
Bahkan, Ketua Masyarakat Pecinta Sepak Bola Indonesia (MPSI), Zuchli Imran Putra, mengaku sudah menyurati Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, untuk segera mengubah keputusannya tersebut. Imran dan kawan-kawan, menyampaikan langsung surat tersebut ke kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2) siang.
Namun mereka tidak dapat bertemu dengan Menpora Imam, lantaran langsung dihadang pihak keamanan kantor Kemenpora. Kemudian, mereka hanya diarahkan pihak keamanan untuk menitipkan surat tersebut ke bagian persuratan.
"Kami ini terdiri dari para pelaku, penikmat, pelatih, pemain, wasit, suporter, pedagang, operator klub, pemilik klub dan sebagainya. Jika sampai Senin (23/2) kami tidak mendapatkan kabar positif, kami bakal lancarkan aksi yang menuntut Presiden RI, Joko Widodo, untuk mencopot Imam Nahrawi sebagai Menpora," ujar Imran.
"Ingat peristiwa Presiden Soeharto diturunkan secara paksa oleh mahasiswa? Itu jumlah mahasiswa tidak seberapa jika dibandingkan masyarakat sepak bola yang sangat banyak. Jadi, Menpora Imam harus segera merubah keputusannya," tegasnya.

Dilanjutkan Imran, dampak dari tidak dikeluarkannya rekomendasi penyelenggaraan kompetisi ISL pada 20 Februari lalu, sangat berdampak sangat luas. Tidak hanya PT Liga Indonesia dan klub yang merasakannya. Dikatakannya lagi, melainkan agenda tim nasional dan program yang sudah disusun menjadi berantakan.
"Pedagang kecil yang menjual kaos, air minuman dan sebagainya, rugi. Panitia pelaksana pertandingan (Panpel), suporter, klub yang sudah mengontrak pemain dan mendapatkan dana dari sponsor, televisi yang sudah siap menayangkan pertandingan, semuanya menjadi rugi. Apa yang menanggung semua itu Menpora, Tim Sembilan atau BOPI yang tidak jelas itu?" pungkasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
- Diminta Ingat Sejarah, BOPI Tak Berwenang Campuri Sepakbola
- Tunggu Respons FIFA, PT LI dan Klub ISL Cari Solusi di Bandung
- PT LI: Ini Bukan Masalah Sederhana, Tapi Sangat, Sangat Serius
- PT LI: Syarat Kemenpora dan BOPI Menambah Beban Klub ISL
- PT LI Jadwal Ulang Kompetisi ISL Musim 2015
- ISL Ditunda, PT LI-PSSI Gelar Rapat Darurat Dan Akan Lapor FIFA
- BOPI Bongkar Borok PT Liga Indonesia
- Kick-off ISL 2015 Resmi Ditunda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ferry Paulus Jabarkan Rencana Pembangunan Bull Park Persija
Bola Indonesia 20 Februari 2015, 23:36
-
Persib Takut Membayangkan Indonesia Dapat Sanksi FIFA
Bola Indonesia 20 Februari 2015, 22:55
-
Pertanyakan Surat PSSI ke FIFA, BOPi Tak Ingin Diadu Domba
Bola Indonesia 20 Februari 2015, 22:52
-
Terima Permintaan Klub, PT LI Susun Ulang Jadwal ISL
Bola Indonesia 20 Februari 2015, 22:26
-
Ahok Ungkapkan Rencana Besar Terhadap Persija
Bola Indonesia 20 Februari 2015, 22:13
LATEST UPDATE
-
Pengakuan Deco: Barcelona Nyaris Dapatkan Jonathan Tah Sebelum Disalip Bayern Munich
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 06:25
-
Setelah Piala Dunia 2026, Julian Alvarez Gabung Barcelona
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 06:16
-
Drama Belum Berakhir! Benfica Laporkan Fede Valverde ke UEFA, Bakal Absen di Bernabeu?
Liga Champions 20 Februari 2026, 06:00
-
Bukan Rudiger, Real Madrid Mantap Tendang Bintang Ini Keluar dari Bernabeu
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 05:37
-
Lautaro Martinez Cedera Betis, Inter Milan Terancam Tanpa Sang Kapten Selama Sebulan
Liga Champions 20 Februari 2026, 04:14
-
FIFA Series 2026: Pelatih Bulgaria Sebut Sepak Bola Layaknya Agama di Indonesia
Tim Nasional 20 Februari 2026, 03:28
-
Klaim Sensasional Eks Arsenal: Mikel Arteta Bakal ke Barcelona
Liga Inggris 20 Februari 2026, 01:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39

























KOMENTAR