Bola.net - Sanggupkah Borussia Dortmund mengulangi atau bahkan melampaui sensasi yang mereka ciptakan musim lalu? Melihat situasi terkini finalis Liga Champions 2012/13 itu, tak sedikit yang meragukannya. Namun, jika mempertimbangkan beberapa faktor penting, Die Borussen bukanlah tim yang pantas untuk dipandang sebelah mata.
Setelah dua kali berturut-turut menjuarai Bundesliga serta merengkuh satu trofi DFB-Pokal, musim kemarin Dortmund akhirnya dipaksa turun takhta oleh Bayern Munich, rival klasik mereka.
Tak hanya dibuat bertekuk lutut oleh Bayern di final Liga Champions, Dortmund juga kehilangan salah satu pemain terbaiknya, Mario Gotze, yang menyeberang ke Allianz Arena. Keadaan Dortmund pun jadi lebih tidak menguntungkan dan diyakini semakin kesulitan untuk bersaing dengan Die Roten setelah sang raksasa Bavaria mendatangkan eks pelatih Barcelona Josep Guardiola serta pelakon tiki-taka Thiago Alcantara.
Bukti awal tersaji di turnamen pramusim Telekom Cup 2013. Saat Bayern keluar sebagai kampiun, Dortmund hanya sanggup meraih gelar juara tiga. Bayern pun kemudian menundukkan Barcelona untuk menggemgam trofi Uli Hoeness Cup.
Jadi, apa arti itu semua bagi Dortmund? Benarkah pasukan Jurgen Klopp sudah turun kelas dan kembali menjadi sekadar kuda hitam di Jerman dan percaturan Eropa?
Untuk beberapa alasan, jawabannya tidak. Penguasa Westfalenstadion itu masih layak, bahkan cukup pantas disebut sebagai salah satu kekuatan absolut di Benua Biru yang tak boleh diremehkan sedikit pun oleh para lawan, termasuk Bayern dan Guardiola serta raksasa-raksasa Eropa lainnya.
Berikut adalah tiga yang utama. (bun/br/gia)
Suntikan Amunisi Terbaik

Terbaik tidak harus termahal. Bagi sebuah tim, rekrutan terbaik adalah mereka yang paling dibutuhkan dan gaya permainannya paling sesuai dengan skema serta sistem yang disusun sang pelatih.
Musim 2013/14 mendatang, Dortmund berambisi mempersempit jurang yang tercipta dengan Bayern di ajang domestik dan melangkah sejauh mungkin di kompetisi elit Eropa.
Untuk coba mewujudkannya, Klopp telah mendatangkan dua talenta top Eropa, yakni Henrikh Mkhitaryan dan Pierre-Emerick Aubameyang dari Shakhtar Donetsk serta Saint-Etienne.
Mkhitaryan bahkan dipandang sebagai pewaris alami untuk takhta Gotze di Signal Iduna Park. Besar harapan dia bakal selalu fit hingga akhir musim nanti.
Bersama Aubameyang, Mkhitaryan telah mencetak gol dalam uji coba pramusim Dortmund. Itulah dasar keyakinan awal bahwa keduanya merupakan kepingan yang dibutuhkan Klopp untuk menyempurnakan skemanya.
Bangkit Setelah Jatuh dan Terluka

Jangan pernah meremehkan lawan yang baru saja terluka.
Setelah musim lalu dipukul dan dijatuhkan berkali-kali oleh Bayern, yang paling menyakitkan tentu saja kekalahan di Wembley, Dortmund pasti tak mau mengalaminya lagi musim ini.
Guardiola mungkin mewarisi skuad terkuat di Eropa, tapi bukan berarti mereka adalah tim yang terkuat. Bayern tetap bisa dikalahkan, dan Dortmund pasti berpegang teguh pada keyakinan tersebut.
Ujian kesungguhan Dortmund untuk membalas semua 'penghinaan' dari Bayern tersaji kala keduanya bentrok di Signal Iduna Park guna memperebutkan trofi DFL Supercup 27 Juli besok.
Bayern bakal lebih diunggulkan. Namun, Dortmund memiliki potensi untuk membalikkan semua perkiraan di atas kertas. Klopp pun seharusnya bisa membangkitkan semangat dan kemampuan terbaik pasukannya demi mewujudkan tahap awal pembalasan terhadap The Bavarians sekaligus membuktikan kapasitas serta unjuk kekuatan di hadapan publik dunia.
Die gelbe Wand

Suporter Borussia Dortmund merupakan salah satu yang terbaik di Eropa, bahkan dunia, untuk urusan mendukung tim kesayangannya. Mereka selalu total di setiap pertandingan.
Die gelbe Wand - Dinding Kuning - di Signal Iduna Park adalah tribun khusus para suporter fanatik Dortmund. Efek yang diciptakan pun luar biasa, baik untuk mengangkat moral pemain maupun menembak jatuh nyali lawan.


Dengan dukungan fantastis semacam ini, dipadu dengan komposisi skuad yang ada dan strategi brilian sang pelatih, Dortmund memiliki potensi untuk menyakiti setiap lawan serta berbicara banyak di kompetisi domestik maupun Eropa.
Selain itu, Dortmund pasti juga sudah belajar dari pengalaman musim lalu. Mereka takkan mau mengecewakan lagi para suporternya dan jatuh ke lubang yang sama untuk kali kedua. Lawan-lawan pun wajib waspada.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Moyes Ingin Cepat Adaptasi di Liga Champions
Liga Champions 26 Juli 2013, 16:01
-
Dipastikan Hengkang, Empat Klub Siap Tampung Bernard
Liga Champions 26 Juli 2013, 10:30
-
Jangan Remehkan Borussia Dortmund
Editorial 26 Juli 2013, 06:42
-
Liga Champions 26 Juli 2013, 05:36

-
Laga Chelsea vs Aston Villa Dimajukan
Liga Inggris 26 Juli 2013, 04:38
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Everton vs Man Utd: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 23 Februari 2026, 22:15
-
Permainan Mental Guardiola Bisa Jadi Petaka untuk Arsenal!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 21:58
-
Shayne Pattynama Siap Hadapi Laga Emosional Persija vs Malut United
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 21:19
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 19:59
-
9 Laga Tanpa Gol, Paceklik Mohamed Salah Warnai Kemenangan Tipis Liverpool
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:54
-
Proliga 2026: Jakarta Livin Mandiri Tersenyum di Sentul, Penentuan Terakhir Menanti
Voli 23 Februari 2026, 19:41
-
Dua Gol Viktor Gyokeres yang Menjawab Keraguan
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR