sempat membantu Dynamo Moscow untuk menjadi juara Soviet Cup di cabang hoki es.
Giuseppe Meazza

Lahir dan besar di Milan, Meazza baru berusia 24 tahun ketika Italia memenangkan turnamen di tahun 1934. Ia biasa tampil di sayap kanan daripada posisi favoritnya di lini depan sebagai striker, ia merobek daerah pertahanan lawan dan melancarkan manuver yang membantu Angelo Schiavio mencetak gol kemenangan melawan Cekoslovakia.
Empat tahun kemudian, ia mencetak satu-satunya gol dari titik penalti melawan Brasil di semifinal, penampilan terakhirnya mengenakan seragam Italia.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Laura Cremaschi, si Seksi 'Nomor 9' Azzurri
Open Play 6 Juni 2014, 17:21
-
Daftar Guyuran Bonus Negara Unggulan Piala Dunia Brasil
Editorial 6 Juni 2014, 16:02
-
Statistik, Chile Juara Piala Dunia 2014
Piala Dunia 6 Juni 2014, 11:17
-
Penggawa Italia Turun Kelas Jelang Piala Dunia Brasil
Bolatainment 6 Juni 2014, 07:29
-
10 Algojo Terbaik di Piala Dunia Brasil
Editorial 6 Juni 2014, 07:00
LATEST UPDATE
-
Arsenal Intip Peluang Bajak Arda Guler dari Real Madrid
Liga Inggris 10 Januari 2026, 10:15
-
Murah Meriah! Juventus Hanya Perlu Bayar Segini untuk Jasa Federico Chiesa
Liga Italia 10 Januari 2026, 09:45
-
Adu Hebat 6 Pemain Timnas Indonesia di Persib dan Persija
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 09:42
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 10 Januari 2026
Voli 10 Januari 2026, 09:21
-
Gak Jadi Dipulangkan! Barcelona Mantap Permanenkan Marcus Rashford
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 09:10
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 10 Januari 2026, 09:01
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 10 Januari 2026, 09:00
-
Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026, 6-11 Januari 2026
Bulu Tangkis 10 Januari 2026, 08:33
-
Xavi Latih Manchester United? Begini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 10 Januari 2026, 08:30
-
Prediksi Newcastle vs Bournemouth 10 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 08:11
-
Akhirnya! Arsenal Sepakati Kontrak Baru Bukayo Saka
Liga Inggris 10 Januari 2026, 08:02
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52


























KOMENTAR