"Semua ini karena keuangan klub-klub yang tak sehat. Banyak klub yang kolaps," ujar Bambang.
Bambang mencontohkan, di Divisi Utama, sebuah tim hanya mendapat modal seratusan juta saja. Namun, pengeluaran mereka jauh lebih besar dari itu.
"Ini membuat match fixing begitu marak, terutama di Divisi Utama," paparnya.
"Namun, di level tertinggi juga ada," sambungnya.
Eks pesepakbola ini melanjutkan bahwa ia tak mengetahui apa praktik seperti ini masih muncul di Piala Presiden maupun Piala Kemerdekaan. Ia mengaku tak lagi berhubungan dengan bandar-bandar pengaturan pertandingan.
"Saya sudah jenuh. Saya siap membantu pengungkapan match fixing di Indonesia," tegasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Sebab Match Fixing Bisa Terjadi di Sepakbola Indonesia
Bola Indonesia 21 Oktober 2015, 21:56
-
Perbaiki Tata Kelola Sepakbola Indonesia, Ini Saran Eks Pelaku Match Fixing
Bola Indonesia 21 Oktober 2015, 21:52
-
Bambang Suryo: Tuduhan Roy Suryo Salah
Bola Indonesia 20 Oktober 2015, 20:55
-
Pemberantasan Match Fixing, Bambang Suryo Sentil Tim Transisi
Bola Indonesia 20 Oktober 2015, 20:45
-
Bambang Suryo Bantah Tuduhan Komdis PSSI
Bola Indonesia 20 Oktober 2015, 16:20
LATEST UPDATE
-
Scudetto? Napoli Tetap Realistis
Liga Italia 7 April 2026, 17:00
-
Sporting dan Keyakinan Bahwa Selalu Ada yang Pertama untuk Segalanya
Liga Champions 7 April 2026, 15:24
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
























KOMENTAR