Bola.net - Kondisi teranyar yang terjadi seputar sepak bola Indonesia, berhasil disampaikan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kepada anggota FIFA, di Tokyo, Jepang, Kamis (13/12).
Dalam kesempatan tersebut, PSSI menyampaikan adanya pembentukan tim task force oleh pemerintah, yang dinilai sebagai sebuah kesalahan besar.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Halim Mahfudz, FIFA justru menginginkan PSSI bisa lepas dari pengaruh pemerintah untuk menjadi organisasi yang mandiri dan otonom.
"FIFA berkata kepada saya bahwa pembentukan task force tidak perlu dilakukan. FIFA menilai hal tersebut sebagai salah satu langkah intervensi dari pemerintah yang bisa menjadi bumerang bagi sepak bola Indonesia," ujar Halim Mahfudz.
"Membentuk task force sama saja memperbesar potensi Indonesia dihukum FIFA. FIFA menekankan independensi sepak bola dari intervensi siapapun termasuk pemerintah. FIFA Sudah paham ada UU SKN No 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Terutama pasal 51 ayat 2 dan pasal 89. UU tersebut yang harusnya diterapkan untuk mengembalikan keutuhan olahraga di Indonesia termasuk sepak bola dan menghentikan kegiatan olahraga yang tidak memiliki supervisi induk organisasi," paparnya.
Pada pertemuan tersebut, PSSI diwakili Ketua Umum Djohar Arifin Husin, Sekjen Halim Mahfudz, dan dua Komite Eksekutif (Exco) Bob Hippy serta Sihar Sitorus. Dikatakan Halim, keempatnya diundang oleh FIFA dalam rangka menghadiri semifinal dan final Piala Dunia Antarklub. Selain itu mereka juga akan menghadiri rapat Komite Eksekutif (Exco) FIFA yang akan diselenggarakan pada Jumat (14/12).
"Patut diperhatikan, FIFA menginginkan PSSI berdiri sebagai organisasi yang kuat dan berwibawa. PSSI diyakini mampu menjadi sebuah organisasi yang mandiri dan otonom dalam mengatur dan melakukan supervisi sepak bola di Indonesia," tutupnya. (esa/dzi)
Dalam kesempatan tersebut, PSSI menyampaikan adanya pembentukan tim task force oleh pemerintah, yang dinilai sebagai sebuah kesalahan besar.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Halim Mahfudz, FIFA justru menginginkan PSSI bisa lepas dari pengaruh pemerintah untuk menjadi organisasi yang mandiri dan otonom.
"FIFA berkata kepada saya bahwa pembentukan task force tidak perlu dilakukan. FIFA menilai hal tersebut sebagai salah satu langkah intervensi dari pemerintah yang bisa menjadi bumerang bagi sepak bola Indonesia," ujar Halim Mahfudz.
"Membentuk task force sama saja memperbesar potensi Indonesia dihukum FIFA. FIFA menekankan independensi sepak bola dari intervensi siapapun termasuk pemerintah. FIFA Sudah paham ada UU SKN No 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Terutama pasal 51 ayat 2 dan pasal 89. UU tersebut yang harusnya diterapkan untuk mengembalikan keutuhan olahraga di Indonesia termasuk sepak bola dan menghentikan kegiatan olahraga yang tidak memiliki supervisi induk organisasi," paparnya.
Pada pertemuan tersebut, PSSI diwakili Ketua Umum Djohar Arifin Husin, Sekjen Halim Mahfudz, dan dua Komite Eksekutif (Exco) Bob Hippy serta Sihar Sitorus. Dikatakan Halim, keempatnya diundang oleh FIFA dalam rangka menghadiri semifinal dan final Piala Dunia Antarklub. Selain itu mereka juga akan menghadiri rapat Komite Eksekutif (Exco) FIFA yang akan diselenggarakan pada Jumat (14/12).
"Patut diperhatikan, FIFA menginginkan PSSI berdiri sebagai organisasi yang kuat dan berwibawa. PSSI diyakini mampu menjadi sebuah organisasi yang mandiri dan otonom dalam mengatur dan melakukan supervisi sepak bola di Indonesia," tutupnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
FIFA Tengah Pelajari Hasil KLB PSSI
Bola Indonesia 13 Desember 2012, 22:30
-
Pembentukan Task Force Dinilai Jadi Bumerang
Bola Indonesia 13 Desember 2012, 19:51
-
Halim Mahfudz Beberkan Kunci Penyelesaian Kemelut Sepak Bola
Bola Indonesia 12 Desember 2012, 17:10
-
Penggabungan Kompetisi Tetap Sesuai Jadwal
Bola Indonesia 10 Desember 2012, 14:05
-
KLB PSSI Akan Dihadiri Voters Solo dan Palangkaraya
Bola Indonesia 8 Desember 2012, 04:15
LATEST UPDATE
-
Mantap! Como Segera Datangkan Mantan Bek Manchester United
Liga Italia 23 Agustus 2026, 18:30
-
Absen Lawan Hull City, Seberapa Parah Cedera Amad Diallo?
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 18:00
-
Bawa Real Madrid Bekuk Espanyol, Jose Mourinho Sanjung Habis Carlos Espi
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 17:30
-
Gabung MU, Ini Nomor Punggung yang Bisa Dikenakan Carlos Baleba
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 17:00
-
Kabar Baik MU! Carlos Baleba Sudah Lolos Tes Medis dan Teken Kontrak!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 16:37
-
Link Streaming Torino vs Milan - Senin 24 Agustus 2026
Liga Italia 23 Agustus 2026, 14:54
-
Link Streaming Frosinone vs Juventus - Minggu 23 Agustus 2026
Liga Italia 23 Agustus 2026, 14:41
-
Link Streaming Elche vs Barcelona - Senin 24 Agustus 2026
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 14:38
-
Link Streaming Newcastle vs Liverpool - Minggu 23 Agustus 2026
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 14:26
-
Link Streaming Man City vs Bournemouth - Minggu 23 Agustus 2026
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 14:13
-
Prediksi Fulham vs Chelsea 25 Agustus 2026
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 13:21
-
Elkan Baggott Ungkap Perasaan Frustrasinya Usai Tinggalkan Ipswich Town
Tim Nasional 23 Agustus 2026, 12:28
-
Kevin Diks Naik Kelas di Borussia Monchengladbach: Dipercaya Jadi Wakil Kapten
Tim Nasional 23 Agustus 2026, 11:55
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59


























KOMENTAR