Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan

Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Pelatih Meksiko Javier Aguirre bereaksi di akhir laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Ekuador di Mexico City, Selasa, 30 Juni 2026 (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

Bola.net - Lonceng makan siang di markas latihan Meksiko memiliki aturan yang tidak biasa. Sebelum menikmati hidangan, para pemain harus lebih dulu menyerahkan telepon genggam kepada Javier Aguirre.

Kebijakan itu terdengar sederhana, bahkan mengundang tawa dari sang pelatih. Namun, di balik cara tersebut, Aguirre sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar kebersamaan saat makan.

Suasana ruang ganti Meksiki kini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Persaingan yang sehat dan komitmen para pemain menjadi modal penting menjelang laga akbar melawan Inggris di Piala Dunia 2026.

Bagi Aguirre, pertandingan itu memang memiliki arti yang sangat besar. Meski begitu, pelatih berusia 67 tahun tersebut memilih menjaga para pemain agar tidak larut dalam tingginya ekspektasi yang mengiringi perjalanan Meksiko.

1 dari 3 halaman

Kebersamaan Dibangun dari Hal-hal Sederhana

Aguirre percaya ikatan antarpemain tidak hanya lahir saat berlatih atau bertanding. Momen makan siang bersama juga menjadi ruang untuk berbincang tanpa gangguan dari dunia luar.

"Hal terbaik yang saya lakukan adalah mengambil ponsel mereka saat makan siang," ujar Aguirre sambil tertawa.

Pelatih asal Basque itu menilai disiplin menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter tim. Ia mengingat masa ketika ada pemain yang enggan memperkuat tim nasional, sedangkan kini para pemain sangat ingin mendapat kesempatan mengenakan seragam Meksiko.

Pendekatan tersebut turut membangun persaingan yang sehat di dalam skuad. Setiap pemain memahami bahwa tempat di tim hanya dapat diraih melalui kerja keras dan komitmen.

2 dari 3 halaman

Laga Besar yang Membawa Kenangan Lama

Inggris menjadi lawan berikutnya dalam pertandingan yang memiliki makna besar bagi Meksiko. Kemenangan akan membawa El Tri semakin dekat dengan impian menembus babak perempat final yang sudah lama dinantikan.

Raul Jimenez mengakui arti penting pertandingan tersebut. "Ini pertandingan penting karena kami sedang bermain sangat baik dan karena hasilnya menentukan langkah ke babak berikutnya."

Aguirre tidak ingin terburu-buru menganggap duel melawan Inggris sebagai pertandingan terbesar dalam sejarah Meksiko. Menurutnya, perjalanan sepak bola negaranya telah diwarnai banyak momen bersejarah yang layak dikenang.

Ia mengingat kemenangan atas Cekoslowakia pada Piala Dunia 1962 yang menghadirkan kemenangan pertama Meksiko di turnamen tersebut. Delapan tahun kemudian, kekalahan dari Italia di perempat final Piala Dunia 1970 menjadi pengalaman pahit yang masih membekas dalam sejarah.

3 dari 3 halaman

Mental yang Menghidupkan Asa Meksiko

Aguirre memahami tekanan yang dirasakan pemain pada era sepak bola modern jauh lebih besar. Setelah pertandingan berakhir, berbagai reaksi dari seluruh dunia dapat langsung sampai ke tangan para pemain.

Karena itu, ia memilih memberikan perhatian besar terhadap kesiapan mental skuad. "Grup memahami bagaimana suasana menjelang pertandingan ini. Ketika ekspektasi mulai meningkat, tugas saya adalah mengendalikannya karena itulah yang terbaik bagi tim."

Pendekatan tersebut terlihat dalam kepercayaan yang diberikan kepada Raul Rangel. Sang penjaga gawang dinilai mampu bangkit setiap kali menghadapi tekanan, termasuk ketika menerima cemoohan dari sebagian penonton.

Meksiko pun menikmati perjalanan yang menjanjikan karena belum kebobolan sepanjang turnamen. Modal itu membuat kepercayaan diri tim terus tumbuh menjelang ujian besar menghadapi Inggris.

Di tengah besarnya harapan publik, Aguirre tetap memilih bersikap tenang. "Orang tua saya tidak akan berada di sana, tetapi cucu-cucu saya akan berada di tribune," katanya.

Kalimat penutup pelatih itu terasa seperti cerminan perjalanan Meksiko selama ini. "Jika ada satu hal yang terlihat dari tim saya, mereka tahu cara bersaing."

Sumber: FIFA


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL