Statistik Berbicara: Ange-Yoan Bonny dan Status sang Pemain Inter sebagai Striker Pelapis Terbaik di Serie A

Bola.net - Ange-Yoan Bonny menjadi nama yang tak terduga mencuri perhatian di awal musim Serie A 2025/26. Bergabung dengan Inter Milan, ia datang dengan ekspektasi besar sekaligus keraguan yang mengiringi rekam jejaknya. Namun, penyerang muda asal Prancis itu langsung menjawab semua tanda tanya tersebut dengan performa yang konsisten dan efisien.
Performa Ange-Yoan Bonny sejauh musim ini berjalan menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pelapis bagi duet Lautaro Martinez dan Marcus Thuram. Dengan menit bermain yang terbatas, kontribusi golnya justru melampaui ekspektasi awal. Ia memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan untuk mengukuhkan posisi sebagai supersub paling berbahaya di kompetisi.
Statistik terbaru yang diulas oleh media Italia menguatkan status Ange-Yoan Bonny sebagai salah satu temuan penting Inter Milan musim ini. Produktivitasnya bukan hanya mengangkat performa tim, tetapi juga menjadikannya opsi menyerang yang tak terelakkan dalam rotasi Simone Inzaghi.
Ange-Yoan Bonny: Perjalanan dari Keraguan Menjadi Ketajaman

Ange-Yoan Bonny datang ke Giuseppe Meazza dari Parma dengan mahar sekitar €25 juta (sekitar Rp451 miliar). Nilai tersebut sempat menjadi perdebatan, terutama karena musim sebelumnya ia hanya mencetak enam gol dari 37 laga liga. Keraguan itu wajar, tetapi Bonny segera menghapusnya melalui determinasi dan peningkatan kualitas bermain.
Cedera yang menimpa salah satu penyerang utama Inter membuka ruang bagi Bonny untuk tampil sebagai starter. Momen tersebut tidak disia-siakan. Setiap kali diturunkan, ia menunjukkan agresivitas, kecepatan, dan ketajaman yang lebih matang dibandingkan musim sebelumnya di Parma.
Sejauh ini, Ange-Yoan Bonny sudah mengoleksi empat gol di Serie A. Lebih impresif lagi, Inter memenangkan seluruh pertandingan ketika ia mencetak gol. Konsistensi ini menandakan bahwa kontribusinya bukan hanya soal meningkatkan produktivitas pribadi, tetapi juga berdampak langsung pada hasil tim.
Statistik yang Membuktikan Status Ange-Yoan Bonny

Waktu bermain Ange-Yoan Bonny memang tidak banyak, tetapi efisiensinya menonjol. Dalam total 411 menit di Serie A, ia mampu rata-rata mencetak satu gol setiap 100 menit. Catatan ini menempatkannya sebagai salah satu penyerang paling efektif di liga, terutama bagi pemain yang tidak selalu tampil sebagai starter.
Tuttosport menilai Bonny sebagai “salah satu temuan paling menarik di awal musim Serie A.” Penilaian tersebut tidak berlebihan mengingat kontribusi yang ia berikan di momen-momen krusial. Ia hadir pada saat Inter membutuhkan kedalaman skuad dan pembeda di lini depan.
Dengan ketajaman seperti ini, julukan sebagai striker pelapis terbaik di Serie A 2025/26 bukan sekadar pujian, tetapi hasil dari performa yang konsisten, terukur, dan berdampak. Ange-Yoan Bonny kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Inter Milan, bahkan berpotensi menantang tempat inti jika terus berkembang.
Sumber: Tuttosport, Sempre Inter
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Calhanoglu dan Misi 'Anti-Modric': Kunci Taktik Chivu Menghadapi Panasnya Derby Milan
- Adrien Rabiot dan Dilema Derby: Analisis Kebugaran, Strategi, dan Alternatif AC Milan
- Kabar Baik untuk Interisti! Hasil Tes Denzel Dumfries Jelang Derby Milan Diumumkan
- Derby della Madonnina: Mentalitas dan Kualitas Modric, Faktor Pembeda bagi AC Milan
- Doa Dari Mantan Untuk AC Milan: Saya Harap Mereka Mendapatkan Bintang Keduanya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus dan Kesenjangan Kualitas Skuad: Jalan Panjang untuk Kembali ke Puncak
Liga Italia 19 November 2025, 20:03
-
Kebangkitan Bintang Polandia: Mengapa Zielinski Jadi Pilihan Terbaik untuk Derby Milan
Liga Italia 19 November 2025, 19:23
-
Pengakuan Emosional Maldini: Sulit Bicara Soal AC Milan, Tapi Hati Tetap Merah Hitam
Liga Italia 19 November 2025, 17:00
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR