Bola.net - Bola.net - Tidak jauh berbeda dengan musim-musim sebelumnya, Manchester City kembali tampil buruk di ajang Liga Champions. Setelah menjalani 3 laga fase grup tanpa kemenangan, dini hari tadi pasukan Manuel Pellegrini semakin terpuruk usai kalah 1-2 atas CSKA Moskow. Parahnya, kekalahan tersebut terjadi di hadapan para suporter sendiri, di Etihad Stadium.
Memang masih belum pasti, namun besar kemungkinan The Citizens bakal gagal melaju ke fase kncok out. Pasalnya dua laga sisa harus dijalani dengan melawat ke Allianz Arena dan Estadio Olimpico Roma.
Kuat di ajang domestik, terkapar di kancah Eropa. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Manchester City? Berikut ini adalah 6 jawabannya.
Buruknya Performa Pemain Kunci

Minimnya Konsentrasi

Lebih parah lagi di musim 2012/13 saat Manchester CIty unggul 2-1 atas Real Madrid. Bukannya menambah atu mempertahankan keunggulan, Manchester City justru akhirnya kalah akibat dua gol menit akhir yang dicetak oleh Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo.
Hal itu merupakan bukti betapa minimnya konsentrasi penggawa Manchester City selama 90 menit penuh.
Faktor Psikologis

Hal itu sepertinya bisa diterapkan kepada skuat Manchester City. Setiap kali berlaga di Liga Champions, para pemain City seperti bermain tanpa motivasi dan tidak menyadari betapa besar kekuatan yang mereka miliki. Jika para pemain tidak percaya pada kemampuan mereka sendiri, tren buruk di level Eropa sepertinya akan terus berlanjut.
Tekanan Besar Kepada Pelatih

Tekanan tersebut sepertinya masih belum bisa diatasi oleh sang pelatih baru, Manuel Pellegrini. Andai musim ini gagal lolos ke fase knock out, kemungkinan besar Pellegrini bakal didepak di akhir musim. Sama seperti Mancini yang didepak setelah City gagal lolos dari fase grup, padahal musim lalu dirinya berhasil menghadiahkan trofi Premier League.
Laga Kandang Layaknya Tandang

Paul Scholes bahkan sempat mengomentari atmosfer Etihad Stadium di laga kontra AS Roma. Scholes menganggap fans City seperti tidak berada di rumah sendiri. Justru fans AS Roma yang nampak nyaman dan lebih bersemangat dalam mendukung tim kesayangannya.
Grup yang Tidak Bersahabat

Pada musim 2011/12, The Citizens harus berada satu grup dengan Napoli, Bayern Munich, dan Villareal. Hasilnya Yaya Toure dkk hanya mampu menduduki peringkat ketiga.
Musim 2012/13 justru lebih parah. The Citizens harus berada satu grup dengan Real Madrid, Borussia Dortmund, dan Ajax Amsterdam, yang berujung pada posisi juru kunci Grup D.
Musim 2013/14 sedikit lebih mudah dengan bertemu Bayern Munich, Viktoria Plzen, dan CSKA Moscow. City sendiri berhasil lolos dengan status runner-up grup. Namun akibatnya, mereka harus menghadapi juara Grup H, Barcelona, dan dihajar dengan agregat 4-1.
Musim ini juga terbilang sulit. Untuk kesekian kalinya City harus berada satu grup dengan Bayern Munich, belum lagi runner up Serie A musim lalu, AS Roma, dan juara Liga Rusia, CSKA Moskow.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jovetic Minta City Segera Move On
Liga Champions 6 November 2014, 22:40
-
Jovetic Heran City Kalah Lawan CSKA
Liga Champions 6 November 2014, 22:21
-
Kompany Sebut Keputusan Wasit Menggelikan
Liga Champions 6 November 2014, 17:58
-
Man City Kalah, Pellegrini Enggan Salahkan Wasit
Liga Champions 6 November 2014, 17:03
-
6 Alasan Mengapa Manchester City Tidak Berkutik di Eropa
Editorial 6 November 2014, 12:07
LATEST UPDATE
-
Real Madrid Serius Kejar Michael Olise
Liga Spanyol 9 April 2026, 21:04
-
Statistik Bicara: Vinicius Junior Lebih Tajam Bersama Arbeloa
Liga Spanyol 9 April 2026, 20:37
-
Konflik Dani Carvajal dan Alvaro Arbeloa, Ini Penyebabnya
Liga Spanyol 9 April 2026, 20:20
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25


























KOMENTAR