Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12

Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Para suporter bersorak setelah laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Ekuador di Mexico City, Selasa, 30 Juni 2026 (c) AP Photo/Silvia Izquierdo

Bola.net - Meksiko akan menjalani satu laga yang lebih besar dari sekadar perebutan tiket perempat final Piala Dunia 2026. Saat menghadapi Inggris di Estadio Azteca, Senin (6/7/2026) pukul 07.00 WIB, El Tricolor membawa harapan jutaan pendukung yang ingin menutup perjalanan turnamen di tanah sendiri dengan senyum.

Pertandingan itu juga menjadi salam perpisahan bagi stadion legendaris tersebut pada Piala Dunia edisi kali ini. Setelah peluit panjang berbunyi, seluruh pertandingan berikutnya akan bergeser ke Amerika Serikat.

Namun, bagi banyak orang, Estadio Azteca bukan hanya bangunan megah dengan sejarah panjang. Stadion itu telah lama hidup dalam ingatan para pemain, pelatih, hingga lawan yang pernah merasakan atmosfernya.

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, termasuk salah satu yang memandang tempat itu dengan rasa hormat. Baginya, Azteca seolah memiliki karakter yang mampu mengangkat semangat tuan rumah sekaligus menguji mental setiap tim tamu.

1 dari 3 halaman

Stadion yang Menyimpan Cerita Besar

Nama Estadio Azteca telah menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia selama puluhan tahun. Final Piala Dunia 1986 yang mengantarkan Diego Maradona menuju puncak karier menjadi salah satu kisah yang terus dikenang hingga sekarang.

Pada turnamen yang sama, Inggris juga mengakhiri langkahnya setelah kalah dari Argentina di perempat final. Empat dekade kemudian, Inggris kembali datang ke stadion yang sama dengan cerita baru, kali ini menghadapi Meksiko yang sedang menikmati dukungan penuh publiknya.

"Ini saat yang tepat untuk berdamai dengan stadion... Stadion itu akan memberi kami hadiah. Itu adalah karma," ujar Tuchel.

Kalimat singkat itu memperlihatkan bahwa sejarah Azteca tidak hanya hidup dalam arsip pertandingan. Pengalaman yang diwariskan dari generasi ke generasi membuat stadion tersebut memiliki tempat tersendiri di benak insan sepak bola.

2 dari 3 halaman

Ketika Suporter Menjadi Pemain Ke-12

Hubungan Meksiko dengan Estadio Azteca berkembang jauh melampaui status sebagai kandang. Setiap pertandingan menghadirkan lebih dari 80 ribu pendukung yang memenuhi tribune dan menciptakan tekanan bahkan sebelum bola mulai bergulir.

Nyanyian seperti Cielito Lindo dan El Rey bergema sepanjang pertandingan. Irama itu menyatu dengan semangat para pemain yang beberapa kali ikut bernyanyi bersama suporter seusai pertandingan.

"Perbedaan terbesar, tanpa diragukan lagi, adalah bermain di kandang sendiri. Mereka adalah pemain ke-12 kami. Kami tahu seluruh negara mendukung kami dan itu memberi motivasi besar," kata Javier Aguirre.

Ucapan sang pelatih bukan sekadar ungkapan emosional. Meksiko menyapu bersih empat pertandingan pertamanya di Piala Dunia 2026 dan setiap kemenangan terasa lahir bersama energi yang mengalir dari tribune menuju lapangan.

3 dari 3 halaman

Inggris Bersiap Menghadapi Seluruh Negeri

Tantangan Inggris tidak berhenti pada kualitas pemain Meksiko. Atmosfer stadion dan kondisi Mexico City yang berada di dataran tinggi ikut menjadi bagian dari ujian yang harus dihadapi.

Mantan penyerang Meksiko, Javier Hernandez, menilai kombinasi dukungan suporter dan faktor ketinggian membuat setiap lawan kesulitan menjaga ritme permainan. Sementara itu, Joe Hart dan Wayne Rooney juga menilai pertandingan di Azteca bakal menjadi tantangan terbesar Inggris sepanjang turnamen.

Tuchel memahami betul besarnya tantangan tersebut. "Kami akan menghadapi seluruh negeri, menghadapi energi dari satu stadion penuh di kandang mereka," ucap pelatih asal Jerman itu.

Maka, ketika peluit awal dibunyikan, yang berdiri di hadapan Inggris bukan hanya sebelas pemain berbaju hijau. Ada stadion yang dipenuhi sejarah, lautan pendukung yang tak pernah berhenti bernyanyi, dan sebuah keyakinan bahwa Estadio Azteca masih ingin menghadirkan satu kisah terakhir sebelum Piala Dunia 2026 meninggalkan Meksiko.

Sumber: FIFA


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL