Pelukan Satu Tim untuk Jonathan David: Lebih dari Sekadar Tiga Poin dari Laga Sassuolo vs Juventus

Pelukan Satu Tim untuk Jonathan David: Lebih dari Sekadar Tiga Poin dari Laga Sassuolo vs Juventus
Pemain Juventus, Jonathan David, merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan Serie A melawan Sassuolo, Rabu (7/1/2026) dini hari WIB. (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Bola.net - Kemenangan telak Juventus atas Sassuolo bukan sekadar tentang angka di papan skor. Bagi Luciano Spalletti, ini adalah cerita tentang bagaimana sebuah tim bertindak sebagai "perisai" bagi rekannya yang sedang terpuruk.

Sepak bola seringkali kejam, dan Jonathan David baru saja merasakan sisi tergelapnya. Usai kegagalan penalti Panenka saat melawan Lecce di laga Liga Italia sebelumnya, kritik dan hinaan menghujani pemain asal Kanada tersebut.

Namun, di laga melawan Sassuolo, narasi itu berubah total. David, yang sempat puasa gol selama 16 laga Serie A, akhirnya pecah telur. Ia mencetak satu gol dan satu assist hanya dalam interval 90 detik, membantu Juventus menang 3-0.

Momen paling emosional terjadi bukan saat bola menggetarkan jaring, melainkan detik-detik setelahnya. Seluruh skuad Juventus, termasuk mereka yang duduk di bangku cadangan dan Spalletti sendiri, berlari menghampiri David.

Perayaan itu seolah menjadi bantahan visual yang kuat terhadap rumor bahwa David tidak memiliki hubungan baik dengan rekan setimnya.

1 dari 3 halaman

Perisai Bernama Juventus

Pemain Juventus merayakan gol bunuh diri pemain Sassuolo dalam pertandingan Serie A, Rabu (7/1/2026). (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Pemain Juventus merayakan gol bunuh diri pemain Sassuolo dalam pertandingan Serie A, Rabu (7/1/2026). (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Bagi Luciano Spalletti, reaksi timnya adalah hal yang wajar namun krusial. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan para pemain Juventus adalah bentuk perlindungan nyata terhadap rekan mereka yang sedang dihakimi publik.

"Semua orang telah mengambil sikap tegas. Situasinya berbeda ketika Anda berada di dalam (tim). Jadi, ketika Anda menerima semua hinaan dan komentar itu, saya justru akan terkejut jika tim tidak bertindak sebagai perisai untuk melindunginya," ujar Spalletti kepada DAZN Italia.

Pelatih berkepala plontos itu meyakini bahwa performa apik David malam itu adalah hasil langsung dari dukungan psikologis yang ia terima di ruang ganti.

"Dia (David) merasakan dukungan itu selama beberapa hari terakhir, dan tampil luar biasa malam ini. Melihat dia mencetak gol juga, itu hanya menegaskan betapa banyak teman yang dimilikinya di ruang ganti," tambah Spalletti.

Menariknya, reporter di lapangan sempat mencatat bahwa staf pelatih sebenarnya sedang berdiskusi untuk mengganti David, hanya beberapa menit sebelum sang pemain memberikan dampak besar lewat gol dan assist-nya untuk Fabio Miretti.

2 dari 3 halaman

Dominasi Bianconeri yang Belum Sempurna

Pemain Juventus, Jonathan David, dikepung pemain Sassuolo, Nemanja Matic (kiri) dan Tarik Muharemovic, dalam pertandingan Serie A, Rabu (7/1/2026). (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Pemain Juventus, Jonathan David, dikepung pemain Sassuolo, Nemanja Matic (kiri) dan Tarik Muharemovic, dalam pertandingan Serie A, Rabu (7/1/2026). (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Di luar drama emosional tersebut, Juventus tampil dominan. Gol bunuh diri Tarik Muharemovic, ditambah aksi David dan Miretti, mengunci kemenangan yang membuat Bianconeri terus menempel ketat Roma di peringkat empat klasemen.

Secara taktis, Spalletti memuji fleksibilitas David yang kerap turun jauh ke belakang, menciptakan ruang kosong yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Miretti. Namun, sang pelatih senior menolak untuk berpuas diri.

Baginya, Juventus masih jauh dari potensi maksimal mereka.

"Dua penampilan terakhir memang bagus, tetapi kami masih perlu memahami hal-hal tertentu secepat mungkin. Ada kalanya sikap kami tidak lebih baik dari sekadar standar minimum," tegasnya.

Spalletti menyoroti mentalitas tim yang dinilainya seringkali menahan diri.

"Kami cenderung hanya menunjukkan 80 persen dari kemampuan kami, tidak lebih. Kami kurang bertekad dalam duel, dan membuang tiga atau empat sepak pojok yang bahkan tidak sampai ke kotak penalti. Saat tandang, Anda tidak boleh seboros itu," kritiknya tajam.

3 dari 3 halaman

Parmigiano dan Pasta Kerang

Suasana tegang pasca-kritik itu segera mencair ketika topik beralih ke hal yang lebih ringan. Bulan lalu, Spalletti sempat berseloroh bahwa David tidak diajak makan malam tim karena kebiasaan kulinernya yang "aneh", meminta keju Parmigiano di atas pasta kerang.

Apakah satu gol dan satu assist sudah cukup untuk mengubah selera kuliner tim demi David?

"Ah, kami selalu memakannya (menu itu) sekarang. Kami menikmati masakan intuitifnya dalam menciptakan hidangan baru," tawa Spalletti menutup pembicaraan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL