Bola.net - PSSI periode 2015-2019 mendapatkan pengakuan dari Presiden FIFA Sepp Blatter. Bahkan tidak lupa, Blatter memberikan ucapan selamat dan dukungan kepada pada Ketua Umum PSSI terpilih, La Nyalla Mahmud Matalitti.
Hal tersebut terjadi ketika kedua belah pihak bertemu dalam Kongres AFC yang berlangsung di Bahrain. Blatter percaya, di bawah kepemimpinan La Nyalla, PSSI semakin solid dan berprestasi.
"Selamat pada Ketua Umum PSSI baru, La Nyalla Mattalitti. Saya yakin, Anda akan memimpin PSSI dengan baik," terang Blatter seperti diutarakan Acting Sekjen PSSI, Azwan Karim.
"FIFA akan mendukung penuh PSSI di bawah kepemimpinan La Nyalla," tegasnya.
Namun, dilanjutkan Azwan, Blatter turut prihatin dengan kondisi sepak bola Indonesia yang sedang tidak kondusif.
"Saya menyayangkan sikap Menteri (Menteri pemuda dan Olahraga (Imam Nahrawi) yang melakukan intervensi. Padahal, sepak bola tidak boleh dicampur adukkan dengan politik," imbuhnya.
Azwan juga menyampaikan, apa yang disampikan Blatter tersebut terjadi saat makan malam satu meja dengan pssi dan Sekjen FIFA Jerome Valcke, Presiden AFC Shaikh Salman.
Tidak hanya itu, bahkan Asosiasi yang ikut dalam Kongres AFC di Bahrain mengakui La Nyalla sebagai Ketua Umum PSSI yang baru.
"Mereka mendukung penuh dan memberi apresiasi kepada Ketua Umum PSSI yang baru. Mereka juga membaca perkembangan PSSI. Dengan 92 suara yang dikumpulkan, mereka mengatakan bahwa La Nyalla sebagai Ketua Umum PSSI yah sah," pungkasnya. (esa/gia)
Hal tersebut terjadi ketika kedua belah pihak bertemu dalam Kongres AFC yang berlangsung di Bahrain. Blatter percaya, di bawah kepemimpinan La Nyalla, PSSI semakin solid dan berprestasi.
"Selamat pada Ketua Umum PSSI baru, La Nyalla Mattalitti. Saya yakin, Anda akan memimpin PSSI dengan baik," terang Blatter seperti diutarakan Acting Sekjen PSSI, Azwan Karim.
"FIFA akan mendukung penuh PSSI di bawah kepemimpinan La Nyalla," tegasnya.
Namun, dilanjutkan Azwan, Blatter turut prihatin dengan kondisi sepak bola Indonesia yang sedang tidak kondusif.
"Saya menyayangkan sikap Menteri (Menteri pemuda dan Olahraga (Imam Nahrawi) yang melakukan intervensi. Padahal, sepak bola tidak boleh dicampur adukkan dengan politik," imbuhnya.
Azwan juga menyampaikan, apa yang disampikan Blatter tersebut terjadi saat makan malam satu meja dengan pssi dan Sekjen FIFA Jerome Valcke, Presiden AFC Shaikh Salman.
Tidak hanya itu, bahkan Asosiasi yang ikut dalam Kongres AFC di Bahrain mengakui La Nyalla sebagai Ketua Umum PSSI yang baru.
"Mereka mendukung penuh dan memberi apresiasi kepada Ketua Umum PSSI yang baru. Mereka juga membaca perkembangan PSSI. Dengan 92 suara yang dikumpulkan, mereka mengatakan bahwa La Nyalla sebagai Ketua Umum PSSI yah sah," pungkasnya. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nama-Nama 'Calon Tim Transisi' Beredar, Ini Tanggapan SOS
Bola Indonesia 30 April 2015, 21:16
-
Lamban Bentuk Tim Transisi, Kemenpora Dikritik
Bola Indonesia 30 April 2015, 20:09
-
QNB League Tak Jelas, Persebaya Tunggu Instruksi PSSI
Bola Indonesia 30 April 2015, 16:37
-
Ketua KOI Siap Jadi Mediator Kemenpora dan PSSI ke FIFA
Bola Indonesia 30 April 2015, 16:12
LATEST UPDATE
-
Mesir Itu Tentang Chemistry dan Mentalitas, Bukan Cuma Mohamed Salah
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:31
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR