Bola.net - PSS Sleman pernah mencatatkan prestasi gemilang kala mengarungi Liga Bank Mandiri musim 2003 dan 2004. Dua musim itu menyisakan kenangan yang begitu membekas di hati publik sepak bola Sleman.
PSS mampu meenyegel peringkat keempat klasemen akhir dalam dua musim tersebut. Pada musim 2003 PSS dibesut pelatih Yudi Suryata, musim berikutnya ditangani oleh Daniel Roekito.
Kesuksesan PSS pada dua musim tersebut tak lepas dari kehadiran pemain Brasil. Banyak pihak menyebut prestasi mentereng PSS kala itu karena Brasil-sentris.
Tiga pemain Brasil yang mewarnai tim Elang Jawa kala itu adalah Anderson Da Silva sebagai bek, playmaker Jaldecir Deca dos Santos, dan Marcelo Braga sebagai striker.
Dalam setiap duel, tiga pemain tersebut memberikan kontribusi besar bagi PSS.
Manajer PSS Sleman pada masa itu, Hendrikus Mulyono punya cerita menarik tentang kehebatan PSS di bawah pengaruh Brasil-sentris tersebut.
Berburu Pemain ke Brasil
Hendrikus Mulyono menuturkan bagaimana PSS Sleman mendapatkan sosok Anderson Da Silva.
PSS menemukan Anderson saat perwakilan klub datang ke Brasil. Perjudian PSS terbayarkan, Anderson Da Silva mampu membuktikan diri sebagai bek tangguh kala itu.
Berkat penampilannya, lini belakang PSS cukup sulit ditembus lawan. Hendrikus mengakui tak harus merogoh kocek dalam untuk mendatangkan Anderson Da Silva.
"Pak Ibnu Subiyanto (Bupati Sleman) ketika itu memang menyuruh langsung dari negaranya. Termasuk ngambil Anderson juga dari Brasil, Rp75 juta per musim, sangat murah dan sesuai kemampuan finansial kami (PSS)," katanya.
"Tahun kedua kami bersaing dengan Persebaya, sehingga nilai kontrak Anderson naik Rp150 juta per musim," kata Hendrikus.
Pengaruh Besar Deca dos Santos
Deca dos santos, PSS Sleman! pic.twitter.com/4bcvDQ14SY
— oblok (@ApriliyanGilang) June 23, 2014
Pemain bernama lengkap Jaldecir Deca dos ini merupakan ekspatriat pertama yang direkrut PSS ketika itu.
Deca dos Santos yang menjadi buangan Persebaya Surabaya, dimanfaatkan oleh PSS. Deca sukses menjadi nyawa permainan PSS. Sebagai gelandang jangkar dengan kejeniusan bermain, peran Deca begitu sentral.
Deca membuat Brasil sentris di PSS makin terlihat. Selain sudah mendatangkan Anderson Da Silva yang juga atas rekomendasinya, PSS juga merekrut Marcelo Braga.
Meski postur tubuh tubuhnya tak begitu tinggi, Marcelo punya insting kuat dalam mencetak gol. Musim 2003 menjadi bukti sekaligus merupakan era keemasannya dengan mengoleksi 21 gol. Ia terpaut 10 gol dari top scorer saat itu, Oscar Aravena (PSM Makassar).
"Selain Marcelo Braga ada juga Lekke yang dari Brasil. Mereka ini datang lewat Deca dos Santos saat pulang ke Brasil dan sekalian membawanya ke Sleman. Sangat murah, sekitar Rp75 juta per bulan. Hadirnya mereka membuat PSS hampir juara. Banyak yang menyebut Brasil sentris di tim ini," lanjut Hendrikus.
Bukti Tak Salah Rekrut
Marcelo, Marcelo. Marcelo emang jago. Striker asing PSS paling haus gol sepanjang sejarah, Marcelo Braga #PSS38th pic.twitter.com/F7eppkUWwk
— IG : @ini.sleman (@IniSleman) May 19, 2014
Hendrikus menilai PSS sangat berani dengan berjudi dalam perekrutan pemain asing.
"Dulu itu PSS terhitung berani bertaruh dalam mencari pemain. Tidak harus yang punya nama besar, tapi kebersamaan dan kekeluargaan," tutur Hendrikus.
Ia menceritakan, kisah menarik menjelang laga krusial melawan tuan rumah Persebaya Surabaya. Surat kabar setempat menulis PSS bakal menjadi ladang gol.
"Pemain lalu saya kumpulkan dan menawari bonus satu gol Rp 5 juta. Kalau menang, pemain masing-masing saya beri 3 juta, akhirnya sepak pojoK Seto disundul Anderson dan masuk ke gawang," lanjutnya.
"Hingga akhirnya menang di Surabaya. Saya harus merogoh kocek habis hampir Rp95 juta, tapi semua puas ini perjuangan dan kebersamaan. Di Padang juga demikian, tandukan Anderson Da Silva kembali membungkam tuan rumah," pungkasnya.
Disadur dari: Bola.com/Vincentius Atmaja/Wiwig Prayugi
Published: 15 Juni 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- 4 Pemain Arema Ini Paling Rajin Menyapa Penggemar di Media Sosial
- Jalani Swab Test, Dua Pemain Arema FC Dapat Hasil Negatif
- Kurniawan dan Cerita di Balik Keberhasilan Persebaya Juara Liga Indonesia 2004
- Persebaya dalam Angka: Klub dengan Sejarah Panjang di Persepakbolaan Indonesia
- Persib Bandung dalam Angka: Klub Kondang dan Terpopuler di Indonesia
- Melihat 3 Stadion Berkelas di DIY Jelang Kembalinya Liga 1
- Persija Komentari Dirut Baru PT LIB yang Nihil Latar Belakang Sepak Bola
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ketika Brasil-sentris Membuat PSS Sleman Jadi Tim yang Perkasa
Bola Indonesia 15 Juni 2020, 12:33
-
Persib Bandung dalam Angka: Klub Kondang dan Terpopuler di Indonesia
Bola Indonesia 15 Juni 2020, 10:29
LATEST UPDATE
-
Juventus Tersungkur 5-2 dari Galatasaray, Spalletti Sebut Timnya Mundur Tiga Langkah
Liga Champions 18 Februari 2026, 04:17
-
Kebobolan 13 Gol dari 4 Laga: Ada Apa dengan Lini Belakang Juventus?
Liga Champions 18 Februari 2026, 03:47
-
Man of the Match Galatasaray vs Juventus: Gabriel Sara
Liga Champions 18 Februari 2026, 03:17
-
Hasil Galatasaray vs Juventus: Kartu Merah, Bianconeri Babak Belur di Turki
Liga Champions 18 Februari 2026, 02:55
-
Tempat Menonton Dortmund vs Atalanta: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 18 Februari 2026, 01:22
-
Tempat Menonton Monaco vs PSG: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 18 Februari 2026, 01:13
-
Alessandro Bastoni Minta Maaf soal Selebrasi Kartu Merah Pierre Kalulu di Derby dItalia
Liga Italia 18 Februari 2026, 00:55
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48

























KOMENTAR