
Bola.net - Setelah kompetisi Shopee Liga 1 2020 ditangguhkan akibat pandemi virus Corona di Indonesia, Persela Lamongan masih menunggu perkembangan. Ini terkait agenda pemotongan gaji para pemainnya.
PSSI telah memutuskan kompetisi berstatus force majeure hingga menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah. Kompetisi Shopee Liga 1 2020 bisa digelar kembali setelah 1 Juli atau bahkan ditiadakan sama sekali.
Selain menghentikan aktivitas kompetisi, PSSI juga mempersilakan klub kontestan Liga 1 dan Liga 2 untuk mengubah kontrak kerja yang memengaruhi gaji pemain, staf pelatih dan ofisial tim.
Namun, sampai saat ini Persela belum memangkas gaji para pemainnya. Alasan manajemen Persela tak memberlakukan kebijakan tersebut semata-mata demi kemanusiaan.
Seperti Keluarga

“Yang pasti, kami ini seperti keluarga. Kami masih mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Pemain dan semua yang ada di Persela membutuhkan penghasilan untuk menghidupi keluarga mereka,” kata Agus Hariyono, asisten manajer Persela.
Sembari melihat dan menunggu perkembangan dari PSSI, manajemen Persela berharap wabah corona segera berakhir. Sebab, banyak orang yang terlibat dalam sepak bola Indonesia dalam kondisi resah lantaran ekonomi mereka terganggu.
“Wabah ini membuat semua terguncang. Tidak ada yang bisa kita lakukan dalam situasi seperti sekarang. Semuanya dalam kondisi menunggu,” ujar asisten manajer Persela Lamongan itu.
Intensitas Latihan Mandiri

Meski meniadakan akitivitas latihan, terhitung sejak 16 Maret 2020 lalu, para pemain Persela Lamongan diharapkan tidak menurunkan intensitas latihan selama berlatih sendiri di rumah masing-masing.
Agus percaya para pemainnya profesional dan menjalankan program latihan yang diberikan oleh pelatih kepala Nilmaizar melalui program yang dibagikan secara online.
“Kami yakin mereka tahu apa yang harus dilakukan sebagai pemain profesional. Selain program latihan yang diberikan pelatih, tentunya mereka punya program latihan sendiri yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing” pungkasnya.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Zaidan Nazarul/Editor Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 31 Maret 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Liga Terhenti, Pemasukan Arema FC Juga Terhenti
- Marko Simic: Terburuk Adalah Ketika Kebebasan Kami Sebagai Manusia Diambil
- Malaysia Diminta Tiru PSSI dalam Hal 'Lockdown' Sepak Bola
- Tak Semua Merugi Kompetisi Dihentikan, Finky Pasamba Contohnya
- Cerita Bek PSS Aaron Evans Tentang Prosedur Karantina di Negaranya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pemain Persela Berharap Gaji Bulan Maret Tetap Dibayar Penuh
Bola Indonesia 31 Maret 2020, 22:57
-
Kompetisi Dihentikan, Penjualan Jersey Persela Menurun
Bola Indonesia 31 Maret 2020, 21:52
-
Kompetisi Dihentikan, Kiper Persela Urus Bisnis Restoran
Bola Indonesia 31 Maret 2020, 18:46
-
Pemotongan Gaji, Persela Masih Pertimbangkan Aspek Kemanusiaan
Bola Indonesia 31 Maret 2020, 14:28
-
Ini Rencana Persela untuk Marquinhos dan Brian Ferreira
Bola Indonesia 20 Maret 2020, 02:35
LATEST UPDATE
-
Manchester United Siap Cuci Gudang dan Rombak Skuad
Liga Inggris 6 April 2026, 04:27
-
Man of the Match Inter vs Roma: Marcus Thuram
Liga Italia 6 April 2026, 04:26
-
Hasil Inter vs Roma: 7 Gol Tercipta!
Liga Italia 6 April 2026, 04:13
-
Manchester United Rancang Rencana Transfer Rp2 Triliun, 8 Pemain Dilepas
Liga Inggris 6 April 2026, 04:00
-
Semifinal FA Cup: Chelsea vs Leeds, Man City vs Southampton, Main Kapan?
Liga Inggris 6 April 2026, 02:19
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs PSBS 6 April 2026
Bola Indonesia 5 April 2026, 22:43
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persijap 6 April 2026
Bola Indonesia 5 April 2026, 22:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13
























KOMENTAR