Bola.net - Kericuhan melanda laga pembukaan kompetisi Divisi Utama musim ini, antara Persis Solo lawan PPSM Magelang, di Stadion Manahan, Solo, Selasa (15/4) malam.
Kedua tim sendiri hanya mampu bermain imbang 2-2. Dua gol Persis Solo diperoleh melalui Andrid Wibawa pada menit ke-17 dan Feriyanto pada menit ke-50. Sementara gol tim tamu, dicetak Jefri Kurniawan pada menit ke-18 dan Mohammad Ardiansah menit ke-68.
"Kami menyayangkan adanya kericuhan. Apalagi, pertandingan berjalan lancar. Bahkan, pemain kami menjadi korbannya. Kejadian ini bakal dilaporkan kepada Komisi Disiplin PSSI untuk ditangani lebih lanjut," ungkap Pelatih PPSM, M Hasan.
Kericuhan berawal pada menit ke-85 karena sesama Pasoepati yang berada di tribun timur saling ejek. Kemudian, berlanjut dengan adu pukul, saling melempar batu, botol serta kayu. Akibatnya, beberapa suporter mengalami luka di bagian kepala.
Kericuhan seolah terjadi silih berganti, termasuk ke tribun barat. Para suporter melempari wasit dan para pemain PPSM Magelang dengan air mineral. Bahkan, pemain PPSM, Gilang Didik, mengalami luka robek di bagian jidat dan di bagian bawah mata.
Tak ayal, para pemain PPSM mendapatkan pengawalan ekstra dari petugas keamanan untuk keluar dari Stadion Manahan. Hal tersebut mereda setelah pihak Kepolisian dan TNI bekerja keras melakukan pengamanan. [initial]
(esa/pra)
Kedua tim sendiri hanya mampu bermain imbang 2-2. Dua gol Persis Solo diperoleh melalui Andrid Wibawa pada menit ke-17 dan Feriyanto pada menit ke-50. Sementara gol tim tamu, dicetak Jefri Kurniawan pada menit ke-18 dan Mohammad Ardiansah menit ke-68.
"Kami menyayangkan adanya kericuhan. Apalagi, pertandingan berjalan lancar. Bahkan, pemain kami menjadi korbannya. Kejadian ini bakal dilaporkan kepada Komisi Disiplin PSSI untuk ditangani lebih lanjut," ungkap Pelatih PPSM, M Hasan.
Kericuhan berawal pada menit ke-85 karena sesama Pasoepati yang berada di tribun timur saling ejek. Kemudian, berlanjut dengan adu pukul, saling melempar batu, botol serta kayu. Akibatnya, beberapa suporter mengalami luka di bagian kepala.
Kericuhan seolah terjadi silih berganti, termasuk ke tribun barat. Para suporter melempari wasit dan para pemain PPSM Magelang dengan air mineral. Bahkan, pemain PPSM, Gilang Didik, mengalami luka robek di bagian jidat dan di bagian bawah mata.
Tak ayal, para pemain PPSM mendapatkan pengawalan ekstra dari petugas keamanan untuk keluar dari Stadion Manahan. Hal tersebut mereda setelah pihak Kepolisian dan TNI bekerja keras melakukan pengamanan. [initial]
Jangan Lewatkan!
- 'Persipasi Bubar Bersyarat'
- Laga Pembuka Divisi Utama di Manahan Diwarnai Kericuhan
- Deltras Hanya Bermain Imbang, Ini Komentar Riono Asnan
- Review DU: Deltras Tertahan di Sidoarjo
- Warta Kusuma Dibikin Stres Oleh Kisruh Persipasi
- Persipasi Tak Terima Perlakuan Walikota Bekasi
- Tanpa Pemain Pantai Gading, Persitara Tetap Optimis Menang
- Tantang Persitara, Ini Tekad Persikad
- Laga Perdana Divisi Utama, Persitara Siap Tempur
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Batal Gelar Laga Perdana, Persipasi Alami Kerugian Rp12 Miliar
Bola Indonesia 16 April 2014, 19:07
-
Persitara Akui Pertandingan Pertama Sulit Diduga
Bola Indonesia 16 April 2014, 10:44
-
Pelatih Persis Puji Permainan PPSM
Bola Indonesia 16 April 2014, 10:32
-
Sayangkan Kericuhan di Manahan, PPSM Bakal Lapor ke Komdis PSSI
Bola Indonesia 16 April 2014, 10:22
-
Bola Indonesia 16 April 2014, 10:16

LATEST UPDATE
-
Dipecat MU, Berapa Pesangon yang Didapatkan Ruben Amorim?
Liga Inggris 5 Januari 2026, 18:49
-
Darren Fletcher Masih 'Hijau', Ini 5 Pelatih yang Bisa Jadi Caretaker MU
Liga Inggris 5 Januari 2026, 18:30
-
Daftar Pelatih yang Sudah Dipecat pada Musim 2025/2026
Liga Inggris 5 Januari 2026, 18:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
















KOMENTAR