
Bola.net - Komisi Disiplin PSSI terus melakukan pengembangan kasus match fixing yang melibatkan Persipur Purwodadi di Divisi Utama pada 2013. Tidak tanggung-tanggung, mereka bakal meminta keterangan dari PT Liga Indonesia dan Anggota Komite Eksekutif PSSI, Djamal Aziz, Kamis (3/9) mendatang.
Ketua Komdis, Ahmad Yulianto, menerangkan jika panggilan PT Liga dan Djamal Aziz, merujuk pada keterangan yang disampaikan Gunawan, mantan pelatih Persipur Purwodadi, usai hadir dalam panggilan ketiga Komdis PSSI, pada sidang di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (24/8).
"Komdis bukan hanya menghukum, tapi juga memberikan catatan, termasuk bantuan. Menghilangkan match fixing memang tidak mudah, tapi setidaknya bisa mengeliminir dan bisa memberi pengaruh ke sepak bola Indonesia," tambahnya.
"Pemanggilan PT Liga dan Djamal Aziz untuk memeriksa kebenaran pernyataan Gunawan. Sebab tadi kami memeriksa Gunawan sehubungan dengan pernyataan di salah satu televisi dan media massa," terang Ahmad Yulianto.
Lebih lanjut, Ahmad menyatakan ada catatan penting yang ingin dikembangkan. Untuk itu, memanggil PT Liga dan Djamal Aziz karena ada kaitan terutama tetang bagaimana terjadinya match fixing.
"Dijelaskan saat itu, terjadi karena kompetisi tidak punya sistem degradasi sehingga tim papan bawah cenderung bermain. Ini yang ingin kami dalami. Djamal Aziz dipanggil karena menurut Gunawan beberapa kali coba ditelepon," tuturnya.
Sebelumnya, Gunawan beberapa kali tidak hadir meski diundang. Selain itu, Gunawan juga sempat mengaku ikut terlibat. Tak hanya dirinya, namun juga menyebut manajer hingga tukang cuci mengetahui pengaturan pertandingan yang melibatkan Persipur Purwodadi di Divisi Utama pada 2013.
"Saya mengulas kembali, tidak ada ditambahkan atau dikurangi," pungkas Gunawan. [initial]
(esa/pra)
Ketua Komdis, Ahmad Yulianto, menerangkan jika panggilan PT Liga dan Djamal Aziz, merujuk pada keterangan yang disampaikan Gunawan, mantan pelatih Persipur Purwodadi, usai hadir dalam panggilan ketiga Komdis PSSI, pada sidang di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (24/8).
"Komdis bukan hanya menghukum, tapi juga memberikan catatan, termasuk bantuan. Menghilangkan match fixing memang tidak mudah, tapi setidaknya bisa mengeliminir dan bisa memberi pengaruh ke sepak bola Indonesia," tambahnya.
"Pemanggilan PT Liga dan Djamal Aziz untuk memeriksa kebenaran pernyataan Gunawan. Sebab tadi kami memeriksa Gunawan sehubungan dengan pernyataan di salah satu televisi dan media massa," terang Ahmad Yulianto.
Lebih lanjut, Ahmad menyatakan ada catatan penting yang ingin dikembangkan. Untuk itu, memanggil PT Liga dan Djamal Aziz karena ada kaitan terutama tetang bagaimana terjadinya match fixing.
"Dijelaskan saat itu, terjadi karena kompetisi tidak punya sistem degradasi sehingga tim papan bawah cenderung bermain. Ini yang ingin kami dalami. Djamal Aziz dipanggil karena menurut Gunawan beberapa kali coba ditelepon," tuturnya.
Sebelumnya, Gunawan beberapa kali tidak hadir meski diundang. Selain itu, Gunawan juga sempat mengaku ikut terlibat. Tak hanya dirinya, namun juga menyebut manajer hingga tukang cuci mengetahui pengaturan pertandingan yang melibatkan Persipur Purwodadi di Divisi Utama pada 2013.
"Saya mengulas kembali, tidak ada ditambahkan atau dikurangi," pungkas Gunawan. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BOPI Diminta Bijak dan Menghormati Rekomendasi PSSI
Bola Indonesia 25 Agustus 2015, 23:53
-
Bantah Klaim Menpora, FIFA Pastikan Tak Kunjungi Indonesia
Bola Indonesia 25 Agustus 2015, 15:04
-
Selidiki Match Fixing, Komdis PSSI Panggil PT Liga dan Djamal Aziz
Bola Indonesia 25 Agustus 2015, 00:55
-
PSSI Batalkan Pelaksanaan Piala Proklamasi
Bola Indonesia 19 Agustus 2015, 16:21
-
PSSI Bakal Hukum Dalang Sepakbola Gajah yang Sebenarnya
Bola Indonesia 18 Agustus 2015, 19:09
LATEST UPDATE
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:06
-
Link Streaming Java United vs Bhayangkara FC di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 15:17
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR