Persija Jakarta dan Persela sama-sama menampilkan permainan ofensif sejak awal laga. Dua tim ini terlibat jual beli serangan. Namun, meski serangan silih berganti, tidak ada peluang yang terjadi sampai sepuluh menit laga berjalan.
Pada menit ke-11, Persija memiliki peluang emas pertama. Memanfaatkan umpan silang Mario Costas, Rahmad Afandi menyundul bola ke gawang Persela. Namun, Kiper Persela, Khoirul Huda masih sigap menangkap bola.
Persela ganti merepotkan pertahanan Persija di menit 18. Serbuan Lopicic dan kawan-kawan membuat Andritany jatuh bangun mengawal gawangnya. Begitu pula peluang dari Arif Ariyanto yang juga masih belum menemui sasaran.
Tak mau menjadi bulan-bulanan, Persija mencoba melancarkan serangan balik melalui kedua flank.
Menit ke-28, Ramdani Lestaluhu berhasil menusuk benteng pertahanan Persela. Namun, upayanya membobol gawang Laskar Joko Tingkir masih bisa digagalkan Khoirul Huda.
Sampai babak pertama usai, meski kedua tim saling serang, tak ada gol terjadi.
Di babak kedua, Persija berupaya mengambil inisiatif permainan. Sejak laga dimulai, mereka langsung berupaya menggebrak pertahanan Persela.
Persela berupaya menambah daya dobrak mereka di babak kedua ini. Agung Suprayogi ditarik dan diganti Addison Alves, pemain yang baru saja resmi diikat Persela untuk satu musim ke depan.
Pergantian pemain ini efektif. Beberapa kali duet Alves dan Bjahil Calwa merepotkan barisan belakang Persija.
Menit 61, Alves akhirnya memecah kebuntuan. Sundulannya, memanfaatkan umpan silang Lopicic, tak bisa diantisipasi Andritany.
Persija memiliki peluang membalas, delapan menit berselang. Sayang, tendangan bebas Fabiano Beltrame tipis melayang di samping gawang Persela.
Unggul satu gol, penggawa Persela kian gencar menggempur benteng Persija. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat tak ada gol tambahan tercipta.
Alih-alih mencetak gol tambahan, gawang Persela harus bobol menit 84. Tendangan penalti Mario Costas, menyusul pelanggaran Dodok pada Agung Supriyanto, gagal diantisipasi Khoirul Huda.
Usai keadaan kembali imbang, kedua tim kembali terlibat jual beli serangan. Namun, sampai laga usai, kedudukan tetap bertahan imbang. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Review: Costas Selamatkan Persija Dari Kekalahan
Bola Indonesia 10 Januari 2014, 20:54
-
Agung Supriyanto Siap Bersaing di Persija Jakarta
Bola Indonesia 10 Januari 2014, 19:05
-
Inilah Susunan Pemain Persija vs Persela, Reuni Mario Costas
Bola Indonesia 10 Januari 2014, 18:32
-
Widodo C Putro Pantau Langsung Laga IIC di Kanjuruhan
Bola Indonesia 10 Januari 2014, 15:25
-
Persija Matangkan Kolektivitas dan Evaluasi di IIC 2014
Bola Indonesia 9 Januari 2014, 21:47
LATEST UPDATE
-
6 Wakil Premier League ke 16 Besar Liga Champions, Memang Jago!
Liga Champions 25 Februari 2026, 22:34
-
Lionel Messi Akui Menyesal Tak Belajar Bahasa Inggris Sejak Muda
Bola Dunia Lainnya 25 Februari 2026, 21:52
-
Napoli dan Inter Sudah, Juventus dan Atalanta Menyusul Out dari Liga Champions?
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:50
-
Pembelaan Gianluca Prestianni: Vinicius Junior Lebih Dulu Meledek Saya 'Kerdil'
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:32
-
4 Bintang BRI Super League yang Pantas Dilirik John Herdman untuk Timnas Indonesia
Tim Nasional 25 Februari 2026, 21:07
-
Juventus vs Galatasaray: Hanya Kenan Yildiz yang Bisa Diandalkan
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:15
-
Live Streaming Juventus vs Galatasaray - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming PSG vs Monaco - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Real Madrid vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58


























KOMENTAR