
Bola.net - Kemenangan telak Juventus atas Sassuolo bukan sekadar tentang angka di papan skor. Bagi Luciano Spalletti, ini adalah cerita tentang bagaimana sebuah tim bertindak sebagai "perisai" bagi rekannya yang sedang terpuruk.
Sepak bola seringkali kejam, dan Jonathan David baru saja merasakan sisi tergelapnya. Usai kegagalan penalti Panenka saat melawan Lecce di laga Liga Italia sebelumnya, kritik dan hinaan menghujani pemain asal Kanada tersebut.
Namun, di laga melawan Sassuolo, narasi itu berubah total. David, yang sempat puasa gol selama 16 laga Serie A, akhirnya pecah telur. Ia mencetak satu gol dan satu assist hanya dalam interval 90 detik, membantu Juventus menang 3-0.
Momen paling emosional terjadi bukan saat bola menggetarkan jaring, melainkan detik-detik setelahnya. Seluruh skuad Juventus, termasuk mereka yang duduk di bangku cadangan dan Spalletti sendiri, berlari menghampiri David.
Perayaan itu seolah menjadi bantahan visual yang kuat terhadap rumor bahwa David tidak memiliki hubungan baik dengan rekan setimnya.
Perisai Bernama Juventus

Bagi Luciano Spalletti, reaksi timnya adalah hal yang wajar namun krusial. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan para pemain Juventus adalah bentuk perlindungan nyata terhadap rekan mereka yang sedang dihakimi publik.
"Semua orang telah mengambil sikap tegas. Situasinya berbeda ketika Anda berada di dalam (tim). Jadi, ketika Anda menerima semua hinaan dan komentar itu, saya justru akan terkejut jika tim tidak bertindak sebagai perisai untuk melindunginya," ujar Spalletti kepada DAZN Italia.
Pelatih berkepala plontos itu meyakini bahwa performa apik David malam itu adalah hasil langsung dari dukungan psikologis yang ia terima di ruang ganti.
"Dia (David) merasakan dukungan itu selama beberapa hari terakhir, dan tampil luar biasa malam ini. Melihat dia mencetak gol juga, itu hanya menegaskan betapa banyak teman yang dimilikinya di ruang ganti," tambah Spalletti.
Menariknya, reporter di lapangan sempat mencatat bahwa staf pelatih sebenarnya sedang berdiskusi untuk mengganti David, hanya beberapa menit sebelum sang pemain memberikan dampak besar lewat gol dan assist-nya untuk Fabio Miretti.
Dominasi Bianconeri yang Belum Sempurna

Di luar drama emosional tersebut, Juventus tampil dominan. Gol bunuh diri Tarik Muharemovic, ditambah aksi David dan Miretti, mengunci kemenangan yang membuat Bianconeri terus menempel ketat Roma di peringkat empat klasemen.
Secara taktis, Spalletti memuji fleksibilitas David yang kerap turun jauh ke belakang, menciptakan ruang kosong yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Miretti. Namun, sang pelatih senior menolak untuk berpuas diri.
Baginya, Juventus masih jauh dari potensi maksimal mereka.
"Dua penampilan terakhir memang bagus, tetapi kami masih perlu memahami hal-hal tertentu secepat mungkin. Ada kalanya sikap kami tidak lebih baik dari sekadar standar minimum," tegasnya.
Spalletti menyoroti mentalitas tim yang dinilainya seringkali menahan diri.
"Kami cenderung hanya menunjukkan 80 persen dari kemampuan kami, tidak lebih. Kami kurang bertekad dalam duel, dan membuang tiga atau empat sepak pojok yang bahkan tidak sampai ke kotak penalti. Saat tandang, Anda tidak boleh seboros itu," kritiknya tajam.
Parmigiano dan Pasta Kerang
Suasana tegang pasca-kritik itu segera mencair ketika topik beralih ke hal yang lebih ringan. Bulan lalu, Spalletti sempat berseloroh bahwa David tidak diajak makan malam tim karena kebiasaan kulinernya yang "aneh", meminta keju Parmigiano di atas pasta kerang.
Apakah satu gol dan satu assist sudah cukup untuk mengubah selera kuliner tim demi David?
"Ah, kami selalu memakannya (menu itu) sekarang. Kami menikmati masakan intuitifnya dalam menciptakan hidangan baru," tawa Spalletti menutup pembicaraan.
BACA INI JUGA BOLANETERS!
- Rekap Hasil Liga Italia Tadi Malam: Como, Roma, dan Juventus Menang di Markas Lawan
- Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
- Hasil Sassuolo vs Juventus: Jay Idzes Tak Berkutik, Bianconeri Menang Besar
- Man of the Match Sassuolo vs Juventus: Jonathan David
- Rapor Pemain Juventus Saat Gilas Sassuolo: Penebusan Jonathan David
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Blunder Jay Idzes Berbuah Gol untuk Juventus
Liga Italia 7 Januari 2026, 08:37
-
Pengakuan Jujur Jonathan David: Luka Gagal Panenka dan Hangatnya Pelukan Juventus
Liga Italia 7 Januari 2026, 08:11
LATEST UPDATE
-
Curhat, Begini Pengakuan Jujur Garnacho Soal Kejatuhannya di Man United
Liga Inggris 11 April 2026, 12:15
-
Lautaro Martinez Kembali Cedera, Inter Milan Kehilangan Striker Andalan
Liga Italia 11 April 2026, 11:52
-
Robert Lewandowski Merasa Tidak Dihargai di Barcelona
Liga Spanyol 11 April 2026, 11:47
-
Profil Timnas Maroko di Piala Dunia 2026: Pembuktian Sang Juara Afrika
Piala Dunia 11 April 2026, 11:29
-
Demi Comeback Lawan Atletico, Barcelona Ubah Hotel Sampai Menu Makanan
Liga Champions 11 April 2026, 10:46
-
Real Madrid Babak Belur, Kapan Thibaut Courtois Come Back?
Liga Spanyol 11 April 2026, 10:16
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45



















KOMENTAR