"Setelah ketinggalan, kami coba membalas. Tapi, organisasi permainan kami amburadul," ujar Didik.
"Padahal, skema kita adalah mencetak gol dengan mengandalkan organisasi rapi dan counter-attack," sambungnya.
Sebelumnya, pada laga kontra Arema, Selasa (20/01), Persela Lamongan sempat unggul lebih dahulu melalui Balsa Bozovic. Namun, akhirnya mereka harus kalah pada laga yang dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang ini menyusul dua gol balasan Arema yang dicetak Fabiano Beltrame dan Cristian Gonzales.
Sementara itu, Didik mengaku mendapat pelajaran dari kekalahan itu. Menurutnya, anak asuhnya lengah dan harus membayar mahal kelalaian mereka.
"Kita tak boleh mengulang kesalahan itu lagi," sambungnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Didik: Organisasi Permainan Persela Amburadul
Bola Indonesia 21 Januari 2015, 16:46
-
Arema Cronus Akui Kesulitan Lawan Persela
Bola Indonesia 21 Januari 2015, 10:39
-
Kalahkan Persela, Arema ke Semifinal
Galeri 20 Januari 2015, 22:15 -
Review: Bekuk Persela, Arema Cronus ke Semifinal SCM 2015
Bola Indonesia 20 Januari 2015, 20:48
-
Hadapi Persela, Arema Cronus Parkir Yao Rudy
Bola Indonesia 20 Januari 2015, 18:09
LATEST UPDATE
-
Bintang Muda Bosnia, Kerim Alajbegovic Masuk Radar Manchester United?
Liga Inggris 6 April 2026, 06:35
-
Chelsea Temukan Solusi untuk Lini Belakang jelang Lawan Manchester City
Liga Inggris 6 April 2026, 06:28
-
Berapa Harga Manuel Ugarte, MU? Juventus Mau Beli
Liga Inggris 6 April 2026, 06:13
-
Chelsea Harus Gigit Jari, Zidane Punya Rencana Sendiri
Liga Inggris 6 April 2026, 05:50
-
Apa Rahasia Inter Milan Bisa Hancurkan Roma 5-2?
Liga Italia 6 April 2026, 05:34
-
AS Roma Kena Mental di Markas Inter Milan
Liga Italia 6 April 2026, 05:28
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13




















KOMENTAR