
Bola.net - Lonceng makan siang di markas latihan Meksiko memiliki aturan yang tidak biasa. Sebelum menikmati hidangan, para pemain harus lebih dulu menyerahkan telepon genggam kepada Javier Aguirre.
Kebijakan itu terdengar sederhana, bahkan mengundang tawa dari sang pelatih. Namun, di balik cara tersebut, Aguirre sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar kebersamaan saat makan.
Suasana ruang ganti Meksiki kini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Persaingan yang sehat dan komitmen para pemain menjadi modal penting menjelang laga akbar melawan Inggris di Piala Dunia 2026.
Bagi Aguirre, pertandingan itu memang memiliki arti yang sangat besar. Meski begitu, pelatih berusia 67 tahun tersebut memilih menjaga para pemain agar tidak larut dalam tingginya ekspektasi yang mengiringi perjalanan Meksiko.
Kebersamaan Dibangun dari Hal-hal Sederhana
Aguirre percaya ikatan antarpemain tidak hanya lahir saat berlatih atau bertanding. Momen makan siang bersama juga menjadi ruang untuk berbincang tanpa gangguan dari dunia luar.
"Hal terbaik yang saya lakukan adalah mengambil ponsel mereka saat makan siang," ujar Aguirre sambil tertawa.
Pelatih asal Basque itu menilai disiplin menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter tim. Ia mengingat masa ketika ada pemain yang enggan memperkuat tim nasional, sedangkan kini para pemain sangat ingin mendapat kesempatan mengenakan seragam Meksiko.
Pendekatan tersebut turut membangun persaingan yang sehat di dalam skuad. Setiap pemain memahami bahwa tempat di tim hanya dapat diraih melalui kerja keras dan komitmen.
Laga Besar yang Membawa Kenangan Lama
Inggris menjadi lawan berikutnya dalam pertandingan yang memiliki makna besar bagi Meksiko. Kemenangan akan membawa El Tri semakin dekat dengan impian menembus babak perempat final yang sudah lama dinantikan.
Raul Jimenez mengakui arti penting pertandingan tersebut. "Ini pertandingan penting karena kami sedang bermain sangat baik dan karena hasilnya menentukan langkah ke babak berikutnya."
Aguirre tidak ingin terburu-buru menganggap duel melawan Inggris sebagai pertandingan terbesar dalam sejarah Meksiko. Menurutnya, perjalanan sepak bola negaranya telah diwarnai banyak momen bersejarah yang layak dikenang.
Ia mengingat kemenangan atas Cekoslowakia pada Piala Dunia 1962 yang menghadirkan kemenangan pertama Meksiko di turnamen tersebut. Delapan tahun kemudian, kekalahan dari Italia di perempat final Piala Dunia 1970 menjadi pengalaman pahit yang masih membekas dalam sejarah.
Mental yang Menghidupkan Asa Meksiko
Aguirre memahami tekanan yang dirasakan pemain pada era sepak bola modern jauh lebih besar. Setelah pertandingan berakhir, berbagai reaksi dari seluruh dunia dapat langsung sampai ke tangan para pemain.
Karena itu, ia memilih memberikan perhatian besar terhadap kesiapan mental skuad. "Grup memahami bagaimana suasana menjelang pertandingan ini. Ketika ekspektasi mulai meningkat, tugas saya adalah mengendalikannya karena itulah yang terbaik bagi tim."
Pendekatan tersebut terlihat dalam kepercayaan yang diberikan kepada Raul Rangel. Sang penjaga gawang dinilai mampu bangkit setiap kali menghadapi tekanan, termasuk ketika menerima cemoohan dari sebagian penonton.
Meksiko pun menikmati perjalanan yang menjanjikan karena belum kebobolan sepanjang turnamen. Modal itu membuat kepercayaan diri tim terus tumbuh menjelang ujian besar menghadapi Inggris.
Di tengah besarnya harapan publik, Aguirre tetap memilih bersikap tenang. "Orang tua saya tidak akan berada di sana, tetapi cucu-cucu saya akan berada di tribune," katanya.
Kalimat penutup pelatih itu terasa seperti cerminan perjalanan Meksiko selama ini. "Jika ada satu hal yang terlihat dari tim saya, mereka tahu cara bersaing."
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Meksiko vs Inggris 6 Juli 2026
Piala Dunia 4 Juli 2026, 03:15
LATEST UPDATE
-
4 Pemain yang Berpotensi Dilepas Arsenal pada Musim Panas 2026/2027
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 00:27
-
Kabar Baik dari Persija Jakarta: Shin Tae-yong Ungkap Kondisi Radovan Pankov
Bola Indonesia 19 Agustus 2026, 23:25
-
Tijjani Reijnders Resmi Gabung Al-Qadsiah dengan Mahar Rp1,1 Triliun
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 22:50
-
Timnas Voli Putra Indonesia Menang 3-0 atas Kamboja, Modal Positif Jelang Asian Games 2026
Voli 19 Agustus 2026, 22:34
-
Final Piala AFF 2026: Vietnam Tantang Thailand, Leg Pertama Digelar di Bangkok
Tim Nasional 19 Agustus 2026, 22:17
-
Wayne Rooney Kirim Pesan untuk Marcus Rashford: Ini yang Harus Diubah
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 21:01
-
Manchester United Terancam Gagal Dapatkan Pengganti Luke Shaw
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 20:06
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59




















KOMENTAR