
Bola.net - Bek sekaligus kapten Persela Lamongan, Eky Taufik Febriyanto menceritakan perjalanannya sebagai pesepak bola. Menurut pemain asal Sragen itu, semuanya berawal dari ketidaksengajaan.
Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Eky mengaku iseng mengikuti seleksi di Diklat Salatiga. Ternyata, dia lolos dan bisa menimba ilmu sepak bola di pusat pelatihan yang berbasis di Semarang itu.
"Dulu enggak sengaja sebenarnya, basic dari keluarga sebenarnya pendidikan," kata Eky Taufik kepada Bola.net, Jumat (8/5/2020).
"Semua berawal dari saya iseng-iseng seleksi di Diklat Salatiga dan tanpa sengaja masuk," imbuh bek 30 tahun tersebut.
"Mulai dari situ saya bulatkan tekad saya untuk benar-benar terjun di dunia bola," tegas pemain yang identik nomor punggung 30 itu.
Setelah dari Diklat Salatiga, Eky Taufik mencoba peruntungan di Persebaya U-21 pada musim 2009/2010. Setelah itu, dia membela Persela U-21 dan Persela senior hingga saat ini.
Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters.
Dukungan sang Kakak
Sementara orang yang cukup berjasa dalam karirnya di dunia sepak bola adalah kakak kandungnya. Menurut Eky, kakaknya lah yang memberikan support saat pilihannya ditentang orang tua.
"Kakak saya yang selalu support saya main bola, awalnya orang tua kurang setuju," jelas Eky.
Sementara, pemain-pemain yang menjadi panutan bagi Eky adalah para senior-seniornya di Persela. Dari mereka dia berusaha mengambil banyak pelajaran dan kemudian dia terapkan.
"Tapi sampai sekarang yang menjadi panutan saya ya cak Taufik Kasrun sama bang Zainal Arifin," tandas pemain kelahiran 15 Februari 1991 itu.
(Bola.net/Mustopa El Abdy)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Awalnya Hanya Iseng, Eky Taufik Mantap Memilih Sepak Bola
Bola Indonesia 8 Mei 2020, 22:13
-
Persela Salurkan Bantuan Hasil Lelang Jersey
Bola Indonesia 6 Mei 2020, 19:26
-
Ini Menu Favorit Kiper Persela Saat Berbuka Puasa
Bola Indonesia 2 Mei 2020, 18:43
-
Gelandang Persela Fokus Pemulihan Selama Kompetisi Dihentikan
Bola Indonesia 1 Mei 2020, 02:48
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58



















KOMENTAR